Ketenagakerjaan

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial Perseroan dalam praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, maka Perseroan menjalankan beberapa program yang berdasarkan pada kebijakan praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang mendukung beberapa hal yang menjadi bagian pemenuhan tanggung jawab sosial Perseroan dalam praktik Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja.

Kesetaraan gender dan Kesempatan Kerja

Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha dan operasional, memperhatikan kesetaraan gender dan kesempatan kerja didalam seluruh jenjang Perseroan. Sebagian kegiatan usaha Perseroan yang banyak diisi oleh kegiatan yang memiliki risiko terhadap pelaksanaan kegiatan operasional yang cukup tinggi, namun Perseroan tetap memberikan ruang dan kesempatan bagi seluruh gender untuk mengambil peran dalam pelaksanaan kegiatan operasional tersebut. Sebaran pegawai Perseroan berdasarkan gender per Desember 2017 ialah 77% laki-laki dan 23% perempuan. Perseroan membuka peluang bagi seluruh gender untuk menjadi pegawai Perseroan pada tingkatan apapun didalam Perseroan.

Sarana dan Keselamatan Kerja

Didalam pelaksanaan kegiatan usaha Perseroan, maka Perseroan memiliki sarana untuk menunjang pelaksanaan kerja. Peseroan memastikan bahwa seluruh sarana kerja Perseroan memenuhi unsur keselamatan kerja dan mampu menunjang kinerja karyawan Perseroan. Sarana utama bagi kegiatan usaha Perseroan harus mampu memberikan kemampuan bagi karyawan Perseroan untuk berkarya dan membantu proses kegiatan usaha Perseroan. Didalam hal ini terkandung unsur keselamatan yang perlu untuk terus ditingkatkan sebagai bagian pemenuhan tanggung jawab Perseroan dalam praktik ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja.

Tingkat Perpindahan Karyawan

Perseroan memiliki perhatian penuh terhadap tingkat perpindahan karyawan. Perseroan melihat bahwa hubungan antara Perseroan dan karyawan dapat dilihat dari tingkat perpindahan karyawan. Perseroan memandang bahwa karyawan merupakan aset penting dalam membangun keberlanjutan Perseroan dimasa datang. Dalam hubungan dengan karyawan, Perseroan memandang bahwa azas keadilan dalam hal imbal balik menjadi hal yang mendukung dalam terjadinya hubungan Perseroan dan karyawan yang baik sehingga mendorong tingkat perpindahan karyawan yang rendah. Tahun 2017, jumlah karyawan Perseroan tercatat sebesar 6.660 karyawan mengalami kenaikan 17% dari tahun 2016 sebesar 5.704 karyawan. Perseroan melihat kenaikan jumlah karywan ini menunjukkan tingkat perpindahan karyawan yang rendah. Perseroan melihat bahwa hal ini menunjukkan tanggung jawab Perseroan kepada karyawan telah terpenuhi dalam mendukung hubungan yang baik antara karyawan dan Perseroan.

Pendidikan Dan Pelatihan

Perseroan melihat peningkatan pada kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) Perseroan dilakukan dengan pemberian latihan dan pendidikan bagi karyawan Perseroan. Program yang telah dijalankan oleh Perseroan adalah program pendidikan Management Trainee dengan berbagai jenjang mulai dari Basic Training Program (BTP), Intermediate Training Program (ITP) sampai Advance Training Program (ATP). Selain itu, Perseroan juga menjalankan program sertifikasi yaitu sertifikasi profesi penagihan, sertifikasi dasar manajerial dan sertifikasi manajemen risiko. Sertifikasi dilakukan sebagai wujud kepatuhan Perseroan pada Pasal 50 POJK No.29/ POJK.05/2014 tentang Penyelengaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan. Sertifikasi diharapkan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Perseroan terutama bagian penagihan dan tim manajerial Perseroan.

Remunerasi

Remunerasi adalah bagian penting dalam tanggung jawab Perseroan kepada karyawan. Remunerasi yang sesuai menunjukkan tingkat keseriusan Perseroan dalam memberikan kesejahteraan kepada karyawan. Sepanjang 2017, Perseroan telah memberikan remunerasi sebesar Rp 243.125 juta, mengalami kenaikan 3% dari tahun 2016. Didalam remunerasi karyawan, Perseroan telah menetapkan beberapa imbal balik yang harus diterima oleh karyawan Perseroan yaitu : tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, hadiah, dan hal lain yang dianggap perlu untuk memberikan kesejahteraan bagi karyawan. Remunerasi tahunan Perseroan juga memperhatikan penyesuaian inflasi dan biaya hidup di masing-masing jaringan kerja Perseroan. Hal ini untuk tetap menjaga daya beli karyawan Perseroan sehingga karyawan Perseroan tetap berada pada koridor layak dan mampu memberikan keahlian dalam mendukung kinerja Perseroan tanpa ada kekhawatiran terhadap tidak terpenuhinya kebutuhan dasar karyawan.

Mekanisme Pengaduan Masalah Ketenagakerjaan

Perseroan menetapkan bahwa permasalahan ketenagakerjaan harus memiliki mekanisme penyelesaian yang sesuai dan mampu menyelesaikan permasalahan antara Perseroan dengan karyawan. Perseroan memiliki mekanisme penyelesaian secara internal yang didasari musyawarah untuk menyelesaikan permasalahan karyawan. Perseroan terus mengupayakan agar penyelesaian pada tingkatan ini dapat menyelesaikan seluruh permasalahan, namun jika permasalahan karyawan sampai pada tahapan tidak terselesaikan melalui mekanisme permusyawarahan, maka Perseroan menetapkan permasalahan karyawan diselesaikan pada Pengadilan Hubungan Industrial. Permasalahan karyawan merupakan hal yang perlu penanganan khusus dikarenakan Perseroan memandang bahwa hubungan karyawan dengan Perseroan seharusnya berada pada tingkatan yang saling menguntungkan. Perseroan selalu berupaya untuk mengurangi permasalahan dengan karyawan untuk menjaga kinerja optimal karyawan dan Perseroan.