Pesan Manajemen

LAPORAN DEWAN KOMISARIS

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan Puji dan Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga PT. Sinar Mas Multifinance dapat melalui tahun 2017 dengan raihan yang baik. Selanjutnya, perkenankan kami untuk menyampaikan Laporan Pelaksanaan Pengawasan atas pengelolaan perusahaan yang dilakukan Direksi selama tahun 2017.

 

Penilaian Kinerja Direksi

Tahun 2017 merupakan tahun yang penuh turbelensi untuk perekonomian Indonesia. Kondisi politik dalam negeri dengan adanya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) di berbagai wilayah Indonesia secara tidak langsung memberi dampak terhadap kinerja perekonomian nasional. Pilkada Provinsi DKI Jakarta yang banyak menjadi sorotan baik nasional dan global menjadi faktor yang memberikan dampak bagi kinerja perekonomian nasional. Pemerintah Indonesia sepanjang tahun 2017 terus mendorong percepatan pertumbuhan dan pemerataan infrastruktur memberikan dampak besar bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Realisasi APBN-P 2017 yang masih defisit 2,67% menunjukkan masih banyak program akselerasi pemerintah yang terhambat baik dari sisi kebijakan maupun pelaksanaan. Sektor perekonomian nasional sepanjang tahun 2017 mengalami pasang surut seiring dampak kondisi mikro dan sosial masyarakat Indonesia. Secara umum, perekonomian nasional sepanjang tahun 2017 banyak didorong oleh investasi pemerintah Indonesia di sektor infrastruktur. Sektor swasta sepanjang tahun 2017 masih dibayangi lemahnya daya beli masyarakat. Perlemahan daya beli masyarakat terjadi hamper sepanjang tahun 2017. Hal ini secara langsung banyak mempengaruhi kinerja sektor rill yang sangat dipengaruhi oleh keberadaan daya beli masyarakat. Berdasarkan data AC Nielsen, sampai akhir tahun 2017, pertumbuhan penjualan barang konsumsi diangka 2,7% jauh dibanding tahun 2016 yang tercatat sebesar 7,7% atau bahkan jika dibandingkan tahun 2015 yang tercatat diangka 11%. Gambaran ini memberikan prespektif bahwa situasi ekonomi nasional dalam keadaan perlambatan atau bahkan dapat dikatakan dalam ancaman resesi. Optimisme pemerintah Indonesia untuk tetap mengejar pertumbuhan ekonomi diatas 5% memerlukan upaya yang maksimal. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 tercatat 5,07% dibawah target 5,2%. Hal ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan kalangan industri untuk memastikan bahwa kinerja perekonomian tidak mengalami perlambatan yang semakin dalam.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia memang masih dalam tren positif dengan tercatat sebesar 5,07%, hal ini jelas perlu mendapat apresiasi dan dorongan untuk terus mengejar target pertumbuhan 2018 sebesar 5,4%. Inflasi Indonesia pada akhir tahun 2017 tercatat 3,61%, kembali mengalami kenaikan jika dibanding tahun 2016 yang tercatat 3,02%. Kenaikan inflasi ini perlu mendapat perhatian dari seluruh pihak, baik pemerintah maupun kalangan industri, karena kenaikan inflasi akan memberikan dampak pada daya beli masyarakat. Upaya pemerintah Indonesia menjaga inflasi dikisaran +/- 3% menunjukkan keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi terutama terkait kestabilan harga. Ditengah kondisi perlemahan daya beli yang sedang terjadi, menjaga inflasi menjadi sangat penting untuk tetap memastikan bahwa tingkat permintaan masyarakat tidak mengalami penurunan signifikan.

Sepanjang tahun 2017, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1.364 miliar, mengalami peningkatan 52,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih yang dibukuan Perseroan juga mengalami peningkatan 86% menjadi Rp 93 Miliar. Total pembiayaan selama tahun 2015 ialah sebesar Rp 4,83 Triliun naik sebesar 10,1% dibanding tahun 2015, sementara itu total piutang usaha pada tahun 2015 tercatat Rp 3,08 Triliun atau naik sebesar 44,9% dibanding tahun sebelumnya. Kredit bermasalah (NPF) Perseroan pada akhir Desember 2015 tercatat sebesar 3,6% mengalami kenaikan dari tahun 2015 yang tercatat sebesar 2,0%.

Dari sisi operasional, Perseroan menjalankan usaha dengan jaringan 106 kantor cabang dan 305 outlet. Kantor cabang dan outlet tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Untuk meningkatkan optimalisasi dan efektivitas kinerja kantor cabang dan outlet, maka seluruh kantor cabang dan outlet menggunakan standar sistem dan prosedur kerja yang baik serta didukung oleh penerapan sistem teknologi yang terintegrasi. Selain itu, upaya peningkatan kinerja operasional dilakukan melalui sentralisasi di beberapa fungsi yaitu fungsi layanan pelanggan, dan analisa kredit. Selain itu, Perseroan juga melakukan kerjasama dengan pihak ketiga untuk penagihan. Hal ini dilakukan Perseroan untuk meningkatkan efisiensi penagihan dan mempercepat proses penagihan Kinerja operasional Perseroan dilakukan evaluasi dan pengawasan dengan Direksi untuk memastikan kesesuaian antar kebijakan dan tata kelola Perseroan.

Pengawasan Implementasi Strategi

Didalam menjalankan kegiatan Perseroan, Dewan Komisaris melakukan fungsi pengawasan atas seluruh kebijakan dan aktivitas yang diambil oleh Direksi Perseroan. Pada tahun 2017, Perseroan banyak menitikberatkan implementasi pada 3 hal utama yaitu, peningkatan pembiayaan, peningkatan kualitas pembiayaan, dan efisiensi operasional Perseroan.

Didalam strategi peningkatan pembiayaan, Perseroan telah mengambil beberapa langkah penting seperti peningkatan pemasaran melalui kemitraan yang saat ini banyak menopang pertumbuhan pembiayaan Perseroan. Terhadap strategi ini, Dewan Komisaris melakukan pengawasan dengan memberikan arahan terhadap bentuk kemitraan yang tepat dan berkelanjutan. Hal ini penting, dikarenakan Dewan Komisaris melihat bahwa peningkatan pembiayaan tidak dapat dilakukan pada satu momen waktu saja, tapi harus merupakan suatu keberlanjutan. Didalam strategi peningkatan kualitas pembiayaan, Perseroan mengambil langkah untuk menjaga rasio piutang bermasalah tetap dibawah 5% sesuai amanat Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan. Selain itu, Perseroan juga melakukan upaya peningkatan cadangan piutang untuk menjaga kemungkinan penurunan kualitas piutang pembiayaan Perseroan.


Prospek Usaha Kedepan

Perekonomian Indonesia diperkirakan akan tumbuh sekitar 5,4% pada tahun 2018, target pertumbuhan ekonomi ini mengalami kenaikan dengan pertumbuhan ekonomi yang dicapai tahun 2017 yaitu 5,07%. Hal ini tetap menjadi harapan bagi perbaikan makro ekonomi Indonesia. Pemerintah Indonesia juga menargetkan untuk menjaga kestabilan harga, suku bunga pasar, peningkatan daya beli masyarakat dan nilai tukar Rupiah terhadap USD. Peningkatan perekonomian ini juga menjadi harapan untuk peningkatan produk domestik bruto (PDB) yang menjadi indikator konsumsi domestik.

Terkait dengan industri pembiayaan, pertumbuhan perekonomian ini diharapkan meningkatkan daya beli konsumen terhadap kendaraan bermotor yang sangat terkait dengan industri pembiayaan. Masih rendahnya kualitas kenyamanan dan keamanan serta infrastruktur transportasi massal di kota-kota besar juga menjadi pemicu bagi konsumen untuk tetap memiliki kendaraan bermotor. Selain itu berdasarkan berbagai penelitian, menunjukkan bahwa sekitar 66,5% penduduk Indonesia merupakan usia produktif yang berpotensi untuk memerlukan kendaraan bermotor untuk aktivitas dan usahanya. Selain untuk melakukan pembiayaan bagi kendaraan bermotor, Pemerintah Indonesia telah mendorong bagi industri pembiayaan untuk mengambil porsi lebih dalam memberikan pembiayaan bagi kalangan usaha seperti usaha kecil menengah dan usaha kemaritiman. Pelaku usaha di industri pembiayaan melihat peluang yang cukup besar untuk masuk ke ranah pembiayaan investasi dan pembiayaan modal kerja. Pelaku usaha saat ini melihat bahwa sumber pendanaan untuk kegiatan usaha dari industri pembiayaan menjadi pilihan yang menarik. Ditengah situasi yang dinamis ini, industri pembiayaan diharapkan akan lebih banyak lagi memberikan pembiayaan bagi industri lain walaupun tetap harus menjaga kualitas dari pembiayaan yang telah diberikan.

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang telah disebutkan, adalah tepat jika untuk tahun 2018 untuk menargetkan pertumbuhan pembiayaan multiguna kategori pembelian dengan angsuran mobil bekas sebesar 65% pembiayaan multiguna kategori pembelian dengan angsuran motor bekas baik dari pembiayaan konvensional dan syariah sebesar 44%. Sedangkan untuk pembiayaan modal kerja yang dikhususkan untuk mendorong kemajuan dunia usaha, Perseroan menargetkan akan mengalami pertumbuhan sebesar 111%. Pembiayaan modal kerja dilakukan dengan kategori pembiayaan dengan pemberian jaminan dari pemberi penjual piutang. Selain itu, Perseroan juga akan membuka diversifikasi pembiayaan baru dengan pembiayaan jasa syariah dengan menargetkan pembiayaan bagi calon jamaah haji.

 
Tata Kelola Perusahaan

Perseroan sangat menyadari bahwa ditengah era keterbukaan informasi dan transparansi saat ini, maka penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) merupakan bagian yang sangat penting dalam operasional Perseroan. Penerapan GCG menjadi elemen penting dalam mengoptimalkan nilai perusahaan agar memiliki daya saing yang kuat secara nasional, sehingga mampu mempertahankan eksistensi dan keberlanjutan masa depan Perseroan.

Penilaian terhadap praktik GCG Perseroan dilakukan dengan penilaian mandiri (self assessment) berdasarkan kriteria FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia). Penilaian dilakukan pada akhir tahun 2017 dengan aspek-aspek yang dinilai adalah penghargaan atas hak-hak pemegang saham, kebijakan tata kelola perusahaan, praktik-praktik tata kelola perusahaan, pengungkapan, dan sistem pengendalian. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, hasil nilai tertimbang yang diperoleh perusahaan menunjukkan nilai tata kelola perusahaan secara keseluruhan adalah Baik.

Dewan Komisaris bersama Direksi memegang komitmen penuh untuk menerapkan GCG secara konsisten dan maksimal dalam implementasinya. Aspek yang selalu diutamakan dalam penerapan GCG Perseroan adalah penegakan prinsip akuntabilitas, tanggung jawab mandate dan implementasi pedoman serta mekanisme untuk memastikan prilaku yang baik dalam rangka melindungi kepentingan perusahaan dan pemegang saham.

Perseroan juga terus melakukan upaya peningkatan terhadap berbagai perangkat yang terkait dengan penerapan prinsip GCG dalam operasional Perseroan sehar-hari. Dewan Komisaris juga menilai bahwa Komite- Komite dibawah Dewan Komisaris telah memberikan dukungan penuh dalam membantu Dewan Komisaris untuk menjalankan fungsi dan tugas pengawasan dengan baik.


Pengendalian Internal

Sistem pengendalian internal Perseroan dilakukan sebagai upaya pengawasan terhadap Perseroan. Pengendalian internal Perseroan terus ditingkatkan untuk memenuhi standar pengendalian internal yang berskala internasional.

Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk melakukan fungsi pengawasan dalam rangka memastikan terselenggaranya pengendalian internal dalam setiap kegiatan usaha Perseroan pada seluruh tingkatan organisasi. Untuk memastikan kinerja pengendalian internal berjalan dengan baik, Dewan Komisaris menunjuk Komite Audit sebagai Komite dibawah Dewan Komisaris yang bertanggung jawab terhadap pengendalian internal Perseroan.

 
Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor yang memiliki peranan penting bagi Perseroan untuk mencapai kegiatan usaha yang berkelanjutan. Perseroan mengelola dan meningkatkan kemampuan SDM melalui system perencanaan SDM, pelatihan dan pengembangan, struktur dan organisasi serta sistem dan standar remunerasi yang bertujuan untuk menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Perseroan melihat bahwa dengan meningkatnya kompetensi pengetahuan dan keterampilan SDM maka Perseroan akan mencapai target Perseroan dimasa datang. Hal ini merupakan proses yang terus berlangsung dan Dewan Komisaris akan terus bekerjasama dengan Direksi dan jajaran manajemen senior.

Pada tahun 2017, jumlah karyawan Perseroan tercatat 6.660 karyawan dengan beragam profil demografis seperti usia dan tingkat pendidikan. Perencanaan dan pengelolaan SDM telah dijalankan dengan baik oleh Direksi Perusahaan.

 
Manajeman Resiko

Dewan Komisaris terus bekerjasama dengan Direksi untuk menerapkan praktik manajemen resiko yang terbaik dan efektif untuk mendorong praktik bisnis yang memiliki resiko sehat disetiap jajaran manajemen Perseroan. Indikator resiko Perseroan yaitu non performing financing (NPF) saat ini tercatat 0.5% dan mengalami penurunan dari tahun 2016 yang tercatat sebesar 3.6%. Upaya maksimal dari sisi penagihan yang dilakukan Perseroan baik dari sisi kebijakan maupun dari sisi efisensi pelaksanaan fungsi penagihan dengan kerjasama pihak ketiga telah menghasilkan kinerja penagihan yang jauh lebih baik dibanding tahun 2016. Kepatuhan Perseroan dari sisi penagihan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan yaitu batas wajar untuk non performing financing adalah paling tinggi sebesar 5% telah berhasil dicapai dan menunjukkan. Dewan Komisaris tetap bekerjasama dengan Direksi untuk melakukan upaya menjaga indikator resiko Perseroan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaran Usaha Perusahaan Pembiayaan. Tahun 2015, Perseroan juga telah melaksanakan penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko. Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.4/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat Risiko Perusahaan Pembiayaan. Hasil penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko untuk Perseroan per akhir Desember 2015 ialah Sedang Rendah. Atas hasil penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko yang telah dilakukan, Perseroan telah menyampaikan hasil tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan.

 
Program Berkelanjutan

Dewan Komisaris telah memberikan masukan dan arahan kepada Direksi dalam rangka program berkelanjutan untuk terus aktif melakukan program tanggung jawab sosial. Program ini lebih diarahkan kepada bidang lingkungan hidup, bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja, bidang pengembangan sosial dan kemasyarakatan, dan bidang tanggung jawab konsumen. Pada tahun 2017, program yang telah dilaksanakan Perseroan ialah pada bidang lingkungan hidup dimana telah dilaksanakan beberapa program antara lain penghematan energi, pemanfaatan produk daur ulang, dan pengurangan emisi karbon untuk kegiatan operasioanal Perseroan. Pada bidang bidang pengembangan sosial dan kemasyarakatan telah dilaksanakan program berupa pemberian bantuan beasiswa pendidikan bagi karyawan Perseroan. Hal ini dilakukan oleh Perseroan sebagai bentuk partisipasi Perseroan bagi pendidikan anak Indonesia.

 
Penerapan WHISTLEBLOWING SYSTEM

Perseroan sangat menghargai asas keterbukaan dalam pelaksanaan usaha Perseroan dan karenanya Perseroan memandang bahwa keterbukaan dalam penyampaian informasi kepada publik oleh pihak internal Perseroan merupakan hal yang wajar dan perlu untuk didukung. Pelaksanaan whistleblowing system Perseroan telah dilaksanakan menurut asas kebebasan penyampaian informasi, walaupun Perseroan tetap meminta bahwa penyampaian informasi harus berdasarkan fakta dan didukung data yang sesuai. Dewan Komisaris melihat bahwa penerapan whistleblowing system Perseroan telah berjalan dimana Perseroan memberikan kebebasan penuh kepada pihak internal Perseroan untuk menyampaikan informasi terkait Perseroan kepada publik tanpa adanya ancaman bahwa tindakan tersebut akan dikenakan sanksi oleh Perseroan.

 

Frekuensi dan Cara Pemberian Nasihat

Dalam rangka pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris, berbagai bentuk komunikasi dijalankan dengan Direksi untuk menjamin tujuan Perseroan dan kepentingan Pemegang Saham Perseroan dapat dicapai. Dewan Komisaris berkewajiban untuk menyampaikan nasihat dan pandangan kepada Direksi terkait segala kebijakan dan keputusan yang diambil oleh Direksi. Pertemuan antara Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan merupakan forum komunikasi yang rutin dilakukan sebagai bentuk pemberian nasihat dari Dewan Komisaris kepada Direksi Perseroan. Forum komunikasi antara Dewan Komisaris dan Direksi melalui mekanisme rapat dilakukan satu (1) kali dalam tiga (3) bulan. Selama tahun 2017, rapat Dewan Komisaris dan Direksi telah dilakukan sebanyak empat (4) kali.

 
Perubahan Susunan Dewan Komisaris

Perseroan sangat menghargai asas keterbukaan dalam pelaksanaan usaha Pada tanggal 22 Mei 2017, Para Pemegang Saham Perseroan memutuskan untuk mengangkat Doddy Susanto selaku Komisaris Perseroan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kerja Dewan Komisaris dalam fungsi pengawasan terhadap Direksi. Pengangkatan Komisaris Perseroan atas nama Doddy Susanto diaktakan dalam akta no. 13 dihadapan Notaris Syofilawati, SH dan telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-722/NB.11/2017 tanggal 5 Desember 2017.

 

Apresiasi

Berdasarkan kinerja Perseroan sepanjang tahun 2017, maka Dewan Komisaris menyampaikan apresiasi kepada Direksi dan seluruh karyawan PT. Sinar Mas Multifinance atas peningkatan kinerja Perseroan. Dewan Komisaris berharap Direksi dan seluruh karyawan PT. Sinar Mas Multifinance menjaga dan meningkatkan kembali kinerja Perseroan di waktu mendatang.
 

LAPORAN DEWAN DIREKSI

 

PARA PEMANGKU KEPENTINGAN DAN PEMEGANG SAHAM YANG TERHORMAT,

Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan Puji dan Syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga PT. Sinar Mas Multifinance dapat melalui tahun 2017 dengan raihan yang baik dan semakin memperkuat Perseroan untuk melaksanakan program ke depan.

 

Kondisi Makro Ekonomi Indonesia

Pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2017 tidak jauh berbeda jika dibanding tahun 2016. Tahun 2017, pertumbuhan perekonomian Indonesia tercatat sebesar 5,07%, cenderung turun 0,05% jika dibanding tahun 2016, dimana pertumbuhan perekonomian Indonesia tercatat sebesar 5,02%, namun masih dibawah target pertumbuhan 5,4%. Pada tahun 2017, perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi oleh kinerja sektor infrastruktur yang menjadi kekuatan utama pertumbuhan ekonomi 2017. Beberapa kebijakan pemerintah terkait investasi dan fiskal juga mendorong pertumbuhan walaupun tantangan perlemahan daya beli dan inflasi masih menjadi hal yang menghambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Situasi politik tahun 2017 juga memberikan dampak bagi kinerja ekonomi Indonesia. Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) terutama di Provinsi DKI Jakarta berdampak besar bagi kondisi sosial dan mempengaruhi kinerja perekonomian nasional. Stabilitas politik yang cenderung fluktuatif menciptakan turbelensi pada arah pertumbuhan ekonomi nasional.

Dari kondisi perekonomian nasional, tahun 2017 merupakan tahun yang banyak mengalami tantangan. Kondisi perekonomian global banyak mempengaruhi kondisi perekonomian nasional. Stabilitas nilai tukar mata uang Rupiah menjadi indikator besarnya pengaruh perekonomian global bagi Indonesia, dimana ini menunjukkan bahwa Rupiah masih belum dapat menguat disepanjang tahun 2017. Ditengah kondisi perekonomian yang belum stabil, Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk menjaga target pertumbuhan diatas 5%. Hal ini dilakukan melalui paket kebijakan ekonomi yang bertujuan menciptakan iklim investasi yang sehat dan menjanjikan. Sektor infrastrukur menjadi harapan besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai diatas 5%. Investasi pemerintah Indonesia disektor infrastruktur telah mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi 5,02% di tahun 2017. Beberapa mega proyek nasional yang masih dalam tahap pengembangan akan kembali mendorong pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan mencapai 5,4% di tahun 2018.

Kinerja makro ekonomi Indonesia secara langsung juga memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan pembiayaan di Indonesia. Didalam keberadaannya perusahaan pembiayaan memiliki keterkaitan erat dengan industri otomotif. Pemulihan daya beli masyarakat ini juga menyentuh segmen industri otomotif yang dibuktikan dengan peningkatan penjualan kendaraan bermotor. Hal ini jelas memberikan keuntungan bagi industri pembiayaan untuk melakukan kegiatan usaha pembiayaan lebih optimal lagi ditengah potensi pasar yang meningkat. Selain itu paket kebijakan ekonomi Pemerintah Indonesia yang mendorong industri pembiayaan untuk mengambil porsi lebih dalam memberikan pembiayaan bagi kalangan usaha seperti usaha kecil menengah dan usaha kemaritiman juga telah menciptakan diversifikasi usaha dan potensi bagi perusahaan pembiayaan.

 

Kinerja Perseroan Tahun 2017

Tahun 2017, Perseroan tetap mempertahankan skema bisnis pembiayaan terhadap 2 (dua) kategori pembiayaan yaitu pembiayaan modal kerja diberikan dalam bentuk anjak piutang dengan pemberian jaminan dari pemberi penjual piutang (factoring with resource) dan untuk pembiayaan multiguna dilakukan melalui pembelian dengan pembayaran secara angsuran. Untuk kategori pembiayaan modal kerja diberikan dalam bentuk anjak piutang dengan pemberian jaminan dari pemberi penjual piutang (factoring with resource), Perseroan telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 2.040 Miliar atau mengalami kenaikan 107% dibanding tahun 2016, walaupun masih dibawah target tahun 2017 sebesar Rp 3.384 Miliar. Permintaan pembiayaan modal kerja sangat dipengaruhi kinerja sektor industri yang banyak membutuhkan modal kerja dalam jangka pendek. Sektor perdagangan dan komoditas yang masih dalam kondisi stagnan menjadi kendala bagi perseroan untuk memberikan pembiayaan modal kerja.

Realisasi pembiayaan Perseroan untuk pembiayaan multiguna untuk tahun 2017 yang dilakukan melalui pembelian dengan pembayaran secara angsuran ialah 65.229 unit untuk kategori mobil bekas dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 3,80 Triliun, naik sebesar 42% dari tahun 2016. Untuk kategori sepeda motor bekas, realisasi pembiayaan tahun 2017 ialah 205.616 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 1,33 Triliun, naik sebesar 14% dari tahun 2016. Untuk kategori mobil bekas telah mencapai 108% dari target yang ditetapkan pada tahun 2017, sedangkan untuk kategori motor bekas hanya mencapai 88% dari target 2017. Kebijakan Perseroan terhadap kegiatan penetrasi pasar dan perbaikan kebijakan pemasaran banyak memberikan dampak bagi hasil realiasasi pembiayaan multiguna Perseroan.

Dari sisi keuangan, Perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 1.364 Miliar, mengalami kenaikan 52,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih yang dibukukan Perseroan juga mengalami peningkatan 86,0% menjadi Rp 93 Miliar. Pada akhir tahun 2017, Perseroan membukukan aset sebesar Rp 6,10 Triliun, nilai aset ini naik 37,0% dari tahun 2016 dimana tercatat nilai aset sebesar Rp 4,49 Triliun. Kenaikan nilai aset sangat dipengaruhi oleh kenaikan piutang usaha Perseroan sebesar 49,1% dimana pada Desember 2016 tercatat Rp 3,06 Triliun menjadi Rp 4,57 Triliun pada Desember 2017. Dari sisi kredit bermasalah (Non Performing Financing), terjadi penurunan signifikan dari tahun 2017 dimana kredit bermasalah tercatat 0,5% pada tahun 2017 turun dari 3,6% pada tahun 2016. Kenaikan kredit bermasalah (NPF) ini sangat berpengaruh pada kualitas aset Perseroan. Perubahan kebijakan piutang Perseroan dan upaya memaksimalkan penagihan telah berhasil memperbaiki kualitas piutang Perseroan.

Kinerja operasional Perseroan sepanjang tahun 2017 mengalami peningkatan, dimana Perseroan menjalankan 106 kantor cabang dan 306 outlet. Jumlah kantor cabang Perseroan bertambah sebanyak 1 kantor cabang baru. Kantor cabang baru Perseroan yang dibuka selama tahun 2016 adalah Ponorogo. Dengan penambahan jumlah kantor cabang ini, menunjukkan komitmen Perseroan untuk terus berkembang dan semakin dekat dengan konsumen. Kegiatan operasional kantor cabang Perseroan memiliki standar sistem dan prosedur kerja yang sama untuk seluruh kantor cabang. Selain itu, untuk mendukung efektivitas kinerja kantor cabang Perseroan, maka seluruh kantor cabang Perseroan menggunakan sistem teknologi informasi yang terintegrasi. Sepanjang tahun 2017, Perseroan terus melakukan peningkatan terhadap manajemen resiko Perseroan sebagai bagian dari pengendalian kredit. Upaya yang dilakukan Perseroan ialah dengan melakukan kerjasama penagihan dengan pihak ketiga. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas penagihan dimana dengan kerjasama dengan pihak ketiga ini diharapkan tingkat pelanggaran internal terhadap kegiatan penagihan akan mengalami penurunan signifikan.

Sepanjang tahun 2017, Perseroan terus berupaya untuk melakukan inovasi terkait produk dan kinerja pemasaran Perseroan. Inovasi produk yang dilakukan Perseroan ialah dengan menciptakan variasi pada pola pemasaran Perseroan. Inovasi pola pemasaran Perseroan salah satu nya ialah dengan sistem kemitraan penjualan produk Perseroan. Hal ini untuk memberikan kesempataan kepada konsumen menjadi bagian pemasaran Perseroan dan memberikan nilai lebih bagi konsumen. Selain itu, Perseroan melakukan kegiatan yang bersifat kegiatan yang memberikan nilai tambah bagi konsumen dalam hal pelayanan yaitu layanan telemarketing. Hal ini dilakukan untuk memberikan informasi produk Perseroan dan kemudahan bagi calon konsumen yang ingin memperoleh pembiayaan dari Perseroan.

 

Kebijakan Strategis Perusahaan

Iklim perekonomian nasional dan persaingan usaha yang semakin kompleks disikapi Perseroan dengan mengambil beberapa kebijakan bisnis strategis. Tahun 2017, Perseroan terus meningkatkan kerjasama dengan perusahaan afiliasi dan induk perusahaan. Hal ini terutama dilakukan terkait kerjasama keuangan antar perusahaan afiliasi, untuk memperkuat pendanaan Perseroan. Kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja Perseroan dan perusahaan afiliasi dibawah induk perusahaan secara bersama-sama. Selain dengan perusahaan induk dan perusahaan afiliasi, peningkatan kerjasama keuangan juga dilakukan dengan institusi keuangan lain diluar afiliasi dan induk perusahaan. Kerjasama yang dilakukan terkait dengan pendanaan bagi penyaluran kredit kepada konsumen Perseroan. Kerjasama ini diharapkan akan terus berlanjut dan semakin memperkuat kinerja bisnis Perseroan dan rekanan.

Terkait kebijakan bisnis sepanjang tahun 2017, Perseroan melakukan pengendalian terhadap beban operasional Perseroan dengan melakukan efisiensi operasional. Hal ini dilakukan terhadap seluruh kantor cabang dan jaringan usaha Perseroan. Efisiensi dengan perubahan beberapa sentralisasi fungsi-fungsi operasional dilakukan untuk memaksimalkan beban Perseroan. Pengendalian juga dilakukan terhadap kualitas piutang Perseroan, hal ini dilakukan sebagai upaya pelaksanaan manajemen risiko yang lebih baik dari Perseroan. Pengendalian manajemen risiko dari sisi penagihan dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. Pencapaian kualitas piutang kegiatan penagihan yang lebih baik menjadi target dari pengendalian manajemen risiko.

Untuk meningkatkan volume pembiayaan, Perseroan melakukan kebijakan terkait layanan konsumen. Hal ini dilakukan dengan penetrasi pasar pembiayaan dengan meningkatkan kerjasama kemitraan dengan pihak ketiga diberbagai tingkatan masyarakat. Kerjasama dengan UMKM untuk menjaga agen penjualan Perseroan banyak membantu pemasaran Perseroan untuk mencapai target pasar yang selama ini tidak terjangkau dikarenakan keterbatasan jangkauan tenaga pemasaran Perseroan. Perseroan akan terus meningkatkan upaya kerjasama kemitraan pemasaran dengan berbagai kalangan masyarakat untuk menciptakan pola integrasi pemasaran dan skala pemasaran yang jauh lebih besar.

Dari sisi investasi, Perseroan juga melakukan akuisisi terhadap PT. Asuransi Simas Net dan menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebesar 85%. Hal ini dilakukan Perseroan untuk mendorong pertumbuhan Perseroan dari sisi diversifikasi usaha. Dengan masuk ke industri perasuransian, Perseroan mencoba mengembangkan sisi kerjasama dari industri pembiayaan dan industri perasuransian. Perseroan melakukan investasi sebesar Rp 127,5 Milyar untuk melakukan akuisisi ini.

Seluruh kebijakan strategis yang diambil Perseroan merupakan langkah Perseroan untuk meningkatkan kinerja Perseroan. Didalam pengambilan keputusan terkait kebijakan strategis Perseroan, Direksi mengutamakan musyawarah antar anggota Direksi sehingga kebijakan strategis telah dikaji dari berbagai aspek. Selain itu, dalam setiap pengambilan keputusan terhadap kebijakan strategis, Direksi juga melakukan pembahasan dengan Dewan Komisaris untuk menjaga kepentingan Pemegang Saham Perseroan.

 

Kendala Yang Dihadapi

Selama tahun 2017, Perseroan mengalami kendala dalam menjalankan kegiatan bisnis. Kendala yang dihadapi oleh Perseroan antara persaingan yang semakin ketat didalam industri pembiayaan. Hal ini terjadi dikarenakan karena Pemerintah membuka ruang yang sangat besar untuk perusahaan pembiayaan melakukan pembiayaan di berbagai sektor usaha. Kebijakan ini memunculkan berdirinya banyak perusahaan pembiayaan baru yang menjadikan industri pembiayaan bersaing ketat.

Selain itu, faktor lain yang menjadi kendala Perseroan ialah demografi industri pembiayaan yang masih terpusat di wilayah Jawa dimana wilayah tersebut memang menjadi wilayah kerja utama jaringan Perseroan. Pengembangan ke wilayah lain masih terkendala oleh daya beli masyarakat dan keberadaan infrastruktur penunjang seperti jaringan teknologi yang banyak menghambat upaya Perseroan untuk memperbesar jaringan usaha Perseroan. Terhadap keputusan regulator melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Perseroan selalu menjadikan bagian penting dari aspek kepatuhan pada kinerja Perseroan. Kendala didalam proses adaptasi kebijakan yang dikeluarkan oleh regulator merupakan proses pembelajaraan dan upaya peningkatan yang akan terus dilakukan oleh Perseroan.

Dari sisi pemasaran, Perseroan mengalami kendala akibat masih rendahnya daya beli masyarakat terutama terkait kebutuhan kendaraan bermotor. Penurunan daya beli terhadap kendaraan bermotor sangat berpengaruh terhadap kinerja pembiayaan Perseroan dikarenakan adanya hubungan bisnis antara industri otomotif dan pembiayaan.

 

Prospek Usaha Ke Depan

Pertumbuhan perekonomian Indonesia yang ditargetkan mencapai 5,4% pada tahun 2018, hal ini tidak jauh berbeda dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 yang tercatat sebesar 5,07%. Dengan target pertumbuhan ekonomi ini, diharapkan akan memberikan peningkatan terhadap daya beli masyarakat yang akan sangat berpengaruh pada sektor usaha di Indonesia termasuk sektor pembiayaan. Namun dorongan kebijakan pemerintah memegang peranan penting untuk menghasilkan target pertumbuhan ekonomi tersebut. Daya beli masyarakat yang masih lemah menjadi kendala yang harus diselesaikan untuk tetap menjaga keberadaan pasar pembiayaan. Kebijakan untuk mendorong industri pembiayaan untuk lebih aktif mengambil peranan dalam pembiayaan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor kemaritiman terus diupayakan untuk menjaga permintaan pembiayaan.

Dari sektor industri pembiayaan, pertumbuhan perekonomian ini diharapkan meningkatkan daya beli konsumen terhadap kendaraan bermotor yang sangat terkait dengan industri pembiayaan. Masih rendahnya kualitas kenyamanan dan keamanan serta infrastruktur transportasi massal di kota-kota besar juga menjadi pemicu bagi konsumen untuk tetap memiliki kendaraan bermotor. Perseroan melihat bahwa pengadaan kendaraan bermotor oleh masyarakat masih akan meningkat seiring dengan tingginya jumlah masyarakat berusia produktif yang memiliki kebutuhan akan kendaraan bermotor untuk aktivitas dan usaha nya. Selain itu kebijakan bagi industri pembiayaan untuk lebih aktif mengambil peranan dalam pembiayaan bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan sektor kemaritiman juga menjadi prospek usaha yang menjanjikan bagi pelaku usaha industri pembiayaan.

Tahun 2018 mendatang, Perseroan membagi kategori pembiayaan Perseroan menjadi pembiayaan modal kerja yang menargetkan kalangan dunia usaha, pembiayaan multiguna yang menargetkan pembiayaan bagi pembelian kendaraan bermotor dan pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. Untuk kategori pembiayaan modal kerja, Perseroan memiliki target pencairan pembiayaan sebesar Rp 2,08 Triliun naik 107% dibanding realisasi tahun 2016.

Untuk kategori pembiayaan multiguna, Perseroan menetapkan untuk mencapai target pembiayaan sebesar 80.008 unit setara dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 3,80 Triliun, meningkat sebesar 42% dari realisasi tahun 2016 untuk kategori pembiayaan mobil bekas. Sedangkan untuk kategori sepeda motor bekas, Perseroan menargetkan untuk mencapai target pembiayaan sebesar 205.616 unit dengan nilai pembiayaan sebesar Rp 1,33 Triliun, naik sebesar 14% dari tahun 2016.

Pertumbuhan pembiayaan yang ditargetkan oleh Perseroan perlu didukung oleh sumber pendanaan yang kuat agar kinerja Perseroan tetap kompetitif di industri pembiayaan. Diversifikasi sumber pendanaan menjadi langkah pasti Perseroan untuk menjaga sumber pendanaan tetap kuat dan berkesinambungan. Perseroan terus melakukan diversifikasi sumber pendanaan, baik melalui pasar modal, pinjaman perbankan domestik serta kerjasama penyaluran pembiayaan (channeling) dengan Bank Sinarmas sehingga likuiditas Perseroan tetap terjaga. Perseroan memiliki perhatian tinggi pada sisi likuiditas dikarenakan kesehatan pendanaan Perseroan sangat ditentukan dari kebijakan likuiditas Perseroan. Integritas Perseroan terhadap kreditur juga ditentukan dari kemampuan Perseroan mengelola likuiditas.

 

Sumber Daya Manusia

Konsep perencanaan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) PT. Sinar Mas Multifinance berfokus pada tercapainya dukungan yang optimal dari Sumber Daya Manusia terhadap kinerja operasional. Perseroan melihat perlu ada sinergi antara kompetensi pengetahuan dan keahlian dalam Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan. Hal ini untuk mendukung kompleksitas bisnis Perseroan dan perubahan pasar industri pembiayaan. Langkah-langkah yang diambil oleh Perseroan terhadap kebijakan Sumber Daya Manusia ialah sistem perencanaan SDM, pelatihan dan pengembangan, struktur dan organisasi serta sistem dan standar remunerasi.

Pada akhir tahun 2017, jumlah karyawan Perseroan sebesar tercatat 6.600 karyawan dengan beragam profil demografis seperti usia dan tingkat pendidikan. Jumlah tenaga kerja ini termasuk dengan entitas anak Perseroan. Perencanaan dan pengelolaan SDM telah dijalankan dengan baik oleh Direksi Perusahaan. Jumlah karyawan Perseroan tercatat mengalami kenaikan dibanding pada akhir tahun 2016 yang tercatat sebesar 5.671 karyawan. Tingkat pertumbuhan jumlah karyawan PT. Sinar Mas Multifinance tahun 2014 ialah sebesar 16%. Direksi melihat perlunya perbaikan pada kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan. Upaya peningkatan kinerja SDM pada tahun 2017, dilakukan dengan pemberian latihan dan pendidikan bagi karyawan Perseroan. Program yang telah dijalankan oleh Perseroan adalah program pendidikan Management Trainee dengan berbagai jenjang mulai dari Basic Training Program (BTP), Intermediate Training Program (ITP) sampai Advance Training Program (ATP). Perseroan juga mengubah kebijakan terhadap sumber daya manusia bidang pemasaran. Hal itu dilakukan dengan menjadikan tenaga pemasaran berbasis agen pemasaran. Hal ini dilakukan untuk menurunkan beban operasional Perseroan dan mendorong pencapaian hasil kinerja tenaga pemasaran yang lebih efektif.

Perseroan menempatkan perencanaan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai hal yang penting untuk meningkatkan kinerja Perseroan. Perencanaan dan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan berfokus pada pengembangan yang berkelanjutan. Sepanjang 2017, Perseroan telah melakukan pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengacu pada pengembangan berkelanjutan guna meningkatkan kinerja Sumber Daya Manusia Perseroan.

 

Teknologi Informasi

Sebagai bagian penting dan tak terpisahkan dari kinerja operasional Perseroan, sistem teknologi informasi merupakan hal yang ditingkatkan oleh Perseroan secara berkelanjutan. Perseroan menerapkan sistem teknologi informasi yang terintegrasi guna meningkatkan efisiensi kinerja Perseroan. Integrasi sistem teknologi informasi dilakukan baik antara kantor pusat dengan kantor cabang maupun lintas divisi didalam Perseroan. Tujuan utama dari pengembangan sistem teknologi informasi Perseroan yaitu meningkatkan efisiensi kinerja Perseroan sehingga konsumen akan merasakan kemudahan terhadap akses layanan Perseroan.

 

Pelaksanaan program dan aktivitas kerja teknologi Informasi di PT. Sinar Mas Multifinance merupakan bagian dari tugas Departemen Teknologi Informasi yang bertanggung jawab kepada Direksi Perseroan. Didalam pelaksanaan nya, setiap Pejabat dan Pimpinan Departemen Teknologi Informasi bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan dan pengembangan sistem teknologi informasi yang bertujuan untuk menghasilkan sistem teknologi informasi yang efektif, efisien, sejalan dengan proses bisnis, aman, handal, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga pada akhirnya sistem teknologi Perseroan yang terintegrasi dapat tercapai.

 

Selama tahun 2017 Departemen Teknologi Informasi telah melakukan pengembangan sistem informasi, seperti pengembangan aplikasi Muffins untuk kebutuhan database dan layanan pembiayaan Perseroan berbasis mobile untuk tenaga pemasaran, tenaga survey dan tenaga penagihan, serta aplikasi Mantis untuk kebutuhan helpdesk dan pelayanan pengaduan konsumen Perseroan. Selain itu, pengembangan aplikasi pengawasan berbasis database melalui Tableau menjadi pengembangan penting yang dilakukan Perseroan ditahun 2017. Untuk menghasilkan sistem teknologi informasi yang baik, maka Perseroan juga melakukan peningkatan terhadap infrastruktur teknologi informasi Perseroan.

 

Tanggung Jawab Soal Perusahaan

Perseroan melihat tanggung jawab sosial sebagai partisipasi aktif Perseroan bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa. Hal itu diwujudkan dengan keaktifan Perseroan dalam kegiatan bidang lingkungan hidup dan bidang ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja. Komitmen dan partisipasi aktif Perseroan diwujudkan dalam bentuk pelaksanaan kegiatan dan program Tanggung Jawab Sosial Perseroan (Corporate Social Responsibility)

Program CSR yang dilakukan Perseroan dilakukan mengacu pada paradigma “triple bottom line”, dimana Perseroan menyadari bahwa untuk berkembang secara berkelanjutan Perseroan harus memposisikan profit, planet, people sebagai dasar pengelolaan Perseroan. Implementasi nyata dari paradigma Perseroan ini diwujudkan dengan kegiatan pelestarian lingkungan hidup dan kegiatan bersama dengan karyawan Perseroan untuk menjaga hubungan harmonis demi keberlanjutan usaha Perseroan.

Program tanggung jawab sosial bidang lingkungan hidup Perseroan diterapkan sesuai Keputusan Direksi melalui Surat Edaran No.113/SE/PRESDIR-SMMF/XII/2015 tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Bidang Lingkungan Hidup. Kegiatan yang dilakukan dalam tanggung jawab sosial bidang lingkungan hidup Perseroan ialah penghematan energi listrik, pemanfaatan daur ulang, dan pengunaan layanan teleconference dalam rangka pengurangan emisi karbon.

Program tanggung jawab sosial bidang pengembangan sosial dan pemasyarakatan Perseroan dilakukan dengan program Beasiswa Pendidikan sebesar Rp. 221.000.000 yang diberikan kepada 92 penerima beasiswa. Hal ini dilakukan dengan sasaran penerima beasiswa adalah siswa berprestasi dari karyawan Perseroan. Program tanggung jawab sosial Perseroan dilakukan di seluruh kantor cabang Perseroan. Selain itu, Perseroan membantu program pengembangan kemahasiswaan Univeritas Parahyangan dengan mendukung melalui program pengembangan kepemimpinan yang diadakan oleh Lembaga Kepresidenan Universitas Parahyangan.

Program tanggung jawab sosial bidang tanggung jawab kepada konsumen Perseroan dilakukan dengan bentuk pengadaan layanan pengaduan konsumen. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab Perseroan terhadap ketidaksesuaian kegiatan Perseroan yang dilakukan karyawan Perseroan yang merugikan konsumen.

 

Tata Kelola Perusahaan

Perseroan terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik dengan cara mengevaluasi dan memperbaiki kebijakan-kebijakan yang telah ada disesuaikan dengan praktik-praktik terbaik. Hal ini didukung dengan sosialisasi pengenalan tata kelola perusahaan, sehingga pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik diterapkan di semua tingkatan organisasi. Demi memastikan pelaksanaan dan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, Perseroan telah memiliki struktur dan sistem pengawasan yang terdiri dari Dewan Komisaris yang didukung oleh komite-komite dibawahnya dan Direksi.

 

Upaya mengevaluasi pelaksanaan tata kelola perusahaan dilakukan melalui penilaian secara mandiri, dengan menggunakan penilaian yang dikeluarkan oleh Forum for Corporate Governance in Indonesia (FCGI). Aspek-aspek yang dinilai adalah penghargaan atas hak-hak pemegang saham, kebijakan tata kelola perusahaan, praktik-praktik tata kelola perusahaan, pengungkapan, dan sistem pengendalian. Berdasarkan penilaian yang dilakukan, hasil nilai tertimbang yang diperoleh perusahaan menunjukkan nilai tata kelola perusahaan secara keseluruhan adalah Baik.

 

Dapat kami laporkan bahwa selama tahun 2017 bahwa Perseroan, Dewan Komisaris, dan Direksi telah berupaya menjalankan seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku yang dikeluarkan oleh otoritas yang berwenang. Peningkatan akan terus dilakukan dan menjadi komitmen Perseroan, Dewan Komisaris dan Direksi sebagai bagian dari upaya untuk mencapai kepatuhan penuh terhadap ketentuan dan peraturan yang berlaku.

 

Pengendalian Internal

Pengendalian internal Perseroan dilakukan sebagai bagian pengawasan terhadap kegiatan operasional Perseroan. Sistem pengendalian internal Perseroan terus ditingkatkan untuk mencapai standar pengendalian internal yang berskala internasional. Selama tahun 2017, Direksi aktif untuk melakukan pengawasan dan pengendalian internal terhadap kegiatan usaha Perseroan. Direksi membentuk satuan tugas pengendalian internal yang bertanggung jawab kepada Direksi untuk memastikan pelaksanaan pengendalian internal menghasilkan pengawasan yang transparan dan bertanggung jawab.

 

Sepanjang tahun 2017, satuan kerja pengendalian internal Perseroan telah melakukan pemeriksaan kepada 98 kantor cabang Perseroan terkait pengendalian internal terhadap pelaksanaan peraturan dan kebijakan Perseroan. Didalam kegiatan pemeriksaan, satuan kerja pengendalian internal perseroan memiliki standar operasional prosedur terkait agenda pemeriksaan dan melaporkan hasil pemeriksaan secara langsung kepada Direksi.

 

Manajemen Resiko

Pelaksanaan manajemen resiko menjadi hal yang ditingkatkan oleh Direksi sepanjang tahun 2017. Hal ini didorong untuk menghasilkan praktik bisnis yang memiliki resiko sehat terutama dalam hal pemberian fasilitas pembiayaan. Pada akhir tahun 2017, non performing financing Perseroan tercatat sebesar 0,5% turun dari tahun 2016 yang tercatat sebesar 3,6%. Perbaikan terhadap performa non performing financing Perseroan dipicu kesesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 29 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan yaitu batas wajar untuk non performing financing adalah paling tinggi sebesar 5% sehigga Direksi Perseroan merasa perlu melakukan perbaikan mendalam terkait kualitas penagihan dan aktivitas manajemen risiko lain. Perbaikan menyeluruh dengan peningkatan kebijakan aktivitas sentralisasi penagihan serta kebijakan pencadangan piutang. Perseroan juga telah melaksanakan penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko sesuai dengan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No.4/SEOJK.05/2015 tentang Penilaian Tingkat Risiko Perusahaan Pembiayaan. Penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko untuk Perseroan per akhir Desember 2017 ialah Sedang Rendah. Atas hasil penilaian mandiri (self assessment) manajemen resiko yang telah dilakukan, Perseroan telah menyampaikan hasil tersebut kepada Otoritas Jasa Keuangan. Direksi Perseroan akan terus berupaya untuk menjaga hasil kinerja manajemen resiko yang telah diperoleh selama tahun 2017.

Sistem manajemen resiko pada pemberian fasilitas pembiayaan dilakukan melalui kegiatan Prinsip Mengenal Nasabah. Perseroan menjalankan pemantauan lapangan terhadap profil calon konsumen, yang kemudian juga dilakukan pemeriksaan profil keuangan calon konsumen melalui BI checking terutama pada pembiayaan channeling. Pemeriksaan profil keuangan calon konsumen dituangkan dalam scoring system yang menjadi dasar persetujuan pemberian fasilitas pembiayaan.

 

Perubahan Susunan Direksi

Pada tanggal 22 Mei 2017, Para Pemegang Saham Perseroan memutuskan untuk mengangkat Hawanto Hartono selaku Direktur Utama Perseroan serta Ailis Limarto dan Robby Tricahyo Wibwow selaku Direktur Perseroan. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kerja Direksi dalam pengembangan Perseroan dan upaya meningkatkan kualitas kepemimpinan Perseroan. Pengangkatan Direktur Utama Perseroan atas nama Hawanto Hartono diaktakan dalam akta no. 13 dihadapan Notaris Syofilawati, SH dan telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-362/NB.11/2017 tanggal 22 Juni 2017, sedangkan pengangkatan Ailis Limarto dan Robby Tricahyo Wibowo sebagai Direktur Perseroan diaktakan dalam akta no. 13 dihadapan Notaris Syofilawati, SH dan telah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-360/NB.11/2017 tanggal 22 Juni 2017 untuk Ailis Limarto dan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan No. KEP-361/NB.11/2017 tanggal 22 Juni 2017.

 

Penutup

Akhirnya, kepada Dewan Komisaris, para Pemegang Saham, dan Pemangku Kepentingan, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan kepada Direksi dan jajaran manajemen dan karyawan Perseroan selama kami menjalankan amanat dan mengoperasikan Perseroan.

Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada para mitra bisnis Perseroan antara lain perusahaan induk dan perusahaan afiliasi Perseroan serta pihak-pihak lain yang telah bekerja sama dengan Perseroan. Secara khusus, kami sampaikan ucapan terima kasih kepada konsumen yang selama ini menikmati produk atau layanan Perseroan.

 

Semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa memberkati kita semua. Amin