Pesan Manajemen

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Atas nama Dewan Komisaris, saya mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan perlindungan-Nya selama tahun 2021 ini dapat terlewati dengan baik meskipun masih dalam kondisi pandemic yang sangat mempengaruhi kegiatan disemua sektor usaha. Kondisi pandemi ini juga mempengaruhi industri pembiayaan khususnya Perseroan, namun semua tantangan dan rintangan yang ditemui sepanjang tahun baik yang bersumber dari faktor eksternal maupun internal dapat teratasi dengan baik. Dewan Komisaris juga telah melaksanakan tugas, kewajiban, dan tanggung jawabnya dalam rangka pengawasan dan pemberian nasihat yang difokuskan pada pengembangan Perseroan menjadi lembaga keuangan yang sehat dan kuat dalam hal pelayanan dan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan pengalaman pada tahun sebelumnya, Perseroan juga memperkuat dalam memberikan pelayanan dalam pembiayaan guna meningkatkan daya saing terhadap lingkungan bisnis yang berkembang secara digital, dan mengubah tantangan menjadi peluang baru untuk mendukung kinerja bisnis di masa depan. Untuk itu Dewan Komisaris melaporkan dan menyampaikan hasil pengawasan atas kinerja Perseroan sepanjang tahun 2021.

  

Penilaian Kinerja Direksi

Tahun 2021 merupakan perjalanan yang masih berat bagi pelaku usaha, tantangan persaingan usaha yang dihadapi dengan perlambatan ekonomi serta ketidakpastian yang tinggi di segala bidang membuat para pelaku usaha terus berinovasi untuk tetap bertahan di masa pandemi. Dalam hal ini, Dewan Komisaris menilai bahwa Perseroan mampu menghadapi tantangan berat dan dengan prinsip kehatihatian, mampu membuat strategi perbaikan untuk tujuan jangka panjang Perseroan. Dewan Komisaris juga dapat melihat upaya nyata dari seluruh lini Perseroan dalam beradaptasi dan menjaga stabilitas kinerja Perseroan. Kinerja Perseroan sampai akhir tahun 2021, dalam masa pandemi Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp2.637 miliar, pencatatan ini mengalami kenaikan sebesar 32,40% jika dibandikan dengan tahun 2020. Total pembiayaan selama tahun 2021 ialah sebesar Rp5.843 miliar turun sebesar 0,21% dibanding tahun 2020 sedangkan total piutang usaha tercatat Rp3.765 miliar atau turun sebesar 29,00% dibanding tahun sebelumnya. Komisaris menilai bahwa kinerja Perseroan masih baik dimana Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp132 miliar dan Perseoan masih dapat mempertahankan tingkat NPL (Non Performing Loan) sebesar 1,41%.

Dari sisi keuangan, Dewan Direksi telah menjalankan fungsinya untuk memperkuat posisi pendanaan dan menjaga likuiditas Perseroan di masa pandemi dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian. Dalam kegiatan operasional Perseroan di seluruh jaringan kantor Perseroan juga telah di instruksikan untuk menaati peraturan serta protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah guna menanggulangi penyebaran virus Covid-19, selain itu juga ditambah dengan kebijakan internal yang dibuat oleh Manajemen agar seluruh karyawan mendapatkan vaksinasi lengkap. Secara umum, Dewan Komisaris memandang dan menyadari sekali bahwa kinerja sepanjang tahun 2021 ini penuh dengan tantangan dan Dewan Komisaris mengapresiasi keberhasilan Manajemen dalam mempertahankan tingkat kesehatan Perseroan, serta rencana bisnis yang telah dibuat Perseroan yang menunjukkan perbaikan signifikan kedepannya. Selain itu Dewan Komisaris juga mengapresiasi kinerja Perseroan dalam mempertahankan likuiditasnya selama masa pandemi.

 

Pandangan Atas Prospek Usaha Kedepan

Perekonomian global dihadapkan dengan banyak tantangan di tahun 2021, terutama dalam permasalahan pandemi Covid-19. Di Indonesia, aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga level 4 turut mengganggu aktivitas perekonomian domestik. Meski begitu, Indonesia mampu pulih dengan catatan pertumbuhan perekonomian naik 3,7%. Seiring dengan kebijakan dan dukungan Pemerintah terkait dengan vaksinasi Covid-19 yang telah dilaksanakan sejak tahun 2020. Untuk itu, kami optimis pertumbuhan ekonomi akan sesuai yang ditargetkan oleh Pemerintah sebesar 4,7- 5,5% di tahun 2022 yang akan menggerakan usaha di semua sektor. Peningkatan pertumbuhan ekonomi tersebut akan menggerakan sektor-sektor usaha seperti pertanian, kehutanan, perikanan dan sektor industri lain yang didorong pulihnya permintaan domestik maupun global serta meningkatnya produktivitas lahan dan penguatan nilai tambah produk. Dari peran sektor swasta dalam hal ini perusahaan pembiayaan (multifinance) otomotif juga sangat berpengaruh khususnya di sektor pembiayaan guna memberikan pembiayaan modal kerja ke semua sektor industri termasuk pembiayaan usaha kecil, atau yang konsumtif.

Dari sisi industri otomotif, penjualan mobil dan motor baru turut meningkat, masing-masing sebesar 67% dan 38% menjadi 887 ribu unit lebih dan 5,1 juta unit di tahun 2021. Dengan demikian di awal tahun 2022, Pemerintah juga kembali memperpanjang insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kategori mobil LCGC dan mobil di bawah Rp250 juta sampai September mendatang. Hal ini jadi harapan baru atas pertumbuhan industri otomotif di tahun 2022. Selain itu, Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil pada tahun 2022 akan mencapai sekitar 900 ribu unit. Proyeksi tersebut juga harus didukung oleh pemerintah untuk terus mendorong laju pertumbuhan industri otomotif sebagai salah satu sektor industri nasional.

Dari sisi internal, Perseroan terus melakukan pengembangan secara berkesinambungan terhadap proses pembiayaan yang berbasis digital, Perseroan juga terus melakukan perbaikan pada proses awal pembiayaan untuk dapat meningkatkan layanan yang lebih baik terhadap para calon nasabah yang ingin mendapatkan fasilitas pembiayaan kendaraan bermotor. Seiring dengan membaiknya pertumbuhan industri otomotif, Perseroan dapat melakukan pembiayaan kendaraan bermotor, modal kerja dengan skema anjak piutang serta pembiayaan investasi ke sektor usaha. Terkait dengan pembiayaan syariah yang dijalankan oleh Perseroan, pada tahun 2022 akan lebih berfokus pada pengembangan produk pembiayaan syariah tersebut. Untuk sumber likuiditas dan pendanaan pembiayaan Perseroan melakukan diversifikasi guna memperoleh cost of fund yang rendah. Dalam hal rencana bisnis pembiayaan Perseroan, Dewan Komisaris telah meninjau rencana bisnis tahun 2022 dan berharap Dewan Direksi dapat menjalankannya dengan baik guna mencapai target yang telah direncanakan.

 


Tata Kelola Perusahaan

Penerapan tata kelola Perusahaan merupakan salah satu yang terpenting dalam rangka menjalankan kegiatan usaha, Dewan Komisaris menyadari pentingnya penerapan prinsipprinsip Tata Kelola Perusahaan yang baik secara konsisten dan harus dimulai dari top level manajemen. Untuk itu Dewan Komisaris melakukan pengawasan secara intens guna menerapkan Good Corporate Governance (GCG), serta melalui arahan dan pemberian nasihat dalam mendukung pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) di Perseroan. Dengan demikian bahwa tata kelola mengedepankan aspek penegakan prinsip akuntabilitas, tanggung jawab mandat dan implementasi pedoman serta mekanisme untuk memastikan perilaku yang baik dalam rangka melindungi kepentingan Perseroan dan pemegang saham. Dengan kata lain, seluruh jajaran Komisaris dan Direksi berkomitmen penuh dalam menjalankan GCG secara konsisten dan implementasi dalam Perseroan.

Dalam penilaian pelaksanaan Good Corporate Governance (GCG) dilakukan dengan mandiri (self assessment) dengan kriteria FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia). Untuk tahun 2021, aspek yang dinilai yaitu kebijakan tata kelola perusahaan, pelaksanaan tata kelola perusahaan, pengungkapan, sistem pengendalian dan penghargaan atas hak-hak pemegang saham. Berdasarkan dengan hasil penilaian yang dilakukan bahwa nilai tata kelola perusahaan secara menyeluruh adalah baik. Untuk itu Perseroan harus terus menjalankan tata kelola perusahaan yang baik secara berkesinambungan guna menjaga kredibilitas Perseroan terus mendapatkan kepercayaan dari para pemangku kepentingan.

 

 
Pengendalian Internal

Dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang baik diperlukan penerapan fungsi pengendalian internal yang efektif. Dalam pelaksanaannya, Perseroan telah memiliki sistem pengendalian internal serta ketentuan dan peraturanperaturan yang berlaku serta menjamin kegiatan usaha Perseroan berjalan sesuai dengan sistem prosedur yang ditetapkan. Perseroan juga memiliki komite-komite yang membantu Komisaris dalam melakukan pengawasan dari aktivitas kegiatan operasional Perseroan. Hasil dari pengawasan dan pemantauan yang dilakukan oleh komite-komite akan ditindaklanjuti dan kemudian dilaporkan kepada Dewan Komisaris secara berkala. Hasil tersebut juga akan terus dipantau oleh Dewan Komisaris agar dapat dibahas dalam bentuk rapat dan diselesaikan sebagaimana mestinya sesuai dengan rekomendasi untuk perbaikan Perseroan.

 

 
Sumber Daya Manusia

Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan merupakan kegiatan yang penting guna mendukung pelaksanaan strategi bisnis yang selaras dengan visi dan misi Perseroan, untuk itu Perseroan terus melakukan penyelarasan struktur organisasi termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia sebagaimana dituangkan dalam rencana bisnis Perseroan. Berdasarkan hal itu, Perseroan selalu mempunyai prinsip bahwa sumber daya manusia merupakan aset terpenting Perseroan yang harus dikembangkan dan diberikan training, coaching dan motivation pada setiap karyawan agar mampu menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Untuk pengawasan pengelolaan sumber daya manusia untuk menunjang pemenuhan karyawan Perseroan tersebut, Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Nominasi dan Remunerasi yang telah menjalankan fungsinya untuk melakukan pengawasan terkait dengan pemberian remunerasi serta dalam pengkajian penilaian atas kinerja pada setiap unit kerja di organisasi Perseroan. Terkait pemberian remunerasi ini, telah berlandaskan pada kajian dan penilaian atas pengembangan karir, keahlian manajemen dengan standar yang telah dibuat dan diputuskan atas rapat Manajemen Perseroan. Sampai dengan akhir periode pelaporan, karyawan Perseroan berjumlah sebanyak 2.858 karyawan dengan beragam profil demografis. Pengelolaan Sumber Daya Manusia telah dijalankan dengan baik oleh Direksi dengan mematuhi ketentuan-ketentuan ketenagakerjaan yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

 

 
Manajeman Resiko

Pada tahun 2021 yang masih dalam kondisi pandemi yang menyebabkan terjadinya kondisi ketidakpastian dalam dunia usaha di berbagai sektoral. Hal tersebut diikuti dengan peningkatan risiko terutama pada kegiatan usaha pembiayaan. Dewan Komisaris memahami, semakin tingginya risiko yang harus dihindari dan harus mengelolanya dengan baik sehingga Perseroan dapat melakukan identifikasi, pengukuran, pemantauan, dan pengendalian risiko pembiayaan. Penerapan manajemen risiko yang memadai dan efektif merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian Dewan Komisaris pada era pandemic saat ini. Perseroan terus melakukan upaya pengendalian risiko yang bertujuan agar kegiatan operasional yang dilakukan Perseroan tidak menimbulkan kerugian maupun yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha Perseroan.

Dengan demikian Perseroan dapat melakukan pemantauan pada proses pembiayaan dan portofolio yang dikelola oleh Perseroan secara ketat hingga proses pelunasan pembiayaan. Pemantauan pengelolaan portofolio Perseroan tercermin dalam suatu indikator non performing financing (NPF), dimana pada akhir tahun 2021 NPF Perseroan sebesar 1,41% hal ini mengalami penurunan dari tahun 2020 yang tercatat sebesar 1,85%.

 

Cara Pemberian Nasihat Kepada Direksi

Selama tahun periode 2021, Dewan Komisaris terus melakukan rapat serta berkoordinasi dengan Dewan Direksi untuk melakukan pembahasan-pembahasan yang terkait dengan permasalahan serta kebijakan untuk mencapai target Perseroan yang telah ditetapkan pada rencana bisnis Perseroan. Hal ini dilakukan oleh Dewan Komisaris sebagai bentuk pemberian nasihat, saran dan rekomendasi kepada Dewan Direksi terkait dengan kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Dewan Direksi. Sehingga kegiatan operasional Perseroan dapat berjalan dengan tata kelola yang baik dan mentaati ketentuan dari peraturan otoritas serta regulator.

 
Program Berkelanjutan

Dalam program berkelanjutan selaku Dewan Komisaris kami terus mendukung dan memberikan arahan serta pengawasan kepada jajaran Manajemen untuk menjalankan program berkelanjutan agar program CSR (Corporate Social Responsibility) ini dilakukan pada wilayah kantor operasional Perseroan.

Sepanjang tahun 2021 Perseroan menjalankan program berkelanjutan dengan memberikan bantuan-bantuan kepada seluruh karyawan dan keluarganya terkait dengan kesehatan yang terdampak oleh penyebaran virus corona dan program bantuan berupa obat-obatan serta bahan makanan. Selain itu, Perseroan melakukan rapid test antigen untuk karyawan yang akan bekerja dikantor, serta memberikan bantuan kebutuhan multivitamin secara langsung kepada karyawan. Tak henti-hentinya juga kami menjalankan program penghematan energi dan penggunaan kertas bekas di kantor pusat dan seluruh kantor cabang Perseroan.

 

Penutup

Atas nama Dewan Komisaris, kami memberikan apresiasi kepada Dewan Direksi dan seluruh karyawan PT Sinar Mas Multifinance yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan mampu menghadapi tantangan di masa pandemic Covid-19 dengan tetap menjalankan prinsip tata kelola secara konsisten sehingga Perseroan masih dapat terus berjalan secara berkesinambungan.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder atas kepercayaan dan dukungannya kepada Perseroan, tak lupa juga kami sampaikan kepada seluruh otoritas dan regulator atas kepercayaan yang telah diberikan yang tiada henti bagi Perseroan.

LAPORAN DEWAN DIREKSI

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga PT Sinar Mas Multifinance dapat melalui tahun 2021 dengan baik meskipun penuh dengan tantangan serta masih dalam kondisi pandemi Covid-19 yang masih sangat mempengaruhi perekonomian Indonesia. Dalam hal ini, perkenankanlah kami selaku Dewan Direksi menyampaikan laporan perkembangan dan pengelolaan kegiatan operasional Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.

 

Tinjauan dan Pandangan Perekonomian Indonesia

Pertumbuhan ekonomi masih sangat dipengaruhi oleh pandemi Covid-19 dan kami memandang bahwa perbaikan ekonomi nasional dan global pada 2021 terus berlanjut meski belum berimbang akibat perbedaan tingkat vaksinasi dan kemampuan stimulus kebijakan masing-masing negara. Pada 2021, pemulihan ekonomi sempat tertahan seiring dengan merebaknya Covid-19 varian Delta pada triwulan-II 2021. Lebih dari itu, varian Delta memiliki karakteristik yang sangat cepat menular dan lebih ganas dibandingkan dengan varian lainnya, sehingga berdampak signifikan pada kesehatan, kemanusiaan, dan perekonomian secara keseluruhan.

Namun demikian, pertumbuhan ekonomi tahun 2021 tumbuh sebesar 3,69% hal ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2020 yang mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 2,07%. Dalam pertumbuhan ekonomi tahun 2021, lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 10,46%, diikuti informasi dan komunikasi sebesar 6,81%, pengadaan listrik dan gas sebesar 5,55%. Untuk industri pengolahan yang memiliki peran dominan tumbuh sebesar 3,39%, untuk pertanian kehutanan dan perikanan serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor masing-masing tumbuh sebesar 1,84% dan 4,65%. Sedangkan, inflasi pada tahun 2021 tercatat sebesar 1,87% (yoy) dan meningkat jika dibandingkan dengan inflasi tahun 2020 yang hanya mencapai 1,68% (yoy). Hal ini masih terkendali pada level yang stabil serta berada di bawah kisaran target 3±1% (yoy) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Hasil pengendalian ini tidak terlepas dari peran kerja Pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dimana inflasi yang rendah dan stabil merupakan langkah yang baik bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Sementara itu dalam sektor industri otomotif, penjualan mobil dan motor baru turut meningkat, masing-masing sebesar 67% dan 38% menjadi 887 ribu unit lebih dan 5,1 juta unit. Dengan adanya insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kategori mobil LCGC dan mobil di bawah Rp250 juta, hal ini sangat membantu terhadap pertumbuhan industri otomotif di tahun 2021. Sejalan dengan sentimen positif itu, industri pembiayaan dapat meningkatkan pertumbuhan kinerja khususnya pembiayaan dibidang otomotif.

Dengan keberlanjutan tren pemulihan perekonomian Indonesia serta pelaksanaan program pemulihan ekonomi nasional akan terus di jalankan Pemerintah dengan pengelolaan fiskal jangka menengah lebih fleksibel untuk bisa melakukan countercyclical atau menjaga kestabilan ekonomi serta melalui berbagai program perlindungan sosial yang akan berdampak positif terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat.

Pertumbuhan industri pembiayaan juga mengikuti kebijakan dan program Pemerintah sehingga dalam pertumbuhannya dapat berpengaruh jika daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat semakin pulih. Jika pertumbuhan ekonomi semakin baik dan inflasi terkendali maka sektor ril dapat berjalan dengan baik dan akan membangkitkan para pelaku usaha disektor Produksi, Otomotif, Pertambangan, Jasa, Perbankan dan keuangan maupun disektor lainya di Indonesia.

 

Kinerja Perseroan Tahun 2021

Secara keseluruhan, Perseroan berhasil menutup kinerja pada tahun 2021 dengan pertumbuhan usaha yang positif, dimana Perseroan dapat mencatatkan laba bersih sebesar Rp132 miliar di masa pandemi ini. Pendapatan usaha Perseroan sebesar Rp2.637 miliar, hal ini mengalami kenaikan sebesar 32,40% dari tahun 2020, beban usaha Perseroan sebesar Rp2.485 miliar. Dari sisi kredit bermasalah (Non Performing Financing), terjadi penurunan dari tahun 2020 sebesar 1,85% menjadi 1,41% pada tahun 2021.

Jumlah aset Perseroan menurun sebesar 10,94% dari Rp7.998 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp7.123 miliar per 31 Desember 2021. Penurunan ini terutama dikarenakan oleh adanya penurunan signifikan pada beban penghapusan aktiva produktif pada pembiayaan anjak piutang. Dalam rangka menjaga aset Perseroan, manajemen terus melakukan strategi dan inisiatif serta meningkatkan keahlian dari sumber daya manusia dalam meningkatkan produktivitas penagihan dengan cara melakukan pemberian pelatihan secara berkala. Perseroan juga terus mengevaluasi dalam penanganan pembiayaan yang bermasalah.

Atas pencapaian tersebut tidaklah terlepas dari strategi yang telah ditetapkan sepanjang tahun, pengelolaan risiko pembiayaan, manajemen sumber daya manusia (SDM), penguatan teknologi informasi, serta peningkatan kualitas layanan kepada konsumen. Manajemen juga terus memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi kinerja Perseroan khususnya dimasa pandemik dalam menjalankan bisnis pembiayaan sepanjang tahun 2021.

 

Kendala yang Dihadapi dan Kebijakan Strategis Penyelesaian Perusahaan

Sepanjang tahun 2021 merupakan tahun yang penuh tantangan serta puncaknya pandemi virus corona yang memberikan dampak besar bagi seluruh sektor industri di Indonesia, termasuk perusahaan pembiayaan (multifinance). Bagi Perseroan, ada beberapa yang menjadi kendala utama yang dihadapi dalam kegiatan operasional Perseroan diantaranya yaitu adanya pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang menganggu mobilitas karyawan terutama untuk penagihan kredit menjadi terbatas selama pandemi, adanya permintaan restrukturisasi pembiayaan dari nasabah, selain itu juga selama pandemi pembiayaan mobil bekas yang menurun, serta adanya penurunan daya beli masyarkat yang berimbas lesunya sektor usaha kecil dan menengah dan persaingan yang semakin ketat.

Dengan beberapa kondisi dan kendala yang dihadapi, Manajemen Perseroan terus berupaya mengatasi dengan beberapa kebijakan strategis dan mengambil langkahlangkah yang cepat antara lain dengan melakukan kerjasama dengan payment point sehigga nasabah dapat membayar angsuran secara online dengan mudah dan memberikan pelayanan yang fleksibel, memberikan program discount untuk nasabah repeat order dengan histori pembayaran baik, serta terus mengembangkan digitalisasi sehingga kinerja Perseroan semakin efektif.

Namun demikian meskipun adanya pembatasan kegiatan masyarakat yang mempengaruhi kegiatan operasional, Perseroan mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi penyebaran virus corona diseluruh wilayah Indonesia.

 

Prospek Usaha

Pertumbuhan ekonomi nasional dan pengaruh ekonomi global, naik nya harga komoditas dan kelangkaan beberapa bahan pokok masih akan menjadi isu penting pada tahun 2022. Dan masih berlangsungnya penyebaran virus corona dengan varian baru Omicron menjadi salah satu pengaruh terhadap industri keuangan Indonesia. Namun demikian Dewan Direksi telah menetapkan kebijakan serta strategi dalam rencana bisnis tahunan berdasarkan data-data internal pertumbuhan pembiayaan Perseroan dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi dan khususnya sektor industri pembiayaan.

Dengan pandangan pertumbuhan industri pembiayaan yang positif di tahun depan, Perseroan optimis dapat meningkatkan pembiayaan kendaraan bermotor dan pembiayaan syariah sesuai dengan target yang ditetapkan. Untuk tahun 2022, Perseroan menargetkan dalam rencana bisnis bahwa untuk pembiayan kredit multiguna kendaraan bermotor sebanyak 69.000 unit atau Rp4,6 triliun dan pembiayaan modal kerja dengan skema anjak piutang sebesar Rp2,2 triliun sedangkan untuk pembiayaan prinsip syariah dengan pembiayaan ibadah haji sebesar 9.000 jamaah atau Rp207 miliar dan pembiayaan investasi sebesar Rp240 miliar.

Dengan penetapan target Perseroan tersebut, pendanaan Perseroan akan terus didukung oleh Induk Perseroan serta melakukan diversifikasi sumber dana, baik melalui pasar modal dengan penerbitan efek surat utang, pinjaman perbankan domestik sebagai salah satu pendukung pendanaan dengan mata uang rupiah, serta tetap melakukan kerjasama penyaluran pembiayaan bersama (Join Financing) dengan Bank sehingga likuiditas (channeling) Perseroan tetap terjaga, kuat secara berkesinambungan. Selain itu juga Perseroan akan mengambil langkah langkah prinsip tata kelola perusahaan dengan hati-hati, mengontrol likuiditas pendanaan, fokus terhadap pembiayaan utama dengan kualitas kredit yang baik serta menjalankan mitigasi risiko yang terukur pada tahun 2022.

Oleh sebab itu, Perseroan terus mengevaluasi kebijakan dan strategi yang akan disesuaikan dengan kondisi persaingan usaha dan kegiatan operasional Perseroan sehingga dapat berkompetisi dalam industri pembiayaan khususnya pembiayaan kendaraan bermotor.

 

Tata Kelola Perusahaan

Kami selaku Dewan Direksi Perseroan menyadari bahwa penerapan tata kelola yang baik akan mampu mendorong kelangsungan kegiatan usaha Perseroan dalam jangka panjang. Untuk itu Perseroan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik secara berkesinambungan melalui penerapan prinsip-prinsip keterbukaan, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, kesetaraan dan kewajaran. Evaluasi terhadap Pedoman Penerapan Tata Kelola Perusahaan Yang Baik yang dimiliki Perseroan terus dilakukan sehingga tidak hanya sekedar untuk memenuhi ketentuan regulasi namun juga dapat meningkatkan kinerja Perseroan.

Dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance - GCG) Perseroan berkomitmen dan menjalankan peraturan-peraturan yang berpedoman kepada peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2020 tentang perubahan atas POJK Nomor 20/POJK.05/2014 tentang Tata Kelola Perusahaan Yang Baik Bagi Perusahaan Pembiayaan dan praktik-praktik terbaik (best practices) di industri multifinance.

 

Manajemen Risiko

Dalam menjalankan serta mengelola kegiatan operasional Perseroan yang terus berhadapan dengan tantangan dan risiko, Perseroan terus mengevaluasi manajemen risiko sehingga dapat mengelola Risiko yang dapat menyebabkan terganggunya business sustainability dan tujuan usaha yang ingin dicapai. Perseroan selalu berpedoman kepada ketentuan financing ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 44/POJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko bagi Lembaga Jasa Keuangan NonBank serta Peraturan Nomor 4/POJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Lembaga Jasa Keuangan NonBank. Selain itu, Perseroan memiliki sistem dan prosedur serta unit kerja manajemen risiko yang tugasnya memastikan seluruh proses kegiatan pembiayaan dapat terjaga dari sisi tingkat risiko pembiayaan. Adapun sistem tersebut berfungsi mencegah atau mengurangi terjadinya gangguan terhadap operasional Perseroan, sehingga dapat memastikan ketersediaan layanan dan kebutuhan dari para pemangku kepentingan sesuai dengan kebijakan dan arahan yang sudah diterapkan oleh Manajemen.

 

Sumber Daya Manusia

Bagi Perseroan bahwa sumber daya manusia merupakan salah satu aset yang dapat dikembangkan guna mencapai tujuan dan target Perseroan yang telah ditetapkan. Pengembangan dan pelatihan secara internal dilakukan Manajemen ke seluruh jaringan Perseroan dan dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kompetensi dari SDM Perseroan sehingga akan menambah daya saing khususnya dalam persaingan industri pembiayaan secara nasional. Sepanjang tahun 2021 Perseroan melakukan proses pengelolaan dan program SDM dapat berjalan dengan baik meskipun ditengah-tengah pandemi. Untuk proses pencarian kandidat atau karyawan baru dapat berjalan dengan baik melalui tahapan-tahapan antara lain: proses rekrutmen, pemberian pelatihan dan penempatan sesuai dengan bidang masing-masing dan kebutuhan di setiap wilayah kantor cabang.

Sejalan dengan hal tersebut, Perseroan juga senantiasa memperhatikan aspek Keselamatan dan Keamanan Kerja bagi seluruh karyawan selama masa pandemi yang masih berlangsung. Dan untuk program pelatihan berkelanjutan yang dilakukan oleh Perseroan adalah dimulai dari Management Trainee hingga tingkat Manajerial di dalam struktur organisasi Perseroan, antara lain: Basic Training Program (BTP), Intermediate Training Program (ITP) sampai Advance Training Program (ATP). Sampai dengan akhir tahun 2021 jumlah sumber daya manusia Perseroan tercatat sebanyak 2.858 karyawan.

 

Teknologi Informasi

Untuk memudahkan aktivitasnya Perseroan terus menggunakan teknologi informasi sesuai kebutuhan untuk mempermudah dan meningkatkan efisiensi dalam kegiatan operasional Perseroan seperti kertas kerja pelaporan, portal untuk knowledge management dan informasi – informasi SOP, database tindakan perbaikan dan perangkat lunak alat analisis data sebagai pengambil keputusan dalam menjalankan kegiatan usaha Perseroan. Selain itu juga, Perseroan menggunakan teknologi informasi sebagai media dalam rangka mendistribusikan keterbukaan informasi yang terbaik bagi para pemangku kepentingan.

Dan masa situasi pandemi Perseroan terus menggunakan sistem yang terintegrasi dalam proses pembiayaan, hal ini guna mempermudah para konsumen mendapatkan kebutuhan pembiayaan yang cepat dan efisien. Perseroan akan terus mengembangkan dan memperbaharui sistem teknologi informasi guna menunjang kegiatan operasional secara berkelanjutan sehingga kinerja Perseroan menjadi efektif dan efisien.

 

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Menjalankan tanggung jawab sosial merupakan komitmen Perseroan untuk berhubungan dengan masyarakat sekitar di seluruh wilayah operasi maupun dengan para mitra bisnis yang lebih luas di tingkat nasional. Hal ini tidak dapat terpisahkan karena masyarakat sekitar merupakan pemangku kepentingan yang penting bagi pertumbuhan bisnis Perseroan. Perseroan selalu mengacu pada peraturan, regulasi maupun yang termaktub dalam Undang-Undang Perusahaan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007.

Sepanjang tahun 2021 program tanggung jawab sosial yang dijalankan oleh Perseroan adalah program kesehatan bagi karyawan dan keluarganya yang terdampak oleh penyebaran virus corona Covid-19 dan program bantuan berupa obatobatan serta bahan makanan. Untuk kegiatan ini Perseroan telah mengeluarkan dana sebesar Rp450 juta. Selain itu juga sebagai bentuk komitmen Perseroan dalam program tanggung jawab sosial, kegiatan ini dilakukan pada lingkungan di seluruh jaringan kantor cabang Perseroan yang meliputi bidang lingkungan dan bidang pengembangan sosial dan kemasyarakatan.

 

Pengendalian Internal

Perseroan melaksanakan pengendalian internal secara efektif terhadap risiko yang melekat dalam pelaksanaan kegiatan usaha pada seluruh jaringan usaha Perseroan. Dengan adanya sistem pengendalian internal ini maka kegiatan bisnis Perseroan akan menjadi efektif dan efisien sehingga akan senantiasa menghasilkan keuntungan serta aset Perseroan, menjamin tersedianya pelaporan keuangan, meningkatkan kepatuhan Perseroan terhadap ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta mengurangi risiko terjadinya kerugian, penyimpangan dan pelanggaran sesuai dengan prinsip kehati-hatian.

Dalam Pengendalian Internal, Perseroan memiliki unit departemen kerja pengendalian internal yang diselenggarakan oleh Departemen Audit Internal dalam melakukan penilaian dan pengawasan seluruh unit kerja. Departemen Audit Internal menggunakan kriteria yang telah ditetapkan oleh Komite Audit untuk menjalankan fungsinya. Adapun hasil dari pengendalian internal ini akan diteruskan ke Manajemen dalam melakukan evaluasi dan perbaikan sistem maupun kebijakan yang telah dijalankan. Perseroan menjalankan sistem pengendalian internal ini ke seluruh unit kerja sehingga dari pelaksanaan dan pengawasannya dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

 

 

Penutup dan Apresiasi Bagi Pemangku Kepentingan

Atas nama jajaran Direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan bagi Para Pemegang Saham, Dewan Komisaris serta Komite-Komite Perseroan, mitra bisnis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pemerintah dan masyarakat atas dukungan kepada Perseroan sepanjang tahun 2021.

Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh karyawan Perseroan atas kontribusi, dedikasi, loyalitas dan semangat dalam menunjang kegiatan operasional Perseroan. Perseroan berkomitmen untuk dapat terus mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan dalam mencapai visi dan misi Perseroan serta memberikan manfaat kepada seluruh pemangku kepentingan.