Pesan Manajemen

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan Puji dan Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga PT. Sinar Mas Multifinance dapat melalui tahun 2018 dengan tegak berjalan dalam upaya memenuhi komitmennya terhadap para pemangku kepentingan Perseroan. Selain itu, perkenankan kami untuk menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengawasan atas pengelolaan perusahaan yang dilakukan Dewan Direksi selama tahun 2018.

 

Penilaian Kinerja Direksi

Pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mencapai 5,17% di akhir tahun 2018. Jika melihat perbandingan dengan tahun 2017, maka Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi positif ditengah situasi global yang masih belum pulih. Serta kondisi politik dalam negeri sangat berpengaruh pada kinerja perekonomian tahun 2018. Pengaruh situasi politik dalam negeri banyak mempengaruhi kegiatan perekonomian terutama pada pertumbuhan investasi di Indonesia investasi yang kuat didorong terutama oleh proyek infrastruktur publik di bidang transportasi dan energi. Pertumbuhan pada tahun 2018 dan tahun depan kemungkinan akan terjadi di berbagai sektor, antara lain proyek infrastruktur publik utama. Proyek infrastruktur ini baik yang sudah selesai maupun dalam tahap penuntasan bisa memberi pondasi yang kuat bagi peningkatan investasi swasta.

Di sisi lain, adanya perbaikan terhadap iklim investasi seperti perampingan administrasi pajak dan penyederhanaan perizinan usaha diyakini akan makin mendukung sentimen positif pada sektor ril. Sementara itu, permintaan domestik diyakini akan akan tetap kuat dalam jangka pendek karena meningkatnya lapangan kerja di sektor formal dan diperluasnya program bantuan sosial pemerintah. “Inflasi kemungkinan akan tetap rendah dan stabil sebesar 3.0% - 3.3%, sehingga membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini juga dipandang oleh Perseroan sebagai dampak dari kondisi ekonomi eksternal dalam persaingan usaha Perseoan.

Sepanjang tahun 2018, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1,5 Triliun, mengalami peningkatan 12,20% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih yang dibukuan Perseroan juga mengalami penurunan sebesar -22,76% menjadi Rp 147 Miliar hal ini dikarenakan adanya beban operasional yang digunakan untuk berinvestasi dalam bidang IT guna menunjang pertumbuhan Perseoran. Total pembiayaan selama tahun 2018 ialah sebesar Rp 7,2 Triliun turun sebesar -4,26% dibanding tahun 2017, sementara itu total piutang usaha pada tahun 2018 tercatat Rp 5,4 Triliun atau naik sebesar 18,86% dibanding tahun sebelumnya. Kredit bermasalah (NPF) Perseroan pada akhir Desember 2018 tercatat sebesar 1.36% mengalami kenaikan dari tahun 2017 yang tercatat sebesar 0,65%.

Dari sisi operasional, Perseroan menjalankan usaha dengan jaringan 110 kantor cabang dan 288 outlet. Kantor cabang dan outlet tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia . Untuk meningkatkan optimalisasi dan efektivitas kinerja kantor cabang dan outlet, maka seluruh kantor cabang dan outlet menggunakan standar sistem dan prosedur kerja yang baik serta didukung oleh penerapan sistem teknologi yang terintegrasi. Selain itu, upaya peningkatan kinerja operasional dilakukan melalui sentralisasi di beberapa fungsi yaitu fungsi analisa kredit dan penagihan. Kinerja operasional Perseroan dilakukan evaluasi dan pengawasan dengan Direksi untuk memastikan kesesuaian antar kebijakan dan tata kelola Perseroan.

Kami menyadari bahwa kinerja perseroan selama tahun 2018 mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Dalam hal ini Perseroan juga telah menerapkan strategi untuk melakukan perbaikan dan efisiensi operasional untuk menurunkan beban operasional. Penerapan strategi pemasaran Perseroan dilakukan dengan perluasan jaringan usaha, meningkatkan hubungan dengan mitra pemasaran Perseroan dan melakukan peningkatan layanan. Penerapan strategi pemasaran Perseroan dilakukan untuk mendukung pencapaian dan tantangan tahun 2019.

Pengawasan Implementasi Strategi

Didalam menjalankan kegiatan Perseroan, Dewan Komisaris melakukan fungsi pengawasan atas seluruh kebijakan dan aktivitas yang diambil oleh Direksi Perseroan. Pada tahun 2018, Perseroan banyak menitikberatkan beberapa implementasi yaitu, peningkatan pembiayaan, peningkatan kualitas pembiayaan, dan efisiensi operasional Perseroan dan penggunaan teknologi berbasis digital untuk pemasaran produk Perseroan.

Didalam strategi peningkatan pembiayaan, Perseroan telah mengambil beberapa langkah penting melalui kemitraan dan menggunakan teknologi digital untuk peningkatan startegi pemasaran yang saat ini banyak menopang pertumbuhan pembiayaan Perseroan. Terhadap strategi ini, Dewan Komisaris melakukan pengawasan dengan memberikan arahan terhadap bentuk kemitraan yang tepat dan berkelanjutan. Hal ini penting, dikarenakan Dewan Komisaris melihat bahwa peningkatan pembiayaan tidak dapat dilakukan pada satu momen waktu saja, tapi harus merupakan suatu keberlanjutan.

Didalam strategi peningkatan kualitas pembiayaan, Perseroan mengambil langkah untuk menjaga rasio piutang bermasalah tetap dibawah 5% sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan. Selain itu, Perseroan juga melakukan upaya peningkatan cadangan piutang untuk menjaga kemungkinan penurunan kualitas piutang pembiayaan Perseroan. Dewan Komisaris melakukan pengawasan dengan mengikuti perkembangan rasio piutang pembiayaan bermasalah dan terus memberikan masukan terhadap pengendalian rasio piutang pembiayaan kepada Direksi Perseroan. Didalam strategi efisensi operasional, Perseroan mengambil langkah untuk menjaga rasio biaya operasional dibanding pendapatan operasional tetap berada pada tingkat paling tinggi 88,37%.


Prospek Usaha Kedepan

Prospek ekonomi Indonesia diperkirakan semakin membaik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dan stabilitas yang tetap terjaga. Meskipun perkiraan ekonomi global yang tumbuh melandai, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 diperkirakan tetap meningkat hingga mencapai kisaran 5,0%-5,4%. Pertumbuhan ekonomi ini akan tetap didukung oleh kuatnya permintaan domestik baik konsumsi maupun investasi. Sementara itu, kinerja net ekspor diperkirakan membaik dengan berlanjutnya peningkatan ekspor dan menurunnya pertumbuhan impor.

Adapun, inflasi 2019 tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,48%-2,82% dengan terjaganya tekanan harga dari sisi permintaan, volatile food dan administered prices, ekspektasi inflasi, dan stabilnya nilai tukar Rupiah. Peningkatan perekonomian ini juga menjadi harapan untuk peningkatan produk domestik bruto (PDB) yang menjadi indikator konsumsi domestik serta iklim investasi di Indonesia yang semakin tumbuh dan berkembang.

Perseroan juga akan perlu untuk meningkatkan standar dan kualitas praktik manajemen resiko. Hal ini dilakukan guna memastikan kualitas portofolio yang sehat dengan fluktuasi pasar dan tantangan industri yang semakin kompetitif. Pelaksanaan manajemen resiko untuk tahun 2018 juga telah dilakukan penilaian mandiri (self assessment) sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.4/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat Risiko Perusahaan Pembiayaan.

 
Tata Kelola Perusahaan

Tata Kelola Perusahaan yang baik merupakan komponen penting yang menjadi acuan Perusahaan untuk mewujudkan tujuan usaha yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Perusahaan agar memiliki daya saing yang kuat secara nasional sehingga mampu mempertahankan eksistensi yang berkelanjutan. Dalam hal ini, Perseroan sangat menyadari bahwa ditengah era digitalisasi dan transparansi saat ini, penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan bagian yang sangat penting dalam operasional Perseroan.

Penilaian terhadap praktik GCG Perseroan dilakukan dengan penilaian mandiri (self assessment) berdasarkan kriteria FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia). Penilaian dilakukan pada akhir tahun 2018 dengan aspek-aspek yang dinilai adalah penghargaan atas hak-hak pemegang saham, kebijakan tata kelola perusahaan, praktik-praktik tata kelola perusahaan, pengungkapan, dan sistem pengendalian. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, hasil nilai tertimbang yang diperoleh perusahaan menunjukkan nilai tata kelola perusahaan secara keseluruhan adalah Baik.

Dewan Komisaris bersama Direksi memegang komitmen penuh untuk menerapkan GCG secara konsisten dan maksimal dalam implementasinya. Aspek yang selalu diutamakan dalam penerapan GCG Perseroan adalah penegakan prinsip akuntabilitas, tanggung jawab mandat dan implementasi pedoman serta mekanisme untuk memastikan prilaku yang baik dalam rangka melindungi kepentingan perusahaan dan pemegang saham.

Perseroan juga terus melakukan upaya peningkatan terhadap berbagai perangkat yang terkait dengan penerapan prinsip GCG dalam operasional Perseroan sehar-hari. Dewan Komisaris juga menilai bahwa Komite- Komite dibawah Dewan Komisaris telah memberikan dukungan penuh dalam membantu Dewan Komisaris untuk menjalankan fungsi dan tugas pengawasan dengan baik.


Pengendalian Internal

Sistem pengendalian internal Perseroan dilakukan sebagai upaya pengawasan terhadap Perseroan. Pengendalian internal Perseroan terus ditingkatkan untuk memenuhi standar pengendalian internal yang berskala internasional.

Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk melakukan fungsi pengawasan dalam rangka memastikan terselenggaranya pengendalian internal dalam setiap kegiatan usaha Perseroan pada seluruh tingkatan organisasi. Untuk memastikan kinerja pengendalian internal berjalan dengan baik, Dewan Komisaris menunjuk Komite Audit sebagai Komite dibawah Dewan Komisaris yang bertanggung jawab terhadap pengendalian internal Perseroan.

 
Sumber Daya Manusia

Perseroan menggangap bahwa sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang memiliki peranan penting bagi Perseroan untuk mencapai tujuan dan target dari kegiatan usaha yang berkelanjutan. Perseroan berkeyakinan bahwa aset terpenting bagi suatu perusahaan adalah sumber daya manusia yang unggul, Komite Nominasi dan Remunerasi telah memastikan terseleksinya jajaran manajemen yang kompeten dan profesional dalam rangka menjaga kesinambungan bisnis ke depan. Perseroan menilai bahwa proses pemetaan calon-calon pemimpin Perusahaan telah berjalan secara efektif, dengan didukung skema pengembangan karir dan pendidikan keahlian manajemen yang terarah, struktur remunerasi dan insentif yang berbasis kinerja, serta proses seleksi yang adil dan wajar.

Pada tahun 2018, jumlah karyawan Perseroan tercatat 6,817 karyawan dengan beragam profil demografis seperti usia dan tingkat pendidikan. Perencanaan dan pengelolaan SDM telah dijalankan dengan baik oleh Direksi Perusahaan berdasarkan sistem yang telah ditetapkan Perseroan.

 
Manajeman Resiko

Manajemen Resiko merupakan tanggung jawab seluruh jajaran manajemen dalam setiap unit bisnis, yaitu dengan melaksanakan proses identifikasi dan tata kelola risiko sesuai dengan wewenang yang melekat pada masing-masing unit terkait. Dewan Komisaris terus bekerjasama dengan Direksi untuk menerapkan praktik manajemen resiko yang terbaik dan efektif untuk mendorong praktik bisnis yang memiliki resiko sehat disetiap jajaran manajemen Perseroan. Indikator resiko Perseroan yaitu non performing financing (NPF) saat ini tercatat 1,36% dan mengalami kenaikan dari tahun 2017 yang tercatat sebesar 0,71%. Hal ini dikarenakan adanya penurunan kualitas piutang dari sektor pembiayaan modal kerja, namun upaya penagihan terus dilakukan sebagai langkah perbaikan. Hal ini masih dalam tingkatan yang wajar jika mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan yaitu batas wajar untuk non performing financing adalah paling tinggi sebesar 5%. Dewan Komisaris tetap bekerjasama dengan Direksi untuk melakukan upaya menjaga indikator resiko Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35 tahun 2018 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan.

 

Frekuensi & Cara Pemberian Nasihat

Dalam rangka pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris, berbagai bentuk komunikasi dijalankan dengan Dewan Direksi untuk menjamin tujuan Perseroan dan kepentingan Pemegang Saham Perseroan dapat dicapai. Dewan Komisaris berkewajiban untuk menyampaikan nasihat dan pandangan kepada Direksi terkait segala kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Direksi. Pertemuan antara Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan merupakan forum komunikasi yang rutin dilakukan sebagai bentuk pemberian nasihat dari Dewan Komisaris kepada Direksi Perseroan. Forum komunikasi antara Dewan Komisaris dan Direksi melalui mekanisme rapat dilakukan satu (1) kali dalam tiga (3) bulan. Selama tahun 2018, rapat Dewan Komisaris dan Direksi telah dilakukan sebanyak empat (4) kali yang mana membahas seluruh kegiatan operasional Perseroan.


Program Berkelanjutan

Pada tahun 2018, program yang telah dilaksanakan Perseroan ialah pada bidang lingkungan hidup dimana telah dilaksanakan beberapa program antara lain penghematan energi, pemanfaatan produk daur ulang, dan pengurangan emisi karbon untuk kegiatan operasioanal Perseroan. Pada bidang bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja telah dilaksanakan program berupa pemberian bantuan beasiswa pendidikan bagi karyawan Perseroan. Hal ini dilakukan oleh Perseroan sebagai bentuk partisipasi Perseroan bagi pendidikan anak Indonesia. Dewan Komisaris telah memberikan masukan dan meyampaikan arahan kepada Dewan Direksi dalam rangka program berkelanjutan ini agar terus aktif menjalankan program tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar terutama di wilayah daerah kantor operasional Perseroan.

 

Apresiasi

Berdasarkan kinerja Perseroan sepanjang tahun 2018, maka Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi kepada Direksi dan seluruh karyawan PT. Sinar Mas Multifinance atas peningkatan kinerja Perseroan. Dewan Komisaris berharap Direksi dan seluruh karyawan PT. Sinar Mas Multifinance menjaga dan meningkatkan kembali kinerja Perseroan di waktu mendatang.

LAPORAN DEWAN DIREKSI

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan Puji dan Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga PT. Sinar Mas Multifinance dapat melalui tahun 2018 dengan baik untuk melaksanakan program ke depan.

 

Kondisi Makro Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2018 masih dibayang-bayangi oleh ketidakpastian ekonomi global, perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina mempengaruhi perekonomian global dan berdampak pada ekonomi di Asia. Pertumbuhan ekonomi tahun 2018 tercatat sebesar 5.17%. Pada tahun 2018, perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh kinerja perekonomian nasional dan juga dampak kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah. Situasi politik dan adanya pemilu juga memberikan warna tersendiri bagi laju perekonomian di tahun 2018.

Tahun 2018, Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) terus menaikkan suku bunga acuan secara konstan. Hal ini ditengarai sebagai langkah Amerika Serikat untuk kembali mendorong pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat. Kondisi ini turut berpengaruh pada kondisi ekonomi dalam negeri dimana nilai tukar rupiah terhadap USD masih berada dikisaran Rp 14.000 -14.500 per USD. Hal ini menunjukkan bahwa nilai mata uang Rupiah belum dapat menguat signifikan sepanjang tahun 2018. Pemulihan perekonomian global yang belum menunjukkan peningkatan yang signfikan dan juga perlambatan perekonomian ekonomi Cina memberi dampak yang kuat bagi kondisi ekonomi nasional. Laju inflasi Indonesia pada tahun 2018 melambat ketimbang tahun sebelumnya. Tanpa adanya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dan tarif listrik, inflasi cukup stabil di tahun 2018. Dan diharapkan pada tahun 2019 laju inflasi bisa semakin terkendali. Hal ini jelas suatu keberhasilan kinerja perekonomian nasional yang penting dikarenakan pemerintah mampu menjaga kestabilan daya beli masyarakat dan harga kebutuhan pokok di pasar. Kebijakan ekonomi yang relatif stabil bersifat dorongan terhadap pasar terbukti banyak membantu pemerintah Indonesia menggerakan di sektor ril dengan menjaga stabilitas inflasi ditahun 2018.

Dengan tumbuhnya di sektor-sektor usaha yang dipengaruhi oleh makro ekonomi Indonesia secara langsung akan memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan disektor Produksi, Otomotif, Pertambangan, Jasa, Perbankan maupun disektor pembiayaan di Indonesia. Didalam keberadaannya perusahaan pembiayaan memiliki keterkaitan erat dengan industri otomotif. Pemulihan daya beli masyarakat ini juga menyentuh segmen industri otomotif yang dibuktikan dengan peningkatan penjualan kendaraan bermotor. Hal ini jelas memberikan keuntungan bagi industri pembiayaan untuk melakukan kegiatan usaha pembiayaan lebih optimal lagi ditengah potensi pasar yang meningkat. Selain itu paket kebijakan ekonomi Pemerintah Indonesia yang mendorong industri pembiayaan untuk mengambil porsi lebih dalam memberikan pembiayaan bagi kalangan usaha seperti usaha kecil menengah dan usaha kemaritiman juga telah menciptakan diversifikasi usaha dan potensi bagi perusahaan pembiayaan. Dengan adanya peluang-peluang usaha inilah Perseroan selalu memanfaatkan keuntungan untuk tumbuh dan selalu berkembang untuk semua kepentingan menggerakan ekonomi usaha kecil dan menengah yang akan membantu Pemerintah dalam membangun daerah-daerah di seluruh Indonesia.

 

Kinerja Perseroan Tahun 2018

Tahun 2018, Perseroan tetap mempertahankan skema bisnis pembiayaan terhadap dua (2) kategori pembiayaan yaitu pembiayaan modal kerja diberikan dalam bentuk anjak piutang dengan pemberian jaminan dari pemberi penjual piutang (factoring with resource) dan untuk pembiayaan multiguna dilakukan melalui pembelian dengan pembayaran secara angsuran. Untuk kategori pembiayaan modal kerja diberikan dalam bentuk anjak piutang dengan pemberian jaminan dari pemberi penjual piutang (factoring with recource), Perseroan telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 2,064 Miliar atau mengalami penurunan 12,95% dibanding tahun 2017.

Realisasi pembiayaan Perseroan untuk pembiayaan multiguna untuk tahun 2018 yang dilakukan melalui pembelian dengan pembayaran secara angsuran ialah 63.509 unit untuk kategori mobil bekas dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 4,01 Triliun, naik sebesar 5,73% dari tahun 2017. Untuk kategori sepeda motor bekas, realisasi pembiayaan tahun 2018 ialah 158.766 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 1,09 Triliun, turun sebesar 18% dari tahun sebelumnya. Peningkatan kinerja pembiayaan dipengaruhi oleh peningkatan daya beli konsumen Indonesia. Selain itu, Perseroan juga mengambil langkah- langkah kebijakan pemasaran yang agresif untuk menyerap permintaan konsumen terhadap pembiayaan.

Dari sisi keuangan, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1.530 Miliar, mengalami kenaikan 17,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih yang dibukukan Perseroan juga mengalami penurunan 22,76% menjadi Rp 147 Miliar. Pada akhir tahun 2018, Perseroan membukukan aset sebesar Rp 7,17 Triliun, nilai aset ini naik 17,6% dari tahun 2017 dimana tercatat nilai aset sebesar Rp 6,1 Triliun. Kenaikan nilai aset sangat dipengaruhi oleh kenaikan piutang usaha Perseroan sebesar 18,9% dimana pada Desember 2017 tercatat Rp 4,57 Triliun menjadi Rp5,43 Triliun pada Desember 2018. Dari sisi kredit bermasalah (Non Performing Financing), terjadi kenaikan dari tahun 2017 sebesar 0,65% menjadi 1,36% pada tahun 2018. Kenaikan kredit bermasalah (NPF) ini sangat berpengaruh pada kualitas aset Perseroan. Kinerja yang dicapai Perseroan menunjukkan bahwa Perseroan telah berupaya meraih hasil yang optimal untuk tahun 2018.

Kinerja operasional Perseroan sepanjang tahun 2018 mengalami peningkatan, dimana Perseroan menjalankan 110 kantor cabang dan 288 outlet. Jumlah kantor cabang Perseroan bertambah sebanyak 4 kantor cabang baru. Kantor cabang baru Perseroan yang dibuka selama tahun 2018 adalah Jayapura, Nabire, Sorong dan Merauke. Dengan penambahan jumlah kantor cabang ini, menunjukkan komitmen Perseroan untuk terus berkembang dan semakin dekat dengan konsumen. Kegiatan operasional kantor cabang Perseroan memiliki standar sistem dan prosedur kerja yang sama untuk seluruh kantor cabang. Selain itu, untuk mendukung efektivitas kinerja kantor cabang Perseroan, maka seluruh kantor cabang Perseroan menggunakan sistem teknologi informasi yang terintegrasi.

Sepanjang tahun 2018, Perseroan terus melakukan peningkatan terhadap manajemen resiko Perseroan sebagai bagian dari pengendalian kredit. Upaya yang dilakukan Perseroan ialah dengan melakukan sentralisasi di fungsi analisa kredit dan penagihan. Peningkatan manajemen resiko ini diharapkan menjaga resiko Perseroan terhadap piutang bermasalah (non performing financing).

 

Kebijakan Strategis Perusahaan

Iklim perekonomian nasional dan persaingan usaha yang semakin kompleks disikapi Perseroan dengan mengambil beberapa kebijakan bisnis strategis. Tahun 2018, Perseroan terus meningkatkan kerjasama dengan perusahaan afiliasi dan induk perusahaan. Hal ini terutama dilakukan terkait kerjasama keuangan antar perusahaan afiliasi, untuk memperkuat pendanaan Perseroan. Kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja Perseroan dan perusahaan afiliasi dibawah induk perusahaan secara bersama-sama. Selain dengan perusahaan induk dan perusahaan afiliasi, peningkatan kerjasama keuangan juga dilakukan dengan institusi keuangan lain diluar afiliasi dan induk perusahaan. Kerjasama yang dilakukan terkait dengan pendanaan bagi penyaluran kredit kepada konsumen Perseroan. Kerjasama ini diharapkan akan terus berlanjut dan semakin memperkuat kinerja bisnis Perseroan dan rekanan.

Terkait kebijakan bisnis sepanjang tahun 2018, Perseroan melakukan pengendalian terhadap beban operasional Perseroan dengan melakukan efisiensi operasional. Hal ini dilakukan terhadap seluruh kantor cabang dan jaringan usaha Perseroan. Pengendalian beban operasional ini dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan kinerja Perseroan yang baik ditengah kondisi perekonomian Indonesia yang melemah. Pengendalian juga dilakukan terhadap kualitas piutang Perseroan, hal ini dilakukan sebagai upaya pelaksanaan manajemen resiko yang lebih baik dari Perseroan.

Untuk meningkatkan volume pembiayaan, Perseroan melakukan kebijakan terkait layanan konsumen. Hal ini dilakukan dengan percepatan pada proses penyaluran kredit. Perseroan terus menjaga target pemberian pembiayaan hanya selama 8 jam setelah proses pengajuan pembiayaan. Dengan kebijakan ini, Perseroan berharap konsumen akan terlayani lebih baik dan lebih cepat. Selain itu, Perseroan terus melakukan aktivitas pemasaran yang agresif dengan pemasaran berbasis keagenan untuk menjangkau potensi pasar yang jauh lebih luas.

Dari sisi investasi, Perseroan juga melakukan akuisisi terhadap PT. Asuransi Simas Net dan menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 85%. Hal ini dilakukan Perseroan untuk mendorong pertumbuhan Perseroan dari sisi diversifikasi usaha. Dengan masuk ke industri perasuransian, Perseroan mencoba mengembangkan sisi kerjasama dari industri pembiayaan dan industri perasuransian. Perseroan melakukan investasi sebesar Rp 127,5 Milyar untuk melakukan akuisisi ini.

Seluruh kebijakan strategis yang diambil Perseroan merupakan langkah Perseroan untuk meningkatkan kinerja Perseroan. Didalam pengambilan keputusan terkait kebijakan strategis Perseroan, Direksi mengutamakan musyawarah antar anggota Direksi sehingga kebijakan strategis telah dikaji dari berbagai aspek. Selain itu, dalam setiap pengambilan keputusan terhadap kebijakan strategis, Direksi juga melakukan pembahasan dengan Dewan Komisaris untuk menjaga kepentingan Pemegang Saham Perseroan.

 

Kendala Yang Dihadapi

Perjalanan bisnis Perseroan di tahun 2018 tentunya dihadapkan dengan beragam tantangan dan kendala yang ada yang berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung kepada Perseroan. Kendala-kendala yang kami hadapi tentunya terkait erat dengan dinamika usaha di sektor penjualan dan pembiayaan kendaraan secara kredit serta aspek lainnya yang menjadi dinamika di industri yang kami jalankan. Hal ini terjadi dikarenakan karena Pemerintah membuka ruang yang sangat besar untuk perusahaan pembiayaan melakukan pembiayaan di berbagai sektor usaha. Kebijakan ini memunculkan berdirinya banyak perusahaan pembiayaan baru yang menjadikan industri pembiayaan bersaing ketat.

Selain itu, faktor lain yang menjadi kendala Perseroan ialah demografi industri pembiayaan yang masih terpusat di wilayah Jawa dimana wilayah tersebut memang menjadi wilayah kerja utama jaringan Perseroan. Pengembangan ke wilayah lain masih terkendala oleh daya beli masyarakat dan keberadaan infrastruktur penunjang seperti jaringan teknologi yang banyak menghambat upaya Perseroan untuk memperbesar jaringan usaha Perseroan.

 

Prospek Usaha Ke Depan

Pada tahun 2019 prospek perekonomian Indonesia diperkirakan akan lebih baik ditopang oleh kebijakan ekonomi Pemerintah yang prudent, dampak keberlanjutan program tax amnesty, dan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan. Pergerakan ekonomi global, termasuk perkembangan ekonomi, serta perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina, juga akan mempengaruhi kondisi perekonomian global dan perekonomian Indonesia. Perseroan juga akan terus mewaspadai dampak kemungkinan peningkatan Fed Funds Rate terhadap pasar keuangan hal ini guna mengantisipasi kenaikan suku bunga yang merupakan modal dasar atas perusahaan pembiayaan. Melihat ketidakpastian arah suku bunga global dan resiko ketidakstabilan arus modal global, Perseroan akan melangkah secara hati-hati dengan mengedepankan faktor likuiditas, permodalan dan senantiasa fokus mempertahankan kualitas kredit. Perseroan senantiasa mencermati perkembangan ekonomi makro dan masing- masing sektor industri, baik untuk memanfaatkan berbagai peluangmaupun dalam melaksanakan mitigasi resiko di tahun 2019.

Sepanjang 2018, pemerintah berfokus pada penguatan konsumsi rumah tangga, investasi, ekspor, dan belanja pemerintah. Pertumbuhan investasi naik ke level tertinggi dalam lebih dari empat tahun terakhir dan investasi langsung luar negeri mencatat arus masuk bersih terbesar dalam lebih dari tujuh tahun. Volume ekspor dan impor mencatat pertumbuhan dua digit untuk pertama kalinya sejak 2012. Turunnya volatilitas mata uang dan semakin maraknya aktivitas di pasar keuangan. Hal ini selanjutnya dipicu oleh peningkatan peringkat kekuatan Indonesia ke Investment Grade oleh Standard & Poor’s, yang melengkapi peringkat Investment Grade yang sebelumnya telah diberikan oleh Fitch Ratings dan Moody’s Investors Service.

Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang ditargetkan mencapai 5,0%- 5,4% pada tahun 2019, hal ini tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2018 yang tercatat sebesar 5,17%. Dengan target pertumbuhan ekonomi ini, diharapkan akan memberikan peningkatan terhadap daya beli masyarakat yang akan sangat berpengaruh pada sektor usaha di Indonesia termasuk sektor pembiayaan. Pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan kebijakan melalui paket kebijakan ekonomi yang terkait industri pembiayaan yang mendorong peranan industri pembiayaan untuk perekonomian nasional. Kebijakan ini mendorong industri pembiayaan untuk lebih aktif mengambil peranan dalam pembiayaan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor kemaritiman.

Dari sektor industri pembiayaan, pertumbuhan perekonomian ini diharapkan meningkatkan daya beli konsumen terhadap kendaraan bermotor yang sangat terkait dengan industri pembiayaan. Masih rendahnya kualitas kenyamanan dan keamanan serta infrastruktur transportasi massal di kota-kota besar juga menjadi pemicu bagi konsumen untuk tetap memiliki kendaraan bermotor. Perseroan melihat bahwa pengadaan kendaraan bermotor oleh masyarakat masih akan meningkat seiring dengan tingginya jumlah masyarakat berusia produktif yang memiliki kebutuhan akan kendaraan bermotor untuk aktivitas dan usaha nya. Selain itu kebijakan bagi industri pembiayaan untuk lebih aktif mengambil peranan dalam pembiayaan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor kemaritiman juga menjadi prospek usaha yang menjanjikan bagi pelaku usaha industri pembiayaan.

Tahun 2019 mendatang, Perseroan membagi kategori pembiayaan Perseroan menjadi pembiayaan modal kerja yang menargetkan kalangan dunia usaha dan pembiayaan multiguna yang menargetakan pembiayaan bagi pembelian kendaraan bermotor. Untuk kategori pembiayaan modal kerja, Perseroan memiliki target pencairan pembiayaan sebesar Rp 10 Triliun.

Untuk kategori pembiayaan multiguna, Perseroan menetapkan untuk mencapai target pembiayaan sebesar 75.000 unit untuk kategori pembiayaan mobil bekas. Sedangkan untuk kategori sepeda motor bekas, Perseroan menargetkan untuk mencapai target pembiayaan sebesar 210.000 unit untuk tahun 2019.

 

Sumber Daya Manusia

PT Sinar Mas Multifinance menyadari bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu unsur terpenting dalam menggerakkan operasional Perusahaan. Dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal dan berkulitas sebagai asset Perseroan maka SDM dapat menyukseskan setiap lini bisnis yang dijalankan untuk mewujudkan visi dan misi Perseroan serta target bisnis yang telah dicanangkan oleh pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Manajemen SDM memiliki tanggung jawab untuk membentuk karyawan yang andal dan berkompeten supaya mampu menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Dengan kemampuan inilah Perseroan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan mampu menghadapi berbagai tantangan di era yang kompetitif ini. Selain itu, Perseroan melihat perlu ada sinergi antara kompetensi pengetahuan dan keahlian dalam Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan. Hal ini untuk mendukung kompleksitas bisnis Perseroan dan perubahan pasar industri pembiayaan. Langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan terhadap kebijakan Sumber Daya Manusia ialah sistem perencanaan SDM, pelatihan dan pengembangan, struktur dan organisasi serta sistem dan standar remunerasi.

Pada akhir tahun 2018, jumlah karyawan Perseroan sebesar tercatat 6.789 karyawan dengan beragam profil demografis seperti usia dan tingkat pendidikan. Perencanaan dan pengelolaan SDM telah dijalankan dengan baik oleh Direksi Perusahaan. Program yang dijalankan oleh Perseroan adalah program pendidikan Management Trainee dengan berbagai jenjang mulai dari Basic Training Program (BTP), Intermediate Training Program (ITP) sampai Advance Training Program (ATP). Perseroan juga mengubah kebijakan terhadap sumber daya manusia bidang pemasaran. Hal itu dilakukan dengan menjadikan tenaga pemasaran berbasis agen pemasaran. Hal ini dilakukan untuk menurunkan beban operasional Perseroan dan mendorong pencapaian hasil kinerja tenaga pemasaran yang lebih efektif.

Perseroan menempatkan perencanaan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai hal yang penting untuk meningkatkan kinerja Perseroan. Perencanaan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan berfokus pada pengembangan yang berkelanjutan. Sepanjang 2018, Perseroan telah melakukan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengacu pada pengembangan berkelanjutan guna meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia Perseroan.

 

Teknologi Informasi

Teknologi informasi memiliki kekuatan untuk mengembangkan industri dan mentransformasikan bagaimana bisnis dijalankan oleh Perseroan. Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik bahwa pemanfaatan teknologi informasi berperan penting dalam perdagangan dan pertumbuhan perekonomian nasional untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Perkembangan teknologi dari pengaruh globalisasi sekarang ini begitu pesat yang diiringi dengan perkembangan sistem informasi yang berbasis teknologi. Hal ini telah menyebabkan terjadinya perubahan- perubahan yang begitu cepat di dalam berbagai bidang. Teknologi informasi dalam hal ini merupakan salah satu tiang penopang keberhasilan dalam era globalisasi dan digitalisasi saat ini. Sebagai bagian penting dan tak terpisahkan dari kinerja operasional Perseroan, sistem teknologi informasi merupakan hal yang ditingkatkan oleh Perseroan secara berkelanjutan. Perseroan menerapkan sistem teknologi informasi yang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi kinerja Perseroan. Integrasi sistem teknologi informasi dilakukan baik antara kantor pusat dengan kantor cabang maupun lintas divisi didalam Perseroan. Tujuan utama dari pengembangan sistem teknologi informasi Perseroan yaitu meningkatkan efisiensi kinerja Perseroan sehingga konsumen akan merasakan kemudahan terhadap akses layanan Perseroan.

Selama tahun 2018 Departemen Teknologi Informasi telah melakukan pengembangan sistem informasi, seperti pengembangan upgrade aplikasi Muffins untuk kebutuhan database dan layanan pembiayaan Perseroan, aplikasi Mantis untuk kebutuhan helpdesk dan pelayanan pengaduan konsumen Perseroan. Perseroan juga membangun Data Warehouse dan membuat team Big Data sebagaimana untuk mempermudah Perseroan dalam mengambil dan membuat keuptusan secara tepat dan cepat.

 

Tanggung Jawab Soal Perusahaan

Perusahaan telah menjalankan kebijakan tanggung jawab sosial dengan mengacu pada regulasi yang sudah ada, baik yang termaktub Undang-Undang Perusahaan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007, maupun regulasi lainnya. Pada intinya, tanggung jawab sosial dan lingkungan yang diamanatkan bertujuan untuk mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat bagi Perusahaan itu sendiri, komunitas setempat, dan masyarakat pada umumnya.

Perseroan melihat tanggung jawab sosial sebagai partisipasi aktif Perseroan bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Hal itu diwujudkan dengan keaktifan Perseroan dalam kegiatan bidang lingkungan hidup dan bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Komitmen dan partisipasi aktif Perseroan diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan dan program Tanggung Jawab Sosial Perseroan (Corporate Social Responsibility).

Program CSR yang dilakukan Perseroan dilakukan mengacu pada paradigma “triple bottom line”, dimana Perseroan menyadari bahwa untuk berkembang secara berkelanjutan Perseroan harus memposisikan profit, planet, people sebagai dasar pengelolaan Perseroan. Implementasi nyata dari paradigma Perseroan ini diwujudkan dengan kegiatan pelestarian lingkungan hidup dan kegiatan bersama dengan karyawan Perseroan untuk menjaga hubungan harmonis demi keberlanjutan usaha Perseroan.

Program tanggung jawab sosial bidang lingkungan hidup Perseroan dilakukan sebagai tindakan aktif yang bersifat pengurangan atau penghematan terhadap hal-hal yang membebani Lingkungan Hidup.

Program tanggung jawab sosial bidang sosial dan pengembangan masyarakt dilakukan pemberian bantuan beasiswa pendidikan kepada siswa-siswi anak karyawan Perseroan. Bagi Perseroan, bidang pendidikan dipilih karena keyakinan Perseroan bahwa pendidikan merupakan pondasi utama untuk mencerdaskan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Program tanggung jawab sosial bidang tanggung jawab kepada konsumen Perseroan dilakukan dengan bentuk pengadaan layanan pengaduan konsumen. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Perseroan terhadap ketidaksesuaian kegiatan Perseroan yang dilakukan karyawan Perseroan yang merugikan konsumen.

 

Tata Kelola Perusahaan

Untuk tahun 2018, berbagai kebijakan dan kegiatan yang dilakukan oleh Perseroan untuk terus meningkatkan kualitas penerapan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan Yang Baik. Perseroan terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dengan cara mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan-kebijakan yang telah ada disesuaikan dengan praktik-praktik terbaik. Hal ini didukung dengan sosialisasi pengenalan tata kelola perusahaan, sehingga pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik diterapkan di semua tingkatan organisasi. Demi memastikan pelaksanaan dan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan telah memiliki struktur dan sistem pengawasan yang terdiri dari Dewan Komisaris yang didukung oleh komite-komite dibawahnya dan Direksi.

 

Upaya mengevaluasi pelaksanaan tata kelola perusahaan dilakukan melalui penilaian secara mandiri, dengan menggunakan penilaian yang dikeluarkan oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI). Aspek-aspek yang dinilai adalah penghargaan atas hak-hak pemegang saham, kebijakan tata kelola perusahaan, praktik-praktik tata kelola perusahaan, pengungkapan, dan sistem pengendalian. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, hasil nilai tertimbang yang diperoleh perusahaan menunjukkan nilai tata kelola perusahaan secara keseluruhan adalah Baik.

 

Dapat kami laporkan bahwa selama tahun 2018 bahwa Perseroan, Dewan Komisaris, dan Direksi telah berupaya menjalankan seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang. Peningkatan akan terus dilakukan dan menjadi komitmen Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi sebagai bagian dari upaya untuk mencapai kepatuhan penuh terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku.

 

Pengendalian Internal

Pengendalian internal Perseroan dilakukan sebagai bagian pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan. Sistem pengendalian internal Perseroan terus ditingkatkan untuk mencapai standar pengendalian internal yang berskala internasional. Selama tahun 2017, Direksi aktif untuk melakukan pengawasan dan pengendalian internal terhadap kegiatan usaha Perseroan. Direksi membentuk satuan tugas pengendalian internal yang bertanggung jawab kepada Direksi untuk memastikan pelaksanaan pengendalian internal menghasilkan pengawasan yang transparan dan bertanggung jawab.

Selama tahun 2018, Direksi aktif untuk melakukan pengawasan dan pengendalian internal terhadap kegiatan usaha Perseroan. Direksi membentuk satuan tugas pengendalian internal yang bertanggung jawab kepada Direksi untuk memastikan pelaksanaan pengendalian internal menghasilkan pengawasan yang transparan dan bertanggung jawab.

Satuan kerja pengendalian internal Perseroan telah melakukan pemeriksaan kepada seluruh kantor cabang Perseroan terkait pengendalian internal terhadap pelaksanaan peraturan dan kebijakan Perseroan. Didalam kegiatan pemeriksaan, satuan kerja pengendalian internal perseroan memiliki standar operasional prosedur terkait agenda pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan secara langsung kepada Direksi.

 

Manajemen Resiko

Manajemen menilai bahwa penerapan manajemen resiko merupakan upaya penting untuk menjaga dan melindungi Perusahaan dari resiko kerugian yang mungkin timbul dari berbagai aktivitasnya. Selain itu, ikut menjaga tingkat resiko agar sesuai dengan arahan yang sudah ditetapkan. Pelaksanaan manajemen resiko menjadi hal yang sangat penting dan perlu ditingkatkan oleh Direksi sepanjang tahun 2018. Hal ini didorong untuk menghasilkan praktik bisnis yang memiliki resiko sehat terutama dalam hal pemberian fasilitas pembiayaan. Pada akhir tahun 2018, non performing financing Perseroan tercatat sebesar 1,36% naik dari tahun 2017 yang tercatat sebesar 0,65%. Hal ini menjadi perhatian bagi Perseroan, walaupun non performing financing Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35 tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yaitu batas wajar untuk non performing financing adalah paling tinggi sebesar 5% namun kenaikan yang cukup signifikan ini menjadi perhatian utama Direksi Perseroan.

Perseroan juga telah melaksanakan penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.4/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat Resiko Perusahaan Pembiayaan. Penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko untuk Perseroan per akhir Desember 2018 ialah Sedang Rendah. Atas hasil penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko yang telah dilakukan, Perseroan telah menyampaikan hasil tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan. Direksi Perseroan akan terus berupaya untuk menjaga hasil kinerja manajemen resiko yang telah diperoleh selama tahun 2018.

Sistem manajemen resiko pada pemberian fasilitas pembiayaan dilakukan melalui kegiatan Prinsip Mengenal Nasabah. Perseroan menjalankan pemantauan lapangan terhadap profil calon konsumen, yang kemudian juga dilakukan pemeriksaan profil keuangan calon konsumen melalui BI checking terutama pada pembiayaan channeling. Pemeriksaan profil keuangan calon konsumen dituangkan dalam scoring system yang menjadi dasar persetujuan pemberian fasilitas pembiayaan.

 

Penutup

Atas nama Dewan Direksi dan manajemen Perseroan, saya ingin menyampaikan terima kasih kepada para kepada seluruh karyawan, Dewan Komisaris, para Pemegang Saham, dan Pemangku Kepentingan, atas dukungan dan kepercayaan kepada kami jajaran manajemen sehingga kami dapat menjalankan amanat dan mengoperasikan Perseroan dengan baik pada tahun 2018.

Dan kepada seluruh konsumen kami termasuk Otoritas Jasa Keuangan, atas semua dukungan dan kepercayaan yang kami terima sepanjang tahun yang akan membantu kami menatap ke depan dengan penuh optimism.

Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kita semua. Amin