Pesan Manajemen

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Atas nama Dewan Komisaris, pertama-tama izinkan saya selaku Komisaris Utama untuk menyampaikan Puji Syukur atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa yang masih terus memberikan rahmat-Nya sehingga Perseroan bisa melewati perjalanan di tengah kondisi perekonomian negara yang cukup menantang pada tahun 2019 dimana Perseroan juga bisa memenuhi komitmennya terhadap para pemangku kepentingan Perseroan. Selain itu, saya juga berterima kasih kepada para Dewan Direksi, manajemen, serta seluruh karyawan atas dedikasi dan profesionalisme mereka yang senantiasa bekerja keras, berinovasi yang tiada henti menjadi tim kami yang solid kepada Perseroan selama tahun 2019.

 

Pertumbuhan ekonomi ekonomi Indonesia di sepanjang tahun 2019 tumbuh di angka 5,02%, angka ini lebih rendah atau melemah sebesar 0,15% bila dibandingkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2018 yang sebesar 5,17%. Meski masih mampu tumbuh di kisaran 5% perekonomian Indonesia masih dipenuhi dengan ketidakpastian dan dipengaruhi oleh gejolak ekonomi global. Situasi tersebut memberikan tantangan yang cukup besar bagi manajemen, mengingat bisnis pembiayaan Perseroan terkena dampak atas penurunan daya beli masyarakat khususnya pada industri kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua, selain itu disisi lain juga persaingan pembiayaan yang semakin ketat.

 

Meskipun kondisi ekonomi kurang kondusif, Direksi mampu mengatasi berbagai tantangan secara cepat dan tepat serta tetap mengokohkan kekuatan fundamentalnya yang dilakukan atas kerja keras dari seluruh jajaran Direksi dan seluruh karyawan baik dikantor Pusat maupun dikantor cabang di tahun 2019.

 

Penilaian Kinerja Direksi

Dalam menjalankan bisnis Perseroan tahun 2019, Direksi selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan sehingga rencana startegis Perseroan dapat menggerakkan operasional sesuai dengan tujuan Perseroan. Prinsip-prinsip tersebut didasari dengan kebijakan dan peraturan-peraturan Perseroan dan otoritas jasa keuangan.

Pada tahun buku 2019, Perusahaan masih dapat mempertahankan tingkat NPL (Non Performing Loan) sebesar 2,03%. Selain itu, Perseroan mencatat pendapatan bunga sebesar Rp 1,2 triliun di tahun 2019. Laba bersih setelah pajak Perusahaan tercatat sebesar Rp 110 miliar, lebih rendah dari tahun 2018 sebesar Rp 147 miliar.

Untuk mendukung pendanaannya, Perseroan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan melalui pembiayaan bersama (joint financing) dengan bank, penerbitan obligasi, maupun pinjaman bank dari dalam negeri. Untuk memperoleh pinjaman dari bank, Perseroan melakukan secara selektif atas seluruh fasilitas pinjaman termasuk hutang pokok dan suku bunganya. Kebijakan ini dilakukan guna mencari cost of fund yang sesuai dengan Perseroan, sehingga Perseroan dapat bersaing di pasar pembiayaan kendaraan bermotor secara langsung.

Dalam hasil pencapaian selama tahun 2019, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 2,1 triliun, pencatatan ini mengalami naik sebesar 37,6% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Laba bersih yang dihasilkan Perseroan mengalami penurunan sebesar 25% atau menjadi Rp 110 Miliar hal ini di sebabkan tingginya beban underwriting asuransi. Total pembiayaan selama tahun 2019 ialah sebesar Rp 7,3 Triliun naik sebesar 2% dibanding tahun 2018, sementara itu total piutang usaha pada tahun 2019 tercatat Rp 6,2 Triliun atau naik sebesar 14,29% dibanding sepanjang tahun 2018.

Kegiatan operasional Perseroan di tahun 2019, menjalankan jaringan usaha 111 kantor cabang dan 280 outlet yang tersebar diseluruh kota-kota wilayah Indonesia. Dalam menjalankan kegiatan operasional tersebut, Perseroan masih terus meningkatkan tingkat efesiensi diseluruh jaringan kantor cabang dan outlet serta mematuhi dan menjalankan Standard Operating Procedure yang telah ditetapkan. Selain itu juga kinerja operasional seluruh jaringan Perseroan didukung oleh penerapan sistem teknologi yang terintegrasi sebagai upaya sentralisasi di beberapa fungsi yaitu fungsi analisa kredit dan penagihan. Kinerja operasional dari Perseroan ini terus dilakukan evaluasi dan pengawasan dari Dewan Direksi untuk memastikan kesesuaian antar kebijakan dan tata kelola Perseroan.

Secara umum, kami memandang dan menyadari sekali bahwa kinerja sepanjang tahun 2019 ini, manajemen telah menjalankan strategi bisnis yang tepat yaitu pengembangan dengan fokus basis konsumen yang ada. Diimbangi dengan sejumlah efisiensi yang tidak mengganggu kegiatan operasional maupun kegiatan bisnis utamanya, manajemen mampu bertahan dalam situasi sulit, namun tetap mampu menjalankan kinerja operasional Perseroan dengan baik.

Pandangan Atas Prospek Usaha Kedepan

Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan masih sangat dipengaruhi oleh sentimen ekonomi global dan permasalahan perang dagang antara negara-negara maju. Namun demikian pemerintah pasti telah mempunyai stimulus ekonomi guna menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang terkendali dan diawasi oleh instansi Pemerintah yakni Bank Sentral.

Untuk itu, Dewan Komisaris memandang bahwa peluang- peluang bisnis masih luas dan target yang ditetapkan manajemen masih sejalan dengan prospek bisnis tahun 2020. Kami berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia akan membaik melalui dorongan belanja pemerintah, terutama melalui berbagai proyek infrastruktur, tingkat bunga yang lebih rendah dan insentif-insentif tambahan khususnya para pelaku usaha berupa relaksasi ketentuan persyaratan, pengurangan, hingga pembebasan pajak, yang ditujukan pada industri berbasis pengolahan sumber daya alam (SDA), industri berbasis kemampuan sumber daya manusia (SDM), hingga industri berbasis teknologi. Hal ini diharapkan dapat mendorong investasi baru guna menggerakan sektor ril sehingga dapat memperbaiki sentimen ekonomi dan anggaran pengeluaran belanja konsumen.

Prospek kedepan Perseroan akan dihadapkan dengan adanya persaingan yang semakin ketat dan terus meningkat, terutama di industri pembiayaan dalam hal permintaan pembiayaan kendaraan bermotor bekas pada kendaraan roda empat maupun kendaraan roda dua.

Dengan adanya persaingan itulah manajemen telah menetapkan serta menyiapkan langkah-langkah dan strategi untuk mencapai target yang ditetapkan di tahun 2020. Beberapa strategi ini mencakup penambahan Business Partner/Associate Partner melalui jaringan kantor cabang dan outlet Perseroan, memperkuat sinergi dengan grup Perseroan melalui program kerjasama dan berkolaborasi cross-selling produk dan serta mengelola biaya-biaya secara efektif.

Pengoperasian Perseroan juga harus diimbangi dengan terpenuhinya kebutuhan sumber daya manusia dan memaksimalkan keterampilan yang ada dari masing- masing bagian dalam organisasi guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional Perseroan. Selain itu juga, Perseroan akan terus memperkuat jaringan kantor cabang dan outlet untuk memperluas jalur distribusi pembiayaan kendaraan bermotor yang menjadi focus utama dari bisnis Perseroan tanpa menyampingkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik untuk tumbuh secara berkelanjutan.


Tata Kelola Perusahaan

Perseroan telah mempunyai komitmen yang kuat dalam menjalankan Tata Kelola Perusahaan yang baik. Ini merupakan komponen yang sangat penting dalam acuan Perseroan untuk mewujudkan tujuan dan target usaha yang telah ditetapkan oleh Perseroan sehingga memiliki daya saing secara berkelanjutan. Perseroan sangat menyadari bahwa dalam perubahan perkembangan teknologi yang semakin pesat, penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan bagian yang sangat penting dalam operasional Perseroan secara menyeluruh.

Penilaian terhadap praktik GCG Perseroan dilakukan dengan penilaian mandiri (self assessment) berdasarkan kriteria FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia). Penilaian dilakukan pada akhir tahun 2019 dengan aspek- aspek yang dinilai adalah penghargaan atas hak-hak pemegang saham, kebijakan tata kelola perusahaan, praktik-praktik tata kelola perusahaan, pengungkapan, dan sistem pengendalian. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, hasil nilai tertimbang yang diperoleh perusahaan menunjukkan nilai tata kelola perusahaan secara keseluruhan adalah Baik.

Secara umum aspek yang selalu diutamakan dalam penerapan GCG Perseroan adalah penegakan prinsip akuntabilitas, tanggung jawab mandat dan implementasi pedoman serta mekanisme untuk memastikan prilaku yang baik dalam rangka melindungi kepentingan Perseroan dan pemegang saham. Dengan kata lain, seluruh jajaran Komisaris dan Direksi berkomitmen penuh dalam menjalankan GCG secara konsisten dan implementasi dalam Perseroan.

Dalam operasional Perseroan selama tahun 2019 terus dilakukan peningkatan terkait penerapan prinsip GCG yang tidak terlepas atas penilaian komite-komite dibawah dewan komisaris yang telah memberikan dukungan penuh dalam membantu Dewan Komisaris untuk menjalankan fungsi dan tugas pengawasan dengan baik.

 
Pengendalian Internal

Sistem pengendalian internal Perseroan dilakukan sebagai upaya pengawasan terhadap Perseroan. Pengendalian internal Perseroan terus ditingkatkan untuk memenuhi standar pengendalian internal yang berskala internasional.

Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk melakukan fungsi pengawasan dalam rangka memastikan terselenggaranya pengendalian internal dalam setiap kegiatan usaha Perseroan pada seluruh tingkatan organisasi. Untuk memastikan kinerja pengendalian internal berjalan dengan baik, Dewan Komisaris menunjuk Komite Audit sebagai Komite dibawah Dewan Komisaris yang bertanggung jawab terhadap pengendalian internal Perseroan.

 
Sumber Daya Manusia

Dalam rangka peningkatan kualitas kegiatan pelayanan pembiayaan yang merupakan bisnis Perseroan, sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang memiliki peranan penting bagi Perseroan untuk mencapai tujuan dan target dari kegiatan usaha yang berkelanjutan. Perseroan mempunyai prinsip bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor terpenting bagi suatu Perusahaan, oleh karena sumber daya manusia (SDM) merupakan aset terpenting yang harus di jaga dan dikembangkan mulai dari rekrutmen hingga pengembangan bakat dan minat dari karyawan itu sendiri.

Komite Nominasi dan Remunerasi telah memastikan terseleksinya jajaran manajemen yang kompeten dan profesional dalam rangka menjaga kesinambungan bisnis ke depan. Perseroan menilai bahwa proses pemetaan calon-calon pemimpin Perusahaan telah berjalan secara efektif, dengan didukung skema pengembangan karir dan pendidikan keahlian manajemen yang terarah, struktur remunerasi dan insentif yang berbasis kinerja, serta proses seleksi yang adil dan wajar.

Pada tahun 2019, jumlah karyawan Perseroan tercatat 6.019 karyawan dengan beragam profil demografis seperti usia dan tingkat pendidikan. Perencanaan dan pengelolaan SDM telah dijalankan dengan baik oleh Direksi Perusahaan berdasarkan sistem yang telah ditetapkan Perseroan.

 
Manajeman Resiko

Kegiatan operasional Perseroan tidak terlepas dari risiko-risiko pembiayaan. Manajemen risiko merupakan tanggung jawab seluruh jajaran manajemen setiap unit bisnis dalam organisasi baik dikantor pusat maupun dikantor cabang. Untuk melaksanakan proses identifikasi dan tata kelola risiko harus sesuai dengan wewenang yang melekat pada masing-masing unit terkait.

Dewan Komisaris terus bekerjasama dengan Direksi untuk menerapkan praktik manajemen resiko yang terbaik dan efektif untuk mendorong praktik bisnis yang memiliki resiko sehat disetiap jajaran manajemen Perseroan. Indikator risiko Perseroan yaitu non performing financing (NPF) saat ini tercatat 2,03% dan mengalami penurunan dari tahun 2018 yang tercatat sebesar 2,57%. Hal ini dikarenakan adanya penurunan kualitas piutang dari sektor pembiayaan modal kerja, namun upaya penagihan terus dilakukan sebagai langkah perbaikan. Hal ini masih dalam tingkatan yang wajar jika mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan yaitu batas wajar untuk non performing financing adalah paling tinggi sebesar 5,0%.

Dewan Komisaris tetap bekerjasama dengan Direksi untuk melakukan upaya menjaga indikator risiko Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan.

Sepanjang tahun 2019, Perseroan juga telah melaksanakan penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko. Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.4/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat Risiko Perusahaan Pembiayaan. Hasil penilaian mandiri (self assessment) manajemen risiko untuk Perseroan per akhir Desember 2019 ialah ialah Sangat Sehat. Atas hasil penilaian mandiri (self assessment) manajemen risiko yang telah dilakukan, Perseroan telah menyampaikan hasil tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan.

 

Frekuensi & Cara Pemberian Nasihat

Selama tahun 2019, rapat Dewan Komisaris dan Direksi telah dilakukan sebanyak empat (4) kali yang mana membahas seluruh kegiatan operasional Perseroan. Forum komunikasi antara Dewan Komisaris dan Direksi melalui mekanisme rapat dilakukan satu (1) kali dalam tiga (3) bulan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan yang dilakukan oleh Dewan komisaris, dengan adanya rapat tersebut komunikasi dapat dijalankan untuk menjamin tujuan Perseroan yang telah ditetapkan. Dewan Komisaris berkewajiban untuk menyampaikan nasihat dan pandangan kepada Direksi terkait segala kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Direksi. Pertemuan antara Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan merupakan forum komunikasi yang rutin dilakukan sebagai bentuk pemberian nasihat dari Dewan Komisaris kepada Direksi Perseroan.

 
Program Berkelanjutan

Program berkelanjutan Perseroan pada tahun 2019 yang dilakukan Perseroan difokuskan dengan adanya beberapa program antara lain pemanfaatan produk daur ulang dan program penghematan energi di kantor pusat dan seluruh kantor cabang Perseroan. Dalam bidang pendidikan Perseroan masih terus memberikan bantuan beasiswa kepada siswa berprestasi yang merupakan program sebagai bentuk partisipasi Perseroan bagi pendidikan anak Indonesia.

Berbagai inisiatif lain dalam program berkelanjutan ini, Perseroan memberikan bantuan dalam bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja kepada seluruh karyawan telah dilaksanakan secara kontinu. Dewan Komisaris senantiasa mendukung dan memberikan masukan, menyampaikan arahan kepada Dewan Direksi dalam rangka program berkelanjutan ini agar terus aktif menjalankan program tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar terutama di wilayah kantor operasional Perseroan.

 

Apresiasi

Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi yang setinggi- tingginya kepada Direksi dan seluruh karyawan PT. Sinar Mas Multifinance atas kinerja Perseroan selama tahun 2019. Dewan Komisaris juga berharap kepada seluruh Direksi dan karyawan untuk menjaga dan meningkatkan kembali kinerja Perseroan pada tahun yang akan datang. Selain itu juga, Dewan Komisaris menyampaikan terima kasih atas kerja keras dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab terhadap kelangsungan bisnis Perseroan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada konsumen kami, pemegang saham, dan seluruh regulator atas kepercayaan yang telah diberikan serta dukungan yang tiada henti bagi Perseroan. Semoga kerjasama ini semakin terjalin dan saling menguntungkan.

LAPORAN DEWAN DIREKSI

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Pada kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan laporan pertanggung jawaban atas kinerja usaha PT. Sinar Mas Multifinance. Untuk itu, izinkanlah kami menyampaikan Puji dan Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga dapat melalui tahun 2019 dengan baik. Berkat kerja keras atas seluruh jajaran Direksi dan karyawan kami terus berusaha untuk mencapai target yang telah ditetapkan Perseroan dengan strategi bisnis yang sesuai dengan filosofi Perseroan.

Untuk tahun ini, fokus strategi yang kami terapkan adalah terus mengembangkan jaringan, baik dengan memperkuat eksistensi PT Sinar Mas Multifinance khususnya pertumbuhan pembiayaan di pulau Jawa dengan merambah pasar baru di daerah lainnya. Selain itu pula Perseroan selalu menetapkan sistem Manajemen Risiko yang sangat selektif dan fokus pada pengembangan kualitas portofolio dan kinerja sumber saya manusia sebagai penunjang operasional Perseroan. Dengan dijalankannya strategi bisnis ini, Perseroan dapat menghadapi kondisi pasar yang semakin ketat dan dinamis terutama pada industri pembiayaan kendaraan bermotor.

 

Tinjauan Makro Ekonomi Indonesia

Seperti kita ketahui bahwa pertumbuhan perekonomian Indonesia turun dari 5,17% pada tahun 2018 menjadi 5,02% pada tahun 2019 namun pertumbuhan ini masih dapat dipertahankan oleh Pemerintah diatas 5,0%. Salah satu faktor ini disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global dan perang dagang antara negara-negara maju berdampak pada ekonomi Asia. Penurunan ini juga disebabkan oleh turunnya kinerja ekspor akibat rendahnya permintaan global dan larangan ekspor bahan mentah dari hasil pertambangan, serta terbatasnya konsumsi Pemerintah karena rendahnya anggaran belanja negara. Pertumbuhan sepanjang tahun 2019 terutama ditopang oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga pada masa pemilu dalam pemilihan Presiden.

Tahun 2019 memang menjadi tahun yang menentukan bagi kondisi politik dalam negeri. Sengitnya kompetisi pemilihan presiden, yang diwarnai oleh gugatan hasil Pemilu sampai ke Makamah Konstitusi, menciptakan terjadinya ketidakpastian selama beberapa bulan. Berbagai partai politik saling memberikan argumentasinya dan saling mempertahankan kandidat calon presiden pilihannya dan menempuh jalur hukum guna memenangkan dari hasil pemilu yang menjadi polemik dalam negeri. Hal ini berdampak pada menurunnya aliran investasi asing, terhambatnya kegiatan usaha, dan penundaan pada proyek infrastruktur besar yang sedang berjalan. Kondisi ini pun terus berlangsung sampai dilantiknya Presiden Joko Widodo pada bulan Oktober.

Sepanjang tahun 2019, ekonomi dunia tumbuh melambat akibat dampak ketidakpastian global terkait perang dagang AS - Tiongkok dan gejolak geopolitik di berbagai wilayah seperti Hongkong, Semenanjung Korea dan Timur Tengah. Pemulihan perekonomian global yang belum menunjukkan peningkatan yang signfikan dan juga perlambatan perekonomian ekonomi Cina memberi dampak yang kuat bagi kondisi ekonomi nasional.

Sesuai dengan harapan tanpa adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan tarif listrik, inflasi pada tahun 2019 sebesar 2,72%, hal ini merupakan kerja keras Pemerintah guna menjaga daya beli masyarakat dan permintaan bahan pokok disemua daerah. Permintaan domestik yang terjaga dipengaruhi stabilnya konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,04% pada 2019, tidak banyak berbeda dengan pertumbuhan pada tahun sebelumnya sebesar 5,05%. Konsumsi rumah tangga yang terjaga didorong inflasi yang terkendali dan tingkat keyakinan konsumen yang tetap baik merupakan salah satu pengaruh terhadap kinerja perusahaan disektor Produksi, Otomotif, Pertambangan, Jasa, Perbankan maupun disektor pembiayaan di Indonesia.

Stimulus kebijakan ekonomi Pemerintah yang dijalankan juga memberikan dampak bagi dunia usaha kecil menengah sehingga menciptakan diversifikasi produk atau jasa yang dijual ke konsumen. Dengan adanya peluang- peluang usaha inilah Perseroan selalu memanfaatkan keuntungan untuk tumbuh dan selalu berkembang dalam menggerakan ekonomi usaha kecil dan menengah yang akan membantu Pemerintah dalam membangun daerah di seluruh Indonesia.

 

Kinerja Perseroan Tahun 2019

Sepanjang tahun 2019, Perseroan masih tetap memfokuskan bisnis pembiayaan pada pembiayaan konsumen atau pembiayaan multiguna dilakukan melalui pembelian dengan pembayaran secara angsuran yaitu kendaraan bermotor baik roda empat maupun kendaraan roda dua. Untuk pembiayaan modal kerja diberikan dalam bentuk anjak piutang dengan pemberian jaminan dari pemberi penjual piutang (factoring with recourse). Pembiayaan yang dilakukan oleh Perseroan selama tahun 2019 untuk pembiayaan kendaraan bermotor sebesar Rp 5.405 milliar sedangkan pembiayaan anjak piutang sebesar Rp 1.866 milliar. Sedangkan pembiayaan perjalanan ibadah haji sebesar Rp 34 milliar.

Berdasarkan jenis Pembiayaan, realisasi pembiayaan multiguna untuk kendaraan roda empat sebesar 67.820 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp. 4,4 Triliun pembiayaan ini naik sebesar 10,32% dibandingkan tahun 2018. Pembiayaan untuk kendaraan roda dua sebesar 134.515 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 1 Triliun, turun sebesar 9,8% dari tahun sebelumnya.

Penurunan kinerja pembiayaan dipengaruhi oleh penurunan daya beli masyarakat Indonesia. Selain itu, Perseroan juga mengambil langkah-langkah kebijakan pemasaran untuk menyerap permintaan konsumen terhadap pembiayaan, sehingga dalam tantangan perkenonomian yang masih diselimuti oleh ketidakpastian global dan perang dagang antara Negara maju yang dapat mempengaruhi sektor-sektor ekonomi khususnya sektor otomotif dalam negeri, kami tetap menerapkan strategi yang berfokus pada pembiayaan yang dapat memberikan tingkat pengembalian yang baik dan menjaga kualitas aset yang sehat, serta tetap meraih berbagai peluang pasar untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan pangsa pasar Perseroan.

Dari sisi kinerja Keuangan Perseroan di tahun 2019, perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp. 2,1 Triliun, hal ini mengalami kenaikan sebesar 37,58% dari tahun 2018, beban usaha Perseroan sebesar Rp. 2.002 milliar sehingga Laba bersih Perseroan mengalami Penurunan sebesar 25% menjadi Rp. 110 miliar. Pada akhir tahun 2019, Perseroan membukukan asset sebesar Rp. 9,1 triliun nilai asset ini naik dibandingkan dengan tahun 2018 yang tercatat sebesar Rp 7,2 Triliun. Dari sisi kredit bermasalah (Non Performing Financing), terjadi penurunan dari tahun 2018 sebesar 0,54% menjadi 2,03% pada tahun 2019. Kenaikan kredit bermasalah (NPF) ini sangat berpengaruh pada kualitas aset Perseroan. Kinerja yang dicapai Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan telah berupaya meraih hasil yang optimal untuk tahun 2019 dan selalu menjaga (Non Performing Financing) berdasarkan dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai upaya peningkatan kinerja Operasional sepanjang tahun 2019 Perseroan telah melakukan beberapa inisiatif termasuk peningkatan kompetensi sumber daya manusia untuk meningkatkan produktivitas, di mana sarana dan prasarana telah tersedia untuk melakukan proses otomatisasi dan penyederhanaan proses kerja. Inisiatif tersebut juga di imbangi dengan program pelatihan yang memadai untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan karyawan. Kegiatan operasional Perseroan telah menjalankan 111 kantor cabang dan 280 outlet, tahun 2019 ini Perseroan telah membuka satu cabang baru di kota Bondowoso. Dengan bertambahnya kantor-kantor cabang baru ini menunjukan komitmen Perseroan yang berkelanjutan untuk terus berkambang dan fokus dalam memberikan pelayanan pemberian kredit pembiayaan kendaraan bermotor, yang tetap memiliki standar sistem dan prosedur kerja yang sama untuk seluruh kantor cabang. Selain itu, untuk mendukung efektivitas kinerja kantor cabang Perseroan, maka seluruh kantor cabang Perseroan menggunakan sistem teknologi informasi yang terintegrasi. Dengan pemanfaatan teknologi informasi yang terintegrasi inilah Perseroan dapat bersaing dalam pasar pembiayaan kendaraan bermotor yang semakin ketat.

 

Kebijakan Strategis Perusahaan

Pada tahun 2019 merupakan tahun yang diawali dengan optimisme terhadap prospek sosial dan ekonomi masyarakat, seperti kemunculan inisiatif teknologi yang menjadi penggerak Revolusi Industri 4.0. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi berbasis digital banyak diadopsi oleh perusahaan-perusahaan yang tidak hanya menjadi pendorong utama transformasi digital tetapi juga menciptakan dampak positif yang berkelanjutan terhadap cara masyarakat bekerja, hidup, terhubung dan bermain. Hal ini merupakan pengerak sektor riil khususnya dan setiap perusahaan harus dapat bersaing dan menjalankan kebijakan strategis untuk memenangkan persaingan dalam masing-masing sektor perusahaan itu sendiri.

Persaingan usaha yang dihadapi Perseroan disikapi dengan kebijakan bisnis yang mumpuni dan terus meningkatkan kerjasama dengan perusahaan affiliasi dan induk Perseroan guna memperkuat pendanaan serta perusahaan lain yang saling keterkaitan dalam hal ini khususnya perbankan sebagai salah satu partner dalam pemberian fasilitas kredit kepada konsumen Perseroan. Kerjasama ini diharapkan akan terus berlanjut dan semakin memperkuat kinerja bisnis Perseroan dan rekanan.

Dalam hal pemberian fasilitas kredit untuk meningkatkan dan mencapai target pembiayaan yang telah ditetapkan, Perseroan terus menjalankan SOP pada proses penyaluran kredit dimana persetujuan pemberian kredit harus dengan proses yang cepat dan efisien hanya 8 jam setelah proses pengajuan pembiayaan yang diajukan oleh konsumen. Dengan kebijakan yang terus di standarisasi percepatan persetujuan pemberian kredit akan terlayani lebih baik dan menjangkau potensi pasar yang lebih luas.

Strategi pengendalian lain yang dijalankan Perseroan yaitu melakukan manajemen portofolio terhadap piutang Perseroan sebagai upaya menjalankan manajemen risiko dari Perseroan. Perseroan juga melakukan beberapa efisiensi dalam kegiatan operasional terhadap seluruh kantor cabang dan jaringan usaha Perseroan. Pengendalian beban operasional ini dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan kinerja Perseroan ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian ekonomi global.

Seluruh kebijakan strategis yang diambil Perseroan merupakan langkah Perseroan untuk meningkatkan kinerja Perseroan. Didalam pengambilan keputusan terkait kebijakan strategis Perseroan, Direksi mengutamakan musyawarah dalam rapat anggota Direksi sehingga kebijakan strategis telah diputuskan dari berbagai aspek. Selain itu, dalam setiap pengambilan keputusan terhadap kebijakan strategis, Direksi juga melakukan pembahasan dengan Dewan Komisaris untuk menjaga kepentingan Pemegang Saham Perseroan.

 

Kendala Yang Dihadapi

Dalam industri pembiayaan di tahun 2019 khususnya pembiayaan disektor otomotif dihadapkan dengan beragam tantangan dan kendala, beberapa kendala terbesar perusahaan pembiayaan adalah membangun kepercayaan perbankan sebagai salah satu pemberi pinjaman dalam penunjang operasional pembiayaan, selain itu penggunaan teknologi digital yang semakin berkembang juga merupakan adanya pesaing pembiayaan konsumen melalui fintech. Kendala yang dihadapi tentunya terkait dengan erat dalam bidang pembiayaan secara kredit, beberapa konsumen beralih ke pinjaman fintech sebagai alternatif pembiayaan yang dibutuhkan konsumen tanpa agunan yang diserahkan ke pihak pemberi pinjaman kredit. Hal ini terjadi karena konsumen hanya memerlukan dana dengan tenor atau jangka waktu kurang dari satu tahun dan sektor pembiayaan dengan dana yang tidak terlalu besar, sektor ini juga didukung oleh Pemerintah sebagai sarana percepatan pertumbuhan diberbagai sektor usaha kecil dan menengah.

Faktor lain yang menjadi kendala Perseroan adalah perkembangan pemerataan infrastruktur di wilayah luar pulau Jawa yang belum sepenuhnya terealisasi sehingga jaringan bisnis Perseroan masih terfokus pada wilayah pulau Jawa. Untuk pertumbuhan diluar pulau Jawa Perseroan masih membatasi jarak tempuh lokasi konsumen dari kantor cabang Perseroan, ini dimaksudkan untuk mempermudah konsumen membayar kembali angsuran tiap bulan atau kewajiban yang harus diselesaikan oleh konsumen selaku debitur dari Perseroan.

 

Prospek Usaha Ke Depan

Kita mengetahui beberapa lembaga dalam maupun luar negeri memperkirakan bahwa Prospek Perekonomian Indonesia pada tahun 2020 melaju stabil kendati situasi eksternal atau politik dan ekonomi global masih membayangi kinerja dalam negeri. Begitu juga pemerintah pemerintah dan pelaku usaha memantau keputusan moneter bank sentral Amerika Serikat atau The Fed untuk menurunkan suku bunga atau menggelontorkan likuiditas (quantitative easing/QE). Dengan demikian, perekonomian ekonomi Indonesia masih akan berada pada angka sekitar 5 persen per tahun dengan sedikit variasi di atasnya. Tingkah laku dan siklus belanja dan investasi menjadi penting untuk menduga arah perekonomian ke depan. Pengeluaran pemerintah tetap dapat memengaruhi siklus konsumsi dan investasi, baik melalui proses multiplier, regulasi atau deregulasi, dan efek pemberitahuan arah kebijakan baru (announcement effect).

Tanpa adanya faktor kekhawatiran terhadap resesi dan perang dagang, tahun politik biasanya memberikan dampak yang minimal terhadap variabel-variabel ekonomi tersebut. Akan tetapi, dengan kemajuan teknologi informasi seperti sekarang dalam pembentukan ekspektasi, berita-berita negatif biasanya lebih mudah diterima dan akan bertahan dalam daya ingat dalam waktu yang cukup lama. Sementara itu, berita baik memerlukan beberapa kali verifikasi. Dengan demikian, tingkah laku dan siklus belanja dan investasi menjadi penting untuk menduga arah perekonomian ke depan.

Untuk itu Perseroan juga akan terus mewaspadai dampak kemungkinan penurunan yang terjadi terhadap pasar keuangan hal ini guna mengantisipasi kenaikan suku bunga yang merupakan modal dasar atas perusahaan pembiayaan. Perseroan akan mengambil langkah- langkah prinsip tata kelola perusahaan dengan hati- hati, mengontrol likuiditas permodalan, fokus terhadap pembiayaan utama dengan kualitas kredit yang baik serta mrenjalankan mitigasi risiko pada tahun 2020.

Perseroan menyadari bahwa pada tahun 2019 lalu merupakan tahun yang penuh tantangan, ada beberapa hambatan-hambatan yang mempengaruhi pertumbuhan ekomomi global yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi Asia khususnya Negara Indonesia. Antara lain adanya potensi terjadinya resesi di AS yang ditandai dari munculnya kejadian lebih tingginya suku bunga jangka pendek dibandingkan dengan suku bunga jangka panjang (inverted yield curve), perang dagang AS-China yang memperlambat pertumbuhan dunia, tahun politik di Indonesia di mana kenduri besar pemilihan presiden dilakukan dan terakhir yaitu disrupsi teknologi yang berpotensi menghapuskan beberapa pekerjaan yang sifatnya manual, rutin dan pengulangan sehingga dapat digantikan oleh otomatisasi. Hal terakhir ini membuat masyarakat semakin khawatir terhadap prospek memperoleh ketersediaan lapangan kerja di masa depan dan mempunyai dampak pada siklus belanja sehingga dapat memengaruhi pertumbuhan ekonomi.

Kendati demikian dibandingkan dengan negara lain, kombinasi antara kebijakan makroekonomi yang berhati-hati, jumlah penduduk yang besar dan juga sedikit keberuntungan dari arus modal masuk portofolio sebagai akibat ketidakpastian di AS dan Uni Eropa, membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap mencapai pertumbuhan di atas 5,0% yakni sebesar 5,02% di tahun 2019. Meskipun pertumbuhan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan capaian tahun 2018 yakni sebesar 5,17%.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 diperkirakan akan lebih rendah yaitu menjadi 5,0% - 5,4%, pertumbuhan ekonomi ini perlu terus didorong sehingga tetap berdaya tahan di tengah risiko tertundanya prospek pemulihan perekonomian dunia. Pertumbuhan ekonomi tersebut, harus ditopang dengan permintaan domestik yang terjaga secara konsisten hal ini untuk menutupi sebagian kinerja ekspor yang menurun sejalan pengaruh perlambatan permintaan global dan penurunan harga komoditas. Perseroan percaya bahwa Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan Otoritas terkait guna memperkuat sumber, struktur, dan kecepatan pertumbuhan ekonomi, termasuk mendorong investasi melalui proyek infrastruktur dan insentif Perpajakan.

Dengan target pertumbuhan ekonomi ini, diharapkan tetap memberikan kestabilan terhadap daya beli masyarakat yang akan sangat berpengaruh pada sektor usaha di Indonesia termasuk sektor pembiayaan untuk terus tumbuh secara sehat dan kredibel, serta memiliki daya tahan terhadap krisis.

Dengan prospek Pemerintah dalam mengerakan ekonomi disemua lini sektor Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia serta pembangunan infrastruktur turut menopang pertumbuhan bisnis pembiayaan. Masih rendahnya kualitas kenyamanan dan keamanan serta infrastruktur transportasi massal di kota-kota besar juga menjadi pemicu bagi konsumen untuk tetap memiliki kendaraan bermotor. Perseroan melihat bahwa pengadaan kendaraan bermotor oleh masyarakat masih akan meningkat seiring dengan tingginya jumlah masyarakat berusia produktif atau genarasi milenial sebagai calon debitur yang memiliki kebutuhan akan kendaraan bermotor untuk aktivitas dan usahanya. Selain itu kebijakan bagi industri pembiayaan untuk lebih aktif mengambil peranan dalam pembiayaan bagi usaha di sektor kemaritiman juga menjadi prospek usaha yang menjanjikan bagi pelaku usaha industri pembiayaan.

Di tahun 2020, Perseroan menargetkan pembiaayan dalam bentuk kredit multiguna pada kendaraan bermotor dengan total 82.464 unit kendaraan roda empat, 220.200 unit kendaraan roda dua, pembiayaan Haji 11.136 Jamaah dan pembiayaan modal kerja dengan pencairan pembiayaan sebesar Rp. 3,2 Triliun.

Dengan penetapan target Perseroan tersebut, pendanaan akan terus didukung oleh Induk Perseroan serta melakukan diversifikasi sumber pendanaan, baik melalui pasar modal, pinjaman perbankan domestik sebagai salah satu pendukung pendanaan, serta tetap melakukan kerjasama penyaluran pembiayaan (channeling) dengan Bank Sinarmas sehingga likuiditas Perseroan tetap terjaga, kuat secara berkesinambungan.

 

Sumber Daya Manusia

Perseroan berpendapat bahwa pengelolaan Sumber Daya Manusia merupakan salah satu elemen terpenting yang akan memutar roda perusahan terus berjalan. Meskipun ini tidak berhubungan langsung dengan keuangan atau pendapatan Perseroan, namun secara tidak langsung dapat berimbas pada kinerja perseroan. Hal ini karena pada dasarnya Sumber Daya Manusia adalah salah satu asset Perseroan yang harus dikelola dengan baik oleh Perseroan. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berkulitas sebagai asset Perseroan maka SDM dapat menyukseskan setiap lini bisnis yang dijalankan untuk mewujudkan visi dan misi Perseroan serta target bisnis yang telah dicanangkan oleh pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Manajemen SDM memiliki tanggung jawab dan sangat berperan penting untuk mengatur pengelolaan SDM sehingga SDM tersebut memberikan hasil maksimal dan memiliki loyalitas tinggi terhadap Perseroan. Selain itu juga akan memiliki profesionalitas terbaik yang dapat diandalkan untuk mencapai tujuan dan sasaran Perseroan. Guna menunjang proses perubahan Sumber Daya Manusia yang berkualitas Perseroan terus berupaya berinovasi dalam sistem dan kebijakan perencanaan SDM, pelatihan, pengembangan jenjang karir, struktur organisasi dan sistem standar remunerasi.

Karyawan Perseroan pada akhir tahun 2019 tercatat 6.019 karyawan dengan berbagai tingkat pendidikan. Untuk program pengembangan karyawan Perseroan terus menjalankan program pelatihan secara berkelanjutan dalam bentuk Management Trainee yang selalu dievaluasi mulai dari Basic Training Program (BTP), Intermediate Training Program (ITP) sampai Advance Training Program (ATP). Selain itu juga Perseroan melakukan training untuk tenaga pemasaran disetiap jaringan kantor Perseroan yang berbasis Associate partner atau Business Partner sebagai sumber daya pemasaran sehingga Perseroan dapat menurunkan beban operasional dan memanfaatkan biaya pemasaran secara maksimal dan efektif.

 

Teknologi Informasi

Selama tahun 2019, Divisi Teknologi Informasi telah melakukan pengembangan sistem informasi dalam proses pembiayaan dan pengembangan sistem pencatatan pembiayaan (Mufins) yang digunakan oleh Perseroan. Perseroan juga telah membuat aplikasi SIMASKU yang digunakan untuk proses awal pembiayaan sehingga aplikasi ini dapat digunakan calon debitur maupun seluruh konsumen dalam hal mempermudah pengajuan kredit ke Perseroan.

Untuk kebutuhan informasi dalam mengambil keputusan secara tepat dan efisien, Perseroan juga terus memperkuat Data Warehouse dan team Big Data guna mengatisipasi persaingan khususnya dalam sektor pembiayaan kredit konsumen. Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik bahwa pemanfaatan teknologi informasi berperan penting dalam perdagangan dan pertumbuhan perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Perkembangan teknologi dari pengaruh globalisasi sekarang ini yang begitu pesat dan diiringi dengan perkembangan sistem informasi yang berbasis teknologi.

Di samping itu Divisi Teknologi Informasi juga berfungsi untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional seluruh jaringan Perseroan. Perseroan juga menetapkan standar yang tinggi sebagai acuan Standard Operating Procedure untuk menghindari dampak bencana alam, seperti banjir dan kebakaran, atau kerusakan sistem terhadap kontinuitas sistem teknologi informasi.

Ke tahun-tahun berikutnya, Perseroan akan terus berinvestasi dalam Teknologi Informasi dengan tujuan utama dari pengembangan sistem teknologi informasi Perseroan yaitu meningkatkan efisiensi kinerja Perseroan sehingga konsumen akan merasakan kemudahan terhadap akses layanan Perseroan secara berkesinambungan.

 

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan, Perseroan selalu mengacu pada peraturan, regulasi maupun yang termaktub dalam Undang- Undang Perusahaan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007. Bagi Perseroan memfokuskan dalam menjalankan program CSR adalah untuk mewujudkan bisnis yang berkelanjutan serta berbagai inisiatif yang memberikan manfaat, meningkatkan kuallitas kehidupan di lingkungan Perseroan, komunitas setempat, dan masyarakat pada umumnya yang bersinggungan dengan seluruh kantor dan jaringan usaha Perseroan.

Program tanggung jawab sosial Perseroan yaitu memberikan beasiswa terhadap putra-putri yang berprestasi dari seluruh karyawan Perseroan. Sehingga seluruh karyawan merasa peduli terhadap Perseroan karena dengan adanya kegiatan “SMMF Peduli Pendidikan 2019”. Selain itu, Perseroan juga mengadakan kepedulian tanggung jawab sosial dalam bidang kemasyarakatan dengan fokus pada sektor pendidikan, kesehatan dan gizi serta kontribusi ekonomi. Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan pada aspek sosial kemasyarakatan ini diarahkan pada program-program yang bersifat memberdayakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di lokasi sekitar Perseroan. Secara total Perseroan telah mengeluarkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp. 219 Juta di tahun 2019.

 

Tata Kelola Perusahaan

Dalam menjalankan operasionalnya, Dewan Direksi memandang pentingnya penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik sehingga hal tersebut telah menjadi bagian integral dalam proses bisnis di lingkup Perusahaan. Untuk itu, Perseroan mengadopsi standar Tata Kelola Perusahaan yang berlaku secara nasional dan internasioanal. Di sepanjang tahun 2019, Peseroan terus berupaya dan fokus pada peningkatan kualitas pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dengan cara mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan-kebijakan yang telah ada disesuaikan dengan praktik-praktik terbaik, sehingga pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dapat diterapkan di dalam semua divisi dan tingkatan organisasi Perseroan.

Perseroan melakukan penerapan dan inisiatif terkait prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan telah memiliki struktur dan sistem pengawasan yang terdiri dari Dewan Komisaris yang didukung oleh komite- komite dibawahnya dan Direksi. Pelaksanaan tata kelola Perseroan mencakup penilaian mandiri (self-assessment) yang dilakukan berdasarkan kriteria Forum Corporate Governance Indonesia (FCGI) serta penilaian mandiri yang telah disesuaikan untuk perusahaan pembiayaan.

Hal lain juga bahwa tata kelola perusahaan secara keseluruhan dapat disimpulkan selama tahun 2019 telah berjalan dengan seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang. Peningkatan akan terus dilakukan dan menjadi komitmen Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi sebagai bagian dari upaya untuk mencapai kepatuhan penuh terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku.

 

Pengendalian Internal

Kegiatan Pengendalian internal yang dilakukan Perseroan dimaksudkan guna tercapainya efektivitas dan efisiensi operasional Perseroan, menciptakan kegiatan usaha Perseroan senantiasa menghasilkan keuntungan yang maksimal dan sejalan dengan hukum serta peraturan- peraturan yang berlaku. Sistem pengendalian internal Perseroan terus ditingkatkan untuk mencapai standar pengendalian internal yang berskala internasional.

Selama tahun 2019, sistem pengendalian internal Perseroan dijalankan oleh Direksi, pejabat senior, Audit Internal dan seluruh karyawan Perseroan. Direksi memiliki tanggung jawab untuk menerapkan sistem pengendalian internal yang baik untuk mencapai tujuan Perusahaan dan memastikan pelaksanaan pengendalian internal menghasilkan pengawasan yang transparan dan bertanggung jawab.

Satuan kerja pengendalian internal Perseroan telah melakukan pemeriksaan kepada seluruh kantor cabang Perseroan terkait pengendalian internal terhadap pelaksanaan peraturan dan kebijakan Perseroan meliputi lingkungan pengendalian, Pengukuran risiko, aktivitas pengendalian, teknologi informasi dan komunikasi serta Pemantauan. Didalam kegiatan pemeriksaan, satuan kerja pengendalian internal perseroan memiliki standar operasional prosedur terkait agenda pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan secara langsung kepada Direksi.

 

Manajemen Resiko

Seiring dengan proses pembiayaan yang dijalankan oleh Perseroan hal ini tidak terlepas dari risiko-risiko yang timbul dari proses tersebut. Oleh karena itu, Perseroan selalu menerapkan praktik manajemen risiko untuk melindungi dan menjaga Perusahaan dari risiko yang timbul atas proses kegiatan operasionalnya serta menjaga tingkat risiko yang dapat diminimalisir sesuai dengan kebijakan dan arahan yang sudah ditetapkan oleh Manajemen. Penerapan pelaksanaan manajemen risiko menjadi suatu yang sangat penting dan terus ditingkatkan pelaksanaannya dengan prinsip yang terukur, dalam hal ini manajemen melakukan penelahan, pengukuran, dan pengelolaan risiko yang telah disesuaikan dengan praktik manajemen risiko sesuai dengan aturan yang ada.

Sepanjang tahun 2019, non performing financing Perseroan tercatat sebesar 2,03% turun dari tahun 2018 yang tercatat sebesar 2,57%. Peningkatan ini selalu menjadi perhatian Perseroan dalam mengelola protofolio pembiayaannya, walaupun non performing financing naik dari tahun sebelumnya Perseroan terus mematuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yaitu batas wajar untuk non performing financing adalah paling tinggi sebesar 5%.

Perseroan juga telah menerapkan sistem manajemen resiko pada pemberian fasilitas pembiayaan yang diberikan kepada konsumen melalui kegiataan Prinsip Mengenal Nasabah. Hal ini dilakukan Perseroan guna menjalankan pemantauan lapangan terhadap profil calon konsumen, yang kemudian juga dilakukan pemeriksaan profil keuangan calon konsumen melalui BI checking. Termasuk analisa-analisa keuangan, kemampuan membayar angsuran dan profil calon konsumen yang di analisa dalam bentuk system scoring yang merupakan dasar atas persetujuan pemberian fasilitas pembiayaan.

 

Penutup

Atas nama jajaran Direksi, kami menyampaikan terima kasih kepada para pemegang saham, dewan Komisaris yang telah memberikan kepercayaan atas pengelolaan Perseroan. Kami juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggin-tingginya kepada seluruh karyawan yang telah bekerja keras, bekerja sama, serta memberikan dedikasinya dalam mewujudkan target Perusahaan, sehingga kami dapat menjalankan amanat dan mengoperasikan Perseroan dengan baik pada tahun 2019.

Tak lupa juga kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, profesi penunjang, serta mitra usaha dan pemangku kepentingan lainnya atas dukungan kepada Perseroan selama ini. Semoga semua pencapaian ini memberikan manfaat bagi semua pihak, serta memberi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan berinovasi. Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kita semua.