Ketenagakerjaan

Dalam menjalankan bisnis, Perseroan selalu mengedepankan hubungan yang baik antara manajemen dan seluruh karyawan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial Perseroan dalam praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Perseroan terus berupaya menjamin hak dan kewajiban karyawan sesuai dengan amanat perundang-undangan dan peraturan Perusahaan dalam menjalankan beberapa program yang berdasarkan pada kebijakan praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Kesetaraan Gender dan Kesempatan Kerja

Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha dan operasional, memperhatikan kesetaraan gender dan kesempatan kerja didalam seluruh jenjang Perseroan. Sebagian kegiatan usaha Perseroan yang banyak diisi oleh kegiatan yang memiliki risiko terhadap pelaksanaan kegiatan operasional yang cukup tinggi, namun Perseroan tetap memberikan ruang dan kesempatan bagi seluruh gender untuk mengambil peran dalam pelaksanaan kegiatan operasional tersebut.

Pendidikan dan Pelatihan

Perseroan melihat peningkatan pada kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan dilakukan dengan pemberian latihan dan pendidikan bagi karyawan Perseroan. Program yang telah dijalankan oleh Perseroan adalah program pendidikan Management Trainee dengan berbagai jenjang mulai dari Basic Training Program (BTP), Intermediate Training Program (ITP) sampai Advance Training Program (ATP). Selain itu, Perseroan juga menjalankan program sertifikasi yaitu sertifikasi profesi penagihan, sertifikasi dasar manajerial dan sertifikasi manajemen risiko. Sertifikasi dilakukan sebagai wujud kepatuhan Perseroan pada Pasal 50 POJK No.29/ POJK.05/2014 tentang Penyelengaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Sertifikasi diharapkan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Perseroan terutama bagian penagihan dan tim manajerial Perseroan dalam bersaing di Industri pembiayaan.

Prasarana, Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Perseroan berpendapat bahwa menciptakan prasarana yang baik dalam menunjang kegiatan operasional dan pelaksanaan kerja merupakan penerapan dan pemeliharaan perilaku yang dapat mewujudkan keselamatan dan kesehatan kerja bagi karyawan. Selain berperan penting dalam menunjang keberhasilan aktivitas usaha Perseroan, keselamatan dan kesehatan kerja juga memiliki makna strategis yang menjaga keberadaan Perseroan. Perseroan menempatkan aspek keselamatan dan ksehatan kerja sebagai prioritas utama kepada seluruh karyawan baik di kantor pusat maupun diseluruh jaringan kantor cabang Perseroan. Perseroan juga berkomitmen penuh untuk terus menyempurkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja guna menjadi perusahaan pembiayaan yang terus tumbuh secara berkesinambungan.

Remunerasi

Remunerasi merupakan sesuatu bagian penting yang diberikan kepada karyawan sebagai manfaat finansial atas jasa, kontribusi, dan prestasi yang didedikasikannya kepada Perseroan. Hal ini juga bagian penting dalam tanggung jawab Perseroan kepada karyawan atas pekerjaan yang telah dikerjakan oleh karyawan secara rutin sebagaimana ditetapkan dalam peraturan perusahaan. Remunerasi yang sesuai menunjukkan tingkat keseriusan Perseroan dalam memberikan kesejahteraan kepada karyawan. Sepanjang 2019, Perseroan telah memberikan remunerasi sebesar Rp 16.061 juta, mengalami kenaikan 32% dari tahun 2018. Didalam remunerasi karyawan, Perseroan telah menetapkan beberapa imbal balik yang harus diterima oleh karyawan Perseroan yaitu : tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, hadiah, dan hal lain yang dianggap perlu untuk memberikan kesejahteraan bagi karyawan. Kenaikan remunerasi tahunan Perseroan juga memperhatikan penyesuaian inflasi dan biaya hidup di masing-masing jaringan kantor kerja Perseroan serta mengikuti peraturan-peraturan daerah dimana kantor cabang Perseroan beroperasi. Hal ini dimaksudkan sebagai tanggung jawab Perseroan terhadap karyawan dalam hidup layak dan mampu memberikan keahlian dalam mendukung kinerja Perseroan tanpa ada kekhawatiran terhadap tidak terpenuhinya kebutuhan dasar karyawan.

Mekanisme Pengaduan Masalah Ketenagakerjaan

Untuk masalah pengaduan ketenagakerjaan Perseroan menetapkan bahwa Perseroan memiliki mekanisme penyelesaian secara internal yang didasari oleh musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan karyawan. Perseroan terus mengupayakan agar penyelesaian pada tingkatan ini dapat menyelesaikan seluruh permasalahan sesegera mungkin, namun jika permasalahan karyawan sampai pada tahapan tidak terselesaikan melalui mekanisme permusyawarahan, maka Perseroan menetapkan permasalahan karyawan diselesaikan pada tingkat Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI). Jika terjadi dan timbulnya permasalahan pada karyawan maka Perseroan dengan cepat melakukan penyelesaian hal ini untuk menghindari perselisihan yang berkepanjangan. Selain itu Perseroan memandang bahwa hubungan karyawan dengan Perseroan seharusnya berada pada tingkatan yang saling menguntungkan. Perseroan selalu berupaya untuk mengurangi permasalahan dengan karyawan untuk menjaga kinerja optimal karyawan dan Perseroan.