Pesan Manajemen

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan Puji dan Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga PT. Sinar Mas Multifinance dapat melalui tahun 2016 dengan raihan yang baik. Selanjutnya, perkenankan kami untuk menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengawasan atas pengelolaan perusahaan yang dilakukan Direksi selama tahun 2016

 

Penilaian Kinerja Direksi

Tahun 2016 merupakan tahun yang penuh tantangan untuk perekonomian Indonesia. Kondisi politik dalam negeri sangat berpengaruh pada kinerja perekonomian tahun 2016. Pengaruh situasi politik dalam negeri banyak mempengaruhi kegiatan perekonomian terutama pada pertumbuhan investasi di Indonesia. Turbelensi dan dinamika terkait pemilihan Kepala Daerah ikut berpengaruh banyak terhadap kegiatan perekonomian dalam negeri.

Keberlanjutan program paket ekonomi untuk mendorong investasi infrastruktur di Indonesia tetap menjadi daya dorong utama yang banyak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal lain yang banyak mendapat sorotan di tahun 2016 ialah adanya program pengampunan pajak atau tax amnesty. Program pengampunan pajak ini diharapkan akan banyak membantu pemerintah Indonesia dalam hal menopang penerimaan negara dari sektor pajak.

Sepanjang tahun 2016, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 867 miliar, mengalami peningkatan 18,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih yang dibukuan Perseroan juga mengalami peningkatan 97% menjadi Rp 101 Miliar. Total pembiayaan selama tahun 2016 ialah sebesar Rp 4,83 Triliun naik sebesar 10,1% dibanding tahun 2015, sementara itu total piutang usaha pada tahun 2016 tercatat Rp 3,08 Triliun atau naik sebesar 44,9% dibanding tahun sebelumnya. Kredit bermasalah (NPF) Perseroan pada akhir Desember 2016 tercatat sebesar 3,6% mengalami kenaikan dari tahun 2015 yang tercatat sebesar 1,6%.

Dari sisi operasional, Perseroan menjalankan usaha dengan jaringan 105 kantor cabang dan 306 outlet. Kantor cabang  dan outlet tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia . Untuk meningkatkan optimalisasi dan efektivitas kinerja kantor cabang dan outlet, maka seluruh kantor cabang dan outlet menggunakan standar sistem dan prosedur kerja yang baik serta didukung oleh penerapan sistem teknologi yang terintegrasi. Selain itu, upaya peningkatan kinerja operasional dilakukan melalui sentralisasi di beberapa fungsi yaitu fungsi analisa kredit dan penagihan. Upaya ini dilakukan sebagai langkah efisiensi dan pengendalian terhadap fungsi analisa kredit dan penagihan. Kinerja operasional Perseroan dilakukan evaluasi dan pengawasan dengan Direksi untuk memastikan kesesuaian antar kebijakan dan tata kelola Perseroan.

Pengawasan Implementasi Strategi

Didalam menjalankan kegiatan Perseroan, Dewan Komisaris melakukan fungsi pengawasan atas seluruh kebijakan dan aktivitas yang diambil oleh Direksi Perseroan. Pada tahun 2016, Perseroan banyak menitikberatkan implementasi pada 3 hal utama yaitu, peningkatan pembiayaan, peningkatan kualitas pembiayaan, dan efisiensi operasional Perseroan.

Didalam strategi peningkatan pembiayaan, Perseroan telah mengambil beberapa langkah penting seperti peningkatan pemasaran melalui kemitraan yang saat ini banyak menopang pertumbuhan pembiayaan Perseroan. Terhadap strategi ini, Dewan Komisaris melakukan pengawasan dengan memberikan arahan terhadap bentuk kemitraan yang tepat dan berkelanjutan. Hal ini penting, dikarenakan Dewan Komisaris melihat bahwa peningkatan pembiayaan tidak dapat dilakukan pada satu momen waktu saja, tapi harus merupakan suatu keberlanjutan. Didalam strategi peningkatan kualitas pembiayaan, Perseroan mengambil langkah untuk menjaga rasio piutang bermasalah tetap dibawah 5% sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan. Selain itu, Perseroan juga melakukan upaya peningkatan cadangan piutang untuk menjaga kemungkinan penurunan kualitas piutang pembiayaan Perseroan. Dewan Komisaris melakukan pengawasan dengan mengikuti perkembangan rasio piutang pembiayaan bermasalah dan terus memberikan masukan terhadap pengendalian rasio piutang pembiayaan kepada Direksi Perseroan. Didalam strategi efisensi operasional, Perseroan mengambil langkah untuk menjaga rasio biaya operasional dibanding pendapatan operasional tetap berada pada tingkat paling tinggi 80%. Upaya yang dilakukan Perseroan melalui sentralisasi beberapa fungsi seperti fungsi analisa kredit dan penagihan merupakan bagian dari strategi tersebut. Dewan Komisaris melakukan pengawasan dengan mengikuti perkembangan atas upaya efisiensi yang dijalankan oleh Perseroan. Terhadap keseluruhan strategi yang dijalankan Perseroan, Dewan Komisaris aktif melakukan pengawasan untuk menjaga agar strategi yang dijalankan sesuai dengan tujuan Perseroan.


Prospek Usaha Kedepan

Perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh sekitar 5 - 5,4% pada tahun 2017, target pertumbuhan ekonomi ini tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi yang dicapai tahun 2016 yaitu 5,02%. Hal ini tetap menjadi harapan bagi perbaikan makro ekonomi Indonesia. Pemerintah Indonesia juga menargetkan untuk menjaga kestabilan harga, suku bunga pasar dan nilai tukar Rupiah terhadap USD. Peningkatan perekonomian ini juga menjadi harapan untuk peningkatan produk domestik bruto (PDB) yang menjadi indikator konsumsi domestik.

Terkait dengan industri pembiayaan, pertumbuhan perekonomian ini diharapkan meningkatkan daya beli konsumen terhadap kendaraan bermotor yang sangat terkait dengan industri pembiayaan. Masih rendahnya kualitas kenyamanan dan keamanan serta infrastruktur transportasi massal di kota-kota besar juga menjadi pemicu bagi konsumen untuk tetap memiliki kendaraan bermotor. Selain itu berdasarkan berbagai penelitian, menunjukkan bahwa sekitar 66,5% penduduk Indonesia merupakan usia produktif yang berpotensi untuk memerlukan kendaraan bermotor untuk aktivitas dan usahanya. Selain untuk melakukan pembiayaan bagi kendaraan bermotor, Pemerintah Indonesia telah mendorong bagi industri pembiayaan untuk mengambil porsi lebih dalam memberikan pembiayaan bagi kalangan usaha seperti usaha kecil menengah dan usaha kemaritiman. Pelaku usaha di industri pembiayaan melihat peluang yang cukup besar untuk masuk ke ranah pembiayaan investasi dan pembiayaan modal kerja. Pelaku usaha saat ini melihat bahwa sumber pendanaan untuk kegiatan usaha dari industri pembiayaan menjadi pilihan yang menarik. Ditengah situasi yang dinamis ini, industry pembiayaan diharapkan akan lebih banyak lagi memberikan pembiayaan bagi industri lain walaupun tetap harus menjaga kualitas dari pembiayaan yang telah diberikan.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang telah disebutkan, adalah tepat jika untuk tahun 2017 untuk menargetkan pertumbuhan pembiayaan multiguna kategori pembelian dengan angsuran mobil bekas sebesar 15%, pembiayaan multiguna kategori pembelian dengan angsuran motor bekas sebesar 8%. Sedangkan untuk pembiayaan modal kerja yang dikhususkan untuk mendorong kemajuan dunia usaha, Perseroan menargetkan akan mengalami penurunan sebesar 25%. Pembiayaan modal kerja dilakukan dengan kategori pembiayaan dengan pemberian jaminan dari pemberi penjual piutang.

Untuk menunjang pertumbuhan pembiayaan, Perseroan perlu menjaga sumber pendanaannya agar tetap memberikan kinerja yang kompetitif. Perseroan harus terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan, baik melalui pasar modal, pinjaman perbankan domestik serta kerjasama penyaluran pembiayaan (channeling) dengan Bank Sinarmas sehingga likuiditas Perseroan tetap terjaga.

Untuk meningkatkan competitive advantage yang menjadi daya tarik Perseroan terhadap konsumen, Perseroaan terus melakukan upaya peningkatan pelayanan dengan pengembangan kegiatan pemasaran dan operasional. Perseroan juga akan memberikan fokus pada kegiatan yang bersifat added value untuk mendorong peningkatan kepuasan konsumen dan mitra usaha.

Perseroan juga akan perlu untuk meningkatkan standar dan kualitas praktik manajemen resiko. Hal ini dilakukan guna memastikan kualitas portofolio yang sehat dengan fluktuasi pasar dan tantangan industri yang semakin kompetitif. Pelaksanaan manajemen resiko untuk tahun 2015 juga telah dilakukan penilaian mandiri (self assessment) sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.4/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat Risiko Perusahaan Pembiayaan

 
Tata Kelola Perusahaan

Perseroan sangat menyadari bahwa ditengah era keterbukaan informasi dan transparansi saat ini, maka penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan bagian yang sangat penting dalam operasional Perseroan. Penerapan GCG menjadi elemen penting dalam mengoptimalkan nilai perusahaan agar memiliki daya saing yang kuat secara nasional, sehingga mampu mempertahankan eksistensi dan keberlanjutan masa depan Perseroan.

Penilaian terhadap praktik GCG Perseroan dilakukan dengan penilaian mandiri (self assessment) berdasarkan kriteria FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia). Penilaian dilakukan pada akhir tahun 2016 dengan aspek-aspek yang dinilai adalah penghargaan atas hak-hak pemegang saham, kebijakan tata kelola perusahaan, praktik-praktik tata kelola perusahaan, pengungkapan, dan sistem pengendalian. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, hasil nilai tertimbang yang diperoleh perusahaan menunjukkan nilai tata kelola perusahaan secara keseluruhan adalah Baik.

Dewan Komisaris bersama Direksi memegang komitmen penuh untuk menerapkan GCG secara konsisten dan maksimal dalam implementasinya. Aspek yang selalu diutamakan dalam penerapan GCG Perseroan adalah penegakan prinsip akuntabilitas, tanggung jawab mandate dan implementasi pedoman serta mekanisme untuk memastikan prilaku yang baik dalam rangka melindungi kepentingan perusahaan dan pemegang saham.

Perseroan juga terus melakukan upaya peningkatan terhadap berbagai perangkat yang terkait dengan penerapan prinsip GCG dalam operasional Perseroan sehar-hari. Dewan Komisaris juga menilai bahwa Komite- Komite dibawah Dewan Komisaris telah memberikan dukungan penuh dalam membantu Dewan Komisaris untuk menjalankan fungsi dan tugas pengawasan dengan baik.


Pengendalian Internal

Sistem pengendalian internal Perseroan dilakukan sebagai upaya pengawasan terhadap Perseroan. Pengendalian internal Perseroan terus ditingkatkan untuk memenuhi standar pengendalian internal yang berskala internasional.

Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk melakukan fungsi pengawasan dalam rangka memastikan terselenggaranya pengendalian internal dalam setiap kegiatan usaha Perseroan pada seluruh tingkatan organisasi. Untuk memastikan kinerja pengendalian internal berjalan dengan baik, Dewan Komisaris menunjuk Komite Audit sebagai Komite dibawah Dewan Komisaris yang bertanggung jawab terhadap pengendalian internal Perseroan.

 
Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang memiliki peranan penting bagi Perseroan untuk mencapai kegiatan usaha yang berkelanjutan. Perseroan mengelola dan meningkatkan kemampuan SDM melalui system perencanaan SDM, pelatihan dan pengembangan, struktur dan organisasi serta sistem dan standar remunerasi yang bertujuan untuk menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Perseroan melihat bahwa dengan meningkatnya kompetensi pengetahuan dan keterampilan SDM maka Perseroan akan mencapai target Perseroan dimasa datang. Hal ini merupakan proses yang terus berlangsung dan Dewan Komisaris akan terus bekerjasama dengan Direksi dan jajaran manajemen senior.

Pada tahun 2016, jumlah karyawan Perseroan tercatat 5.671 karyawan dengan beragam profil demografis seperti usia dan tingkat pendidikan. Perencanaan dan pengelolaan SDM telah dijalankan dengan baik oleh Direksi Perusahaan.

 
Manajeman Resiko

Dewan Komisaris terus bekerjasama dengan Direksi untuk menerapkan praktik manajemen resiko yang terbaik dan efektif untuk mendorong praktik bisnis yang memiliki resiko sehat disetiap jajaran manajemen Perseroan. Indikator resiko Perseroan yaitu non performing financing (NPF) saat ini tercatat 3,6% dan mengalami kenaikan dari tahun 2015 yang tercatat sebesar 1.6%. Hal ini dikarenakan adanya kanaikan kualitas piutang dari sektor pembiayaan modal kerja, namun upaya penagihan terus dilakukan sebagai langkah perbaikan. Hal ini masih dalam tingkatan yang wajar jika mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan yaitu batas wajar untuk non performing financing adalah paling tinggi sebesar 5%. Dewan Komisaris tetap bekerjasama dengan Direksi untuk melakukan upaya menjaga indicator resiko Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan. Tahun 2015, Perseroan juga telah melaksanakan penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko. Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.4/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat Risiko Perusahaan Pembiayaan. Hasil penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko untuk Perseroan per akhir Desember 2016 ialah Sedang Rendah. Atas hasil penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko yang telah dilakukan, Perseroan telah menyampaikan hasil tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan.

 
Program Berkelanjutan

Dewan Komisaris telah memberikan masukan dan arahan kepada Direksi dalam rangka program berkelanjutan untuk terus aktif melakukan program tanggung jawab sosial. Program ini lebih diarahkan kepada bidang lingkungan hidup, bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja, bidang pengembangan sosial dan kemasyarakatan, dan bidang tanggung jawab konsumen. Pada tahun 2015, program yang telah dilaksanakan Perseroan ialah pada bidang lingkungan hidup dimana telah dilaksanakan beberapa program antara lain penghematan energi, pemanfaatan produk daur ulang, dan pengurangan emisi karbon untuk kegiatan operasional Perseroan. Pada bidang bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja telah dilaksanakan program berupa pemberian bantuan beasiswa pendidikan bagi karyawan Perseroan. Hal ini dilakukan oleh Perseroan sebagai bentuk partisipasi Perseroan bagi pendidikan anak Indonesia.

 

Frekuensi dan Cara Pemberian Nasihat

Dalam rangka pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris, berbagai bentuk komunikasi dijalankan dengan Direksi untuk menjamin tujuan Perseroan dan kepentingan Pemegang Saham Perseroan dapat dicapai. Dewan Komisaris berkewajiban untuk menyampaikan nasihat dan pandangan kepada Direksi terkait segala kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Direksi. Pertemuan antaraDewan Komisaris dan Direksi Perseroan merupakan forum komunikasi yang rutin dilakukan sebagai bentuk pemberian nasihat dari Dewan Komisaris kepada Direksi Perseroan. Forum komunikasi antara Dewan Komisaris dan Direksi melalui mekanisme rapat dilakukan satu (1) kali dalam tiga (3) bulan. Selama tahun 2016, rapat Dewan Komisaris dan Direksi telah dilakukan sebanyak empat (4) kali.

 

Apresiasi

Dewan Komisaris memberikan apresiasi kepada Para Pemegang Saham dan Pemangku Kepentingan lainnya atas dukungan yang telah diberikan selama ini. Dewan Komisaris juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada konsumen, mitra bisnis, dan Pemangku Kepentingan lainnya atas semua dukungan dan kepercayaan yang selama ini diberikan kepada PT. Sinar Mas Multifinance. Semoga kerjasama dan dukungan tersebut dapat terus berlanjut di waktu mendatang.
 

LAPORAN DEWAN DIREKSI

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan Puji dan Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga PT. Sinar Mas Multifinance dapat melalui tahun 2015 dengan raihan yang baik dan semakin memperkuat Perseroan untuk melaksanakan program ke depan.

 

Kondisi Makro Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2016 tidak jauh berbeda jika dibanding tahun 2015. Tahun 2016, pertumbuhan perekonomian Indonesia tercatat sebesar 5,02%, cenderung naik 0,14% jika dibanding tahun 2015, dimana pertumbuhan perekonomian Indonesia tercatat sebesar 4,88%. Pada tahun 2016, perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh kinerja perekonomian nasional dan juga dampak kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah. Situasi politik tahun 2016 juga memberikan warna tersendiri bagi laju perekonomian di tahun 2016. Kondisi ekonomi global yang terjadi ditahun 2016 banyak dipengaruhi kondisi politik di Amerika Serikat terutama terkait pemilihan Presiden di Amerika Serikat yang berdampak pada kondisi ekonomi dan pasar diseluruh dunia.

Dari kondisi perekonomian nasional, tahun 2016 merupakan tahun yang banyak mengalami tantangan. Kondisi perekonomian global banyak mempengaruhi kondisi perekonomian nasional. Stabilitas nilai tukar mata uang Rupiah menjadi indikator besarnya pengaruh perekonomian global bagi Indonesia, dimana ini menunjukkan bahwa Rupiah masih belum dapat menguat disepanjang tahun 2016. Ditengah kondisi perekonomian yang belum stabil, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menjaga target pertumbuhan diatas 5%. Hal ini dilakukan melalui paket kebijakan ekonomi yang bertujuan menciptakan iklim investasi yang sehat dan menjanjikan. Hal lain yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mendorong perekonomian ialah melalui kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty. Kebijakan pengampunan pajak ini dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pajak yang akan digunakan sebagai investasi pemerintah dalam berbagai proyek infrastruktur yang saat ini secara masif sedang diberdayakan. Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah dan program pengampunan pajak terbukti mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dimana pada akhirnya pertumbuhan ekonomi Indonesia berhasil mencapai 5,02%.

Kinerja makro ekonomi Indonesia secara langsung juga memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan pembiayaan di Indonesia. Didalam keberadaannya perusahaan pembiayaan memiliki keterkaitan erat dengan industri otomotif. Pemulihan daya beli masyarakat ini juga menyentuh segmen industri otomotif yang dibuktikan dengan peningkatan penjualan kendaraan bermotor. Hal ini jelas memberikan keuntungan bagi industri pembiayaan untuk melakukan kegiatan usaha pembiayaan lebih optimal lagi ditengah potensi pasar yang meningkat. Selain itu paket kebijakan ekonomi Pemerintah Indonesia yang mendorong industri pembiayaan untuk mengambil porsi lebih dalam memberikan pembiayaan bagi kalangan usaha seperti usaha kecil menengah dan usaha kemaritiman juga telah menciptakan diversifikasi usaha dan potensi bagi perusahaan pembiayaan.

 

Kinerja Perseroan Tahun 2016

Tahun 2016, Perseroan tetap mempertahankan skema bisnis pembiayaan terhadap dua (2) kategori pembiayaan yaitu pembiayaan modal kerja diberikan dalam bentuk anjak piutang dengan pemberian jaminan dari pemberi penjual piutang (factoring with recourse) dan untuk pembiayaan multiguna dilakukan melalui pembelian dengan pembayaran secara angsuran. Untuk kategori pembiayaan modal kerja diberikan dalam bentuk anjak piutang dengan pemberian jaminan dari pemberi penjual piutang (factoring with recourse), Perseroan telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 989 Miliar atau mengalami penurunan 25% disbanding tahun 2015.

Realisasi pembiayaan Perseroan untuk pembiayaan multiguna untuk tahun 2016 yang dilakukan melalui pembelian dengan pembayaran secara angsuran ialah 47.612 unit untuk kategori mobil bekas dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 2,66 Triliun, naik sebesar 15% dari tahun 2015. Untuk kategori sepeda motor bekas, realisasi pembiayaan tahun 2015 ialah 191.611 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 1,17 Triliun, naik sebesar 8% dari tahun sebelumnya. Peningkatan kinerja pembiayaan dipengaruhi oleh peningkatan daya beli konsumen Indonesia. Selain itu, Perseroan juga mengambil langkah-langkah kebijakan pemasaran yang agresif untuk menyerap permintaan konsumen terhadap pembiayaan.

Dari sisi keuangan, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 867 Miliar, mengalami kenaikan 18,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih yang dibukukan Perseroan juga mengalami peningkatan 97,0% menjadi Rp 101 Miliar. Pada akhir tahun 2015, Perseroan membukukan aset sebesar Rp 4,32 Triliun, nilai aset ini naik 31,3% dari tahun 2015 dimana tercatat nilai aset sebesar Rp 3,29 Triliun. Kenaikan nilai aset sangat dipengaruhi oleh kenaikan piutang usaha Perseroan sebesar 44,8% dimana pada Desember 2016 tercatat Rp 2,13 Triliun menjadi Rp 3,08 Triliun pada Desember 2015. Dari sisi kredit bermasalah (Non Performing Financing), terjadi kenaikan dari tahun 2015 sebesar 1,6% menjadi 0,5% pada tahun 2016. Kenaikan kredit bermasalah (NPF) ini sangat berpengaruh pada kualitas asset Perseroan. Kinerja yang dicapai Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan telah berupaya meraih hasil yang optimal untuk tahun 2016.

Kinerja operasional Perseroan sepanjang tahun 2016 mengalami peningkatan, dimana Perseroan menjalankan 105 kantor cabang dan 306 outlet. Jumlah kantor cabang Perseroan bertambah sebanyak 2 kantor cabang baru. Kantor cabang baru Perseroan yang dibuka selama tahun 2016 adalah Klaten dan Palopo. Dengan penambahan jumlah kantor cabang ini, menunjukkan komitmen Perseroan untuk terus berkembang dan semakin dekat dengan konsumen. Kegiatan operasional kantor cabang Perseroan memiliki standar sistem dan prosedur kerja yang sama untuk seluruh kantor cabang. Selain itu, untuk mendukung efektivitas kinerja kantor cabang Perseroan, maka seluruh kantor cabang Perseroan menggunakan sistem teknologi informasi yang terintegrasi. Sepanjang tahun 2016, Perseroan terus melakukan peningkatan terhadap manajemen resiko Perseroan sebagai bagian dari pengendalian kredit. Upaya yang dilakukan Perseroan ialah dengan melakukan sentralisasi di fungsi analisa kredit dan penagihan. Peningkatan manajemen resiko ini diharapkan memperkecil resiko Perseroan terhadap piutang bermasalah (non performing financing).

Sepanjang tahun 2016, Perseroan terus berupaya untuk melakukan inovasi terkait produk dan kinerja pemasaran Perseroan. Inovasi produk yang dilakukan Perseroan ialah dengan menciptakan variasi pada pola pemasaran Perseroan. Inovasi pola pemasaran Perseroan salah satu nya ialah dengan sistem kemitraan penjualan produk Perseroan. Hal ini untuk memberikan kesempataan kepada konsumen menjadi bagian pemasaran Perseroan dan memberikan nilai lebih bagi konsumen. Selain itu, Perseroan melakukan kegiatan yang bersifat kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi konsumen dalam hal pelayanan yaitu layanan telemarketing. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi produk Perseroan dan kemudahan bagi calon konsumen yang ingin memperoleh pembiayaan dari Perseroan.

 

Kebijakan Strategis Perusahaan

Iklim perekonomian nasional dan persaingan usaha yang semakin kompleks disikapi Perseroan dengan mengambil beberapa kebijakan bisnis strategis. Tahun 2016, Perseroan terus meningkatkan kerjasama dengan perusahaan afiliasi dan induk perusahaan. Hal ini terutama dilakukan terkait kerjasama keuangan antar perusahaan afiliasi, untuk memperkuat pendanaan Perseroan. Kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja Perseroan dan perusahaan afiliasi dibawah induk perusahaan secara bersama-sama. Selain dengan perusahaan induk dan perusahaan afiliasi, peningkatan kerjasama keuangan juga dilakukan dengan institusi keuangan lain diluar afiliasi dan induk perusahaan. Kerjasama yang dilakukan terkait dengan pendanaan bagi penyaluran kredit kepada konsumen Perseroan. Kerjasama ini diharapkan akan terus berlanjut dan semakin memperkuat kinerja bisnis Perseroan dan rekanan.

 

Terkait kebijakan bisnis sepanjang tahun 2016, Perseroan melakukan pengendalian terhadap beban operasional Perseroan dengan melakukan efisiensi operasional. Hal ini dilakukan terhadap seluruh kantor cabang dan jaringan usaha Perseroan. Pengendalian beban operasional ini dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan kinerja Perseroan yang baik ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang melemah. Pengendalian juga dilakukan terhadap kualitas piutang Perseroan, hal ini dilakukan sebagai upaya pelaksanaan manajemen resiko yang lebih baik dari Perseroan

 

Untuk meningkatkan volume pembiayaan, Perseroan melakukan kebijakan terkait layanan konsumen. Hal ini dilakukan dengan percepatan pada proses penyaluran kredit. Perseroan menargetkan untuk memberikan pencairan kredit selama 8 jam setelah proses pengajuan kredit. Dengan kebijakan ini, Perseroan berharap konsumen akan terlayani lebih baik dan lebih cepat. Selain itu, Perseroan terus melakukan aktivitas pemasaran yang agresif dengan pemasaran berbasis keagenan untuk menjangkau potensi pasar yang jauh lebih luas.

 

Seluruh kebijakan strategis yang diambil Perseroan merupakan langkah Perseroan untuk meningkatkan kinerja Perseroan. Didalam pengambilan keputusan terkait kebijakan strategis Perseroan, Direksi mengutamakan musyawarah antar anggota Direksi sehingga kebijakan strategis telah dikaji dari berbagai aspek. Selain itu, dalam setiap pengambilan keputusan terhadap kebijakan strategis, Direksi juga melakukan pembahasan dengan Dewan Komisaris untuk menjaga kepentingan Pemegang Saham Perseroan.

 

Kendala Yang Dihadapi

Selama tahun 2016, Perseroan mengalami kendala dalam menjalankan kegiatan bisnis. Kendala yang dihadapi oleh Perseroan antara persaingan yang semakin ketat didalam industri pembiayaan. Hal ini terjadi dikarenakan karena Pemerintah membuka ruang yang sangat besar untuk perusahaan pembiayaan melakukan pembiayaan di berbagai sektor usaha. Kebijakan ini memunculkan berdirinya banyak perusahaan pembiayaan baru yang menjadikan industry pembiayaan bersaing ketat.

Selain itu, faktor lain yang menjadi kendala Perseroan ialah demografi industri pembiayaan yang masih terpusat di wilayah Jawa dimana wilayah tersebut memang menjadi wilayah kerja utama jaringan Perseroan. Pengembangan ke wilayah lain masih terkendala oleh daya beli masyarakat dan keberadaan infrastruktur penunjang seperti jaringan teknologi yang banyak menghambat upaya Perseroan untuk memperbesar jaringan usaha Perseroan. Terhadap keputusan regulator melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perseroan selalu menjadikan bagian penting dari aspek kepatuhan pada kinerja Perseroan. Kendala didalam proses adaptasi kebijakan yang dikeluarkan oleh regulator merupakan proses pembelajaraan dan upaya peningkatan yang akan terus dilakukan oleh Perseroan.

Dari sisi pemasaran, Perseroan mengalami kendala akibat masih rendahnya daya beli masyarakat terutama terkait kebutuhan kendaraan bermotor. Penurunan daya beli terhadap kendaraan bermotor sangat berpengaruh terhadap kinerja pembiayaan Perseroan dikarenakan adanya hubungan bisnis antara industri otomotif dan pembiayaan.

 

Prospek Usaha Ke Depan

Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang ditargetkan mencapai 5 - 5,4% pada tahun 2017, hal ini tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2016 yang tercatat sebesar 5,02%. Dengan target pertumbuhan ekonomi ini, diharapkan akan memberikan peningkatan terhadap daya beli masyarakat yang akan sangat berpengaruh pada sektor usaha di Indonesia termasuk sektor pembiayaan. Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan kebijakan melalui paket kebijakan ekonomi yang terkait industry pembiayaan yang mendorong peranan industri pembiayaan untuk perekonomian nasional. Kebijakan ini mendorong industri pembiayaan untuk lebih aktif mengambil peranan dalam pembiayaan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor kemaritiman.

Dari sektor industri pembiayaan, pertumbuhan perekonomian ini diharapkan meningkatkan daya beli konsumen terhadap kendaraan bermotor yang sangat terkait dengan industri pembiayaan. Masih rendahnya kualitas kenyamanan dan keamanan serta infrastruktur transportasi massal di kota-kota besar juga menjadi pemicu bagi konsumen untuk tetap memiliki kendaraan bermotor. Perseroan melihat bahwa pengadaan kendaraan bermotor oleh masyarakat masih akan meningkat seiring dengan tingginya jumlah masyarakat berusia produktif yang memiliki kebutuhan akan kendaraan bermotor untuk aktivitas dan usaha nya. Selain itu kebijakan bagi industry pembiayaan untuk lebih aktif mengambil peranan dalam pembiayaan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor kemaritiman juga menjadi prospek usaha yang menjanjikan bagi pelaku usaha industri pembiayaan.

Tahun 2017 mendatang, Perseroan membagi kategori pembiayaan Perseroan menjadi pembiayaan modal kerja yang menargetkan kalangan dunia usaha dan pembiayaan multiguna yang menargetakan pembiayaan bagi pembelian kendaraan bermotor. Untuk kategori pembiayaan modal kerja, Perseroan memiliki target pencairan pembiayaan sebesar Rp 2,14 Triliun naik 217% dibanding tahun 2016.

Untuk kategori pembiayaan multiguna, Perseroan menetapkan untuk mencapai target pembiayaan sebesar 55.000 unit atau meningkat sebesar 16% dari realisasi tahun 2016 untuk kategori pembiayaan mobil bekas. Sedangkan untuk kategori sepeda motor bekas, Perseroan menargetkan untuk mencapai target pembiayaan sebesar 218.000 unit atau meningkat 14% dari realisasi tahun 2016.

Pertumbuhan pembiayaan yang ditargetkan oleh Perseroan perlu didukung oleh sumber pendanaan yang kuat agar kinerja Perseroan tetap kompetitif di industri pembiayaan. Diversifikasi sumber pendanaan menjadi langkah pasti Perseroan untuk menjaga sumber pendanaan tetap kuat dan berkesinambungan. Perseroan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan, baik melalui pasar modal, pinjaman perbankan domestik serta kerjasama penyaluran pembiayaan (channeling) dengan Bank Sinarmas sehingga likuiditas Perseroan tetap terjaga.

 

Sumber Daya Manusia

Konsep perencanaan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) PT. Sinar Mas Multifinance berfokus pada tercapainya dukungan yang optimal dari Sumber Daya Manusia terhadap kinerja operasional. Perseroan melihat perlu ada sinergi antara kompetensi pengetahuan dan keahlian dalam Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan. Hal ini untuk mendukung kompleksitas bisnis Perseroan dan perubahan pasar industri pembiayaan. Langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan terhadap kebijakan Sumber Daya Manusia ialah sistem perencanaan SDM, pelatihan dan pengembangan, struktur dan organisasi serta sistem dan standar remunerasi.

Pada akhir tahun 2016, jumlah karyawan Perseroan sebesar tercatat 5.671 karyawan dengan beragam profil demografis seperti usia dan tingkat pendidikan. Perencanaan dan pengelolaan SDM telah dijalankan dengan baik oleh Direksi Perusahaan. Jumlah karyawan Perseroan tercatat mengalami penurunan dibanding pada akhir tahun 2015 yang tercatat sebesar 5.244 karyawan. Tingkat turn over karyawan PT. Sinar Mas Multifinance tahun 2016 ialah sebesar 8%. Direksi melihat perlunya perbaikan pada kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan. Upaya peningkatan kinerja SDM pada tahun 2016, dilakukan dengan pemberian latihan dan pendidikan bagi karyawan Perseroan. Program yang telah dijalankan oleh Perseroan adalah program pendidikan Management Trainee dengan berbagai jenjang mulai dari Basic Training Program (BTP), Intermediate Training Program (ITP) sampai Advance Training Program (ATP). Perseroan juga mengubah kebijakan terhadap sumber daya manusia bidang pemasaran. Hal itu dilakukan dengan menjadikan tenaga pemasaran berbasis agen pemasaran. Hal ini dilakukan untuk menurunkan beban operasional Perseroan dan mendorong pencapaian hasil kinerja tenaga pemasaran yang lebih efektif.

Perseroan menempatkan perencanaan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai hal yang penting untuk meningkatkan kinerja Perseroan. Perencanaan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan berfokus pada pengembangan yang berkelanjutan. Sepanjang 2016, Perseroan telah melakukan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengacu pada pengembangan berkelanjutan guna meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia Perseroan.

 

Teknologi Informasi

Sebagai bagian penting dan tak terpisahkan dari kinerja operasional Perseroan, sistem teknologi informasi merupakan hal yang ditingkatkan oleh Perseroan secara berkelanjutan. Perseroan menerapkan sistem teknologi informasi yang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi kinerja Perseroan. Integrasi sistem teknologi informasi dilakukan baik antara kantor pusat dengan kantor cabang maupun lintas divisi didalam Perseroan. Tujuan utama dari pengembangan sistem teknologi informasi Perseroan yaitu meningkatkan efisiensi kinerja Perseroan sehingga konsumen akan merasakan kemudahan terhadap akses layanan Perseroan.

 

Pelaksanaan program dan aktivitas kerja teknologi Informasi di PT. Sinar Mas Multifinance merupakan bagian dari tugas Departemen Teknologi Informasi yang bertanggung jawab kepada Direksi Perseroan. Didalam pelaksanaan nya, setiap Pejabat dan Pimpinan Departemen Teknologi Informasi bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan dan pengembangan sistem teknologi informasi yang bertujuan untuk menghasilkan sistem teknologi informasi yang efektif, efisien, sejalan dengan proses bisnis, aman, handal, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga pada akhirnya sistem teknologi Perseroan yang terintegrasi dapat tercapai.

 

Selama tahun 2016 Departemen Teknologi Informasi telah melakukan pengembangan sistem informasi, seperti pengembangan aplikasi Muffins untuk kebutuhan database dan layanan pembiayaan Perseroan. Sentralisasi beberapa fungsi operasional mendorong pengembangan teknologi infformasi terpusat yang disebut call center di kota Semarang dan Bandung. Dalam hal ini teknologi dan informasi berperan dalam mengembangkan aplikasi terkait sentralisasi penagihan, telemarketing dan sentralisasi analisa kredit. Pengembangan lain yang dilakukan berkaitan dengan peningakatan infrastuktur teknologi informasi untuk mendukung kegiatan operasional perseroan.

 

Tanggung Jawab Soal Perusahaan

Perseroan melihat tanggung jawab sosial sebagai partisipasi aktif Perseroan bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Hal itu diwujudkan dengan keaktifan Perseroan dalam kegiatan bidang lingkungan hidup dan bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Komitmen dan partisipasi aktif Perseroan diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan dan program Tanggung Jawab Sosial Perseroan (Corporate Social Responsibility)

Program CSR yang dilakukan Perseroan dilakukan mengacu pada paradigma “triple bottom line”, dimana Perseroan menyadari bahwa untuk berkembang secara berkelanjutan Perseroan harus memposisikan profit, planet, people sebagai dasar pengelolaan Perseroan. Implementasi nyata dari paradigma Perseroan ini diwujudkan dengan kegiatan pelestarian lingkungan hidup dan kegiatan bersama dengan karyawan Perseroan untuk menjaga hubungan harmonis demi keberlanjutan usaha Perseroan.

Program tanggung jawab sosial bidang lingkungan hidup Perseroan dilakukan dengan pemberian hibah berupa tempat sampah sebanyak 40 tempat sampah yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh taman dan jalur hijau di wilayah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama kantor Dinas Pertamanan & Pemakaman Pemda DKI Jakarta dan mengambil tema “SMMF Peduli Lingkungan 2016”. Dana yang dikeluarkan oleh PT Sinar Mas Multifinance untuk kegiatan “SMMF Peduli Lingkungan 2016” ialah Rp 40.914.000 Program tanggung jawab sosial bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja Perseroan dilakukan dengan program Beasiswa Pendidikan sebesar Rp. 190.000.000 yang diberikan kepada 101 penerima beasiswa. Hal ini dilakukan dengan sasaran penerima beasiswa adalah siswa berprestasi dari karyawan Perseroan. Program tanggung jawab sosial Perseroan dilakukan di seluruh kantor cabang Perseroan.

Program tanggung jawab sosial bidang pengembangan sosial dan kemasyarakatan Perseroan dilakukan dengan bentuk pemeriksaan kesehatan yang dilakukan bekerjasama dengan RS. Eka Hospital dan mengambil tema “SMMF Peduli Kesehatan 2016”. Peserta kegiatan ialah konsumen dan masyarakat sekitar wilayah kantor PT. Sinar Mas Multifinance cabang Bandung dengan jumlah peserta 200 orang. Dana yang dikeluarkan oleh PT Sinar Mas Multifinance untuk kegiatan “SMMF Peduli Kesehatan 2016” ialah Rp 27.240.500

Program tanggung jawab sosial bidang tanggung jawab kepada konsumen Perseroan dilakukan dengan bentuk pengadaan layanan pengaduan konsumen. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Perseroan terhadap ketidaksesuaian kegiatan Perseroan yang dilakukan karyawan Perseroan yang merugikan konsumen.

 

Tata Kelola Perusahaan

Perseroan terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dengan cara mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan-kebijakan yang telah ada disesuaikan dengan praktik-praktik terbaik. Hal ini didukung dengan sosialisasi pengenalan tata kelola perusahaan, sehingga pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik diterapkan di semua tingkatan organisasi. Demi memastikan pelaksanaan dan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan telah memiliki struktur dan sistem pengawasan yang terdiri dari Dewan Komisaris yang didukung oleh komite-komite dibawahnya dan Direksi.

 

Upaya mengevaluasi pelaksanaan tata kelola perusahaan dilakukan melalui penilaian secara mandiri, dengan menggunakan penilaian yang dikeluarkan oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI). Aspek-aspek yang dinilai adalah penghargaan atas hak-hak pemegang saham, kebijakan tata kelola perusahaan, praktik-praktik tata kelola perusahaan, pengungkapan, dan sistem pengendalian. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, hasil nilai tertimbang yang diperoleh perusahaan menunjukkan nilai tata kelola perusahaan secara keseluruhan adalah Baik.

 

Dapat kami laporkan bahwa selama tahun 2016 bahwa Perseroan, Dewan Komisaris, dan Direksi telah berupaya menjalankan seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang. Peningkatan akan terus dilakukan dan menjadi komitmen Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi sebagai bagian dari upaya untuk mencapai kepatuhan penuh terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku.

 

Pengendalian Internal

Pengendalian internal Perseroan dilakukan sebagai bagian pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan. Sistem pengendalian internal Perseroan terus ditingkatkan untuk mencapai standar pengendalian internal yang berskala internasional. Selama tahun 2016, Direksi aktif untuk melakukan pengawasan dan pengendalian internal terhadap kegiatan usaha Perseroan. Direksi membentuk satuan tugas pengendalian internal yang bertanggung jawab kepada Direksi untuk memastikan pelaksanaan pengendalian internal menghasilkan pengawasan yang transparan dan bertanggung jawab.

 

Sepanjang tahun 2016, satuan kerja pengendalian internal Perseroan telah melakukan pemeriksaan kepada 96 kantor cabang Perseroan terkait pengendalian internal terhadap pelaksanaan peraturan dan kebijakan Perseroan. Didalam kegiatan pemeriksaan, satuan kerja pengendalian internal perseroan memiliki standar operasional prosedur terkait agenda pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan secara langsung kepada Direksi.

 

Manajemen Resiko

Pelaksanaan manajemen resiko menjadi hal yang ditingkatkan oleh Direksi sepanjang tahun 2016. Hal ini didorong untuk menghasilkan praktik bisnis yang memiliki resiko sehat terutama dalam hal pemberian fasilitas pembiayaan. Pada akhir tahun 2016, non performing financing Perseroan tercatat sebesar 3,6% turun dari tahun 2015 yang tercatat sebesar 1,73%. Hal ini menjadi perhatian bagi Perseroan,walaupun non performing financing Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yaitu batas wajar untuk non performing financing adalah paling tinggi sebesar 5% namun kenaikan yang cukup signifikan ini menjadi perhatian utama Direksi Perseroan. Perseroan juga telah melaksanakan penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.4/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat Risiko Perusahaan Pembiayaan. Penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko untuk Perseroan per akhir Desember 2016 ialah Sedang Rendah. Atas hasil penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko yang telah dilakukan, Perseroan telah menyampaikan hasil tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan. Direksi Perseroan akan terus berupaya untuk menjaga hasil kinerja manajemen resiko yang telah diperoleh selama tahun 2016.

Sistem manajemen resiko pada pemberian fasilitas pembiayaan dilakukan melalui kegiatan Prinsip Mengenal Nasabah. Perseroan menjalankan pemantauan lapangan terhadap profil calon konsumen, yang kemudian juga dilakukan pemeriksaan profil keuangan calon konsumen melalui BI checking terutama pada pembiayaan channeling. Pemeriksaan profil keuangan calon konsumen dituangkan dalam scoring system yang menjadi dasar persetujuan pemberian fasilitas pembiayaan.

 

Penutup

Akhirnya, kepada Dewan Komisaris, para Pemegang Saham, dan Pemangku Kepentingan, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan kepada Direksi dan jajaran manajemen dan karyawan Perseroan selama kami menjalankan amanat dan mengoperasikan Perseroan.

Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada para mitra bisnis Perseroan antara lain perusahaan induk dan perusahaan afiliasi Perseroan serta pihak-pihak lain yang telah bekerja sama dengan Perseroan. Secara khusus, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada konsumen yang selama ini menikmati produk atau layanan Perseroan.

 

Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kita semua. Amin